Semester 2 Bab 12-Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit

BAB IV KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI DAN BENDA LANGIT

 

Pemahaman Materi/Konsep

Standar Kompetensi : 9. Memahami perubahan kenampakan permukaan Bumi dan benda langit

Kompetensi Dasar : 9.1 Mendeskripsikan perubahan kenampakan Bumi

9.2 Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan Bumi dari hari ke hari.

Indikator : Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

1. Menyebutkