Semester 2 Bab 6 - Perubahan Sifat Benda

BAB 6

PERUBAHAN SIFAT BENDA

 

Standar Kompetensi :

1.    Memahami sifat-sifat, perubahan sifat benda dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar:

1.   Mendeskripsikan perubahan sifat benda (ukuran, bentuk, warna, atau rasa) yang dapat diamati akibat dari pembakaran, pemanasan, dan diletakkan di udara terbuka.

2.    Menjelaskan kegunaan benda plastik, kayu, kaca, dan kertas

 

Indikator Pembelajaran :

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, siswa diharapkan mampu:

Menjelaskan berbagai perubahan sifat benda, baik akibat pemanasan, diletakkan di udara terbuka, atau pembakaran.

 

PEMAHAMAN MATERI

A.   Berbagai Perubahan Sifat Benda

                        Benda dapat mengalami perubahan disebabkan oleh banyak hal. Perubahan dapat terjadi dengan sendirinya, dapat pula terjadi karena disengaja. Penyebab perubahan tersebut, antara lain, umurnya makin tua, adanya penyakit, mengalami pendinginan, pengeringan, pembakaran, perpindahan, dan sebagainya. Manusia, hewan, dan tumbuhan pun dapat mengalami atau menyebabkan perubahan.

                       

 

1.    Perubahan Sifat Benda Karena Dipanaskan

                  Uap air termasuk benda gas. Bentuknya tidak dapat kita lihat. Namun, kita dapat melihat bentuk uap air yang didinginkan. Jika uap air didinginkan, akan kembali menjadi air. Mari memerhatikan tutup pada gelas yang berisi air panas. Apakah yang terjadi pada permukaan tutup gelas bagian dalam? Pada permukaan tutup bagian dalam akan terlihat titik-titik air. Titik-titik air ini adalah uap air yang sudah mendingin.

                  Margarin dan cokelat termasuk benda padat. Margarin dan cokelat akan meleleh jika dipanaskan. Pemanasan dapat mengubah bentuk dan sifat suatu benda. Pemanasan membuat benda cair berubah menjadi gas. Selain itu benda padat dapat berubah menjadi benda cair.

2.    Perubahan Sifat Benda Karena Dibiarkan di Tempat Terbuka

                  Es krem akan meleleh bila dibiarkan di alam terbuka. Perubahan sifat benda saat diletakkan di udara terbuka adalah kapur barus. Agar tidak berbau apek, diletakkan kapur barus. Lama-kelamaan ukuran kapur barus akan menyusut kecil. Bahkan, kapur barus dapat menjadi hilang. Ke manakah kapur barus yang hilang tersebut? Kapur barus yang diletakkan di ruangan terbuka akan berubah wujud. Kapur barus berubah bentuk menjadi benda gas. Bentuk gas dari kapur barus ini tidak dapat kita lihat. Akan tetapi, kita dapat merasakannya, yaitu pakaian menjadi harum.

 

3.    Perubahan Sifat Benda karena Dibakar

                  Ada banyak benda yang berubah bentuk ketika dibakar. Sampah dari plastik, kertas, kain, kayu, dan daun juga berubah. Semua benda akan berubah warna menjadi hitam jika dibakar. Selain warna, benda yang dibakar juga mengalami perubahan sifat. Misalnya, bentuk, ukuran, dan bau. Bau yang ditimbulkan berasal dari asap yang mengepul. Bahan bakar seperti bensin dan batu bara juga berubah wujud. Kedua benda tersebut berubah wujud dari cair dan padat menjadi gas. Gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar adalah asap.

 

4.    Perubahan yang Terjadi Akibat Pemasakan

                  Proses pemasakan menyebabkan bahan makanan mengalami perubahan. Perubahan itu meliputi mentah menjadi matang, keras menjadi lunak, ukurannya berubah, serta warna dan rasa berubah.

Proses pemasakan bahan makanan ada beberapa macam, antara lain, menggoreng, merebus, membakar, dan mengukus. Proses inilah yang dapat mengubah sifat-sifat suatu benda. Perubahan di atas disebut perubahan kimia. Perubahan kimia adalah perubahan kekal. Benda yang telah mengalami perubahan kimia tidak akan berubah kembali ke bentuk semula.  Contoh :  Sebelum dimasak, daging sapi berwarna merah segar, liat, kenyal, dan terasa licin. Setelah dimasak, daging sapi akan berwarna cokelat, lebih kaku tetapi lunak.

       Dari uraian di atas perubahan wujud benda dapat di golongkan antara lain :.

1. Mencair adalah : perubahan benda padat menjadi cair karena dipanaskan.

Contoh : es batu menjadi cair

2. Membeku adalah : perubahan benda cair menjadi padat karena didinginkan.

Contoh : air didinginkan menjadi es batu.

3. Menguap adalah : perubahan benda cair menjadi uap/gas karena dipanaskan.

Contoh : merebus air sampai mendidih dan menguap.

4. Mengembun adalah : perubahan benda gas menjadi air.

Contoh : titik-titik air yang ada di luar gelas yang diisi air es.

5. Menyublim adalah : perubahan benda padat menjadi gas.

Contoh : kapur barus yang lama kelarnaan habis.

7. Mendeposisi adalah : perubahan benda gas menjadi padat.

Contoh : terjadinya es kering pada kulkas.

           

B.   Mengetahui Kegunaan Suatu Benda

Semua benda di sekitar kita memiliki kegunaan yang membantu memudahkan dan membuat nyaman hidup kita.

Setiap saat kita menggunakan beraneka ragam benda. Sejak bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari, kita menggunakan benda untuk membantu berbagai keperluan hidup kita. Ketika mandi pagi, kita menggunakan gayung untuk mengambil air dari bak mandi, kita memakai sikat gigi untuk menggosok gigi dan menggunakan sabun untuk membersihkan badan. Setelah mandi, kita mengelap air di tubuh kita dengan menggunakan handuk.

1.    Menggunakan Benda Sesuai dengan Tujuannya

                  Penghapus papan tulis dibuat dengan tujuan untuk menghapus tulisan di papan tulis. Ia tidak dapat digunakan untuk menghapus tulisan di kertas.

 Tulisan pensil di kertas hanya bisa dihapus dengan menggunakan karet penghapus. Tisu juga tidak bisa untuk menghapus tulisan. Tisu lebih bermanfaat untuk mengelap kotoran yang ada di tubuh kita atau di tempat lain. Percobaan di atas mengerahkan kita untuk menggunakan setiap benda dengan benar. Artinya, kita harus menggunakan benda sesuai dengan tujuan pembuatannya. Penggunaan benda yang tidak benar selain menyulitkan kita sendiri juga bisa merusakkan barang-barang yang kita miliki.

 

2. Kegunaan Benda Berdasarkan Bahan Pembuatnya

a.   Benda berbahan kertas

Buku yang kamu baca ini terbuat dari kertas. Koran dan majalah juga dicetak di atas kertas.

Selain itu, kertas juga kita gunakan untuk bahan pembungkus. Kantong yang terbuat dari kertas sering digunakan untuk mengemas sayuran, bahan makanan dan bahkan semen untuk bangunan. Kertas juga dapat digunakan untuk mengelap kotoran, misalnnya kertas tisu untuk mengelap daki di wajah ataupun kotoran yang lain.

b.   Benda berbahan kayu

Batang pensil terbuat dari kayu sehingga mudah diraut. Selain pensil, benda-benda di ruang kelas juga banyak yang terbuat dari kayu. Meja, kursi, almari, rak buku, jendela dan pintu semua berbahan kayu.

c.   Benda Berbahan Plastik

Plastik digunakan untuk membuat benda mulai dari yang lunak sampai yang keras. Benda lunak yang dibuat dari plastik misalnya kantong plastik, stiker, dan wadah makanan. Benda keras seperti kursi, meja, dan almari juga dibuat dari bahan plastik.

d.   Benda Berbahan Kaca

Kaca dibuat dengan melebur silika (pasir) kemudian didinginkan cepat-cepat. Melalui proses itu, pasir akan kehilangan bentuk kristalnya dan bahan itu berubah menjadi kaca. Jendela, gelas minum, lensa kaca mata dan banyak lagi barang hasil industri serta alat ilmiah dibuat dari kaca.

Soal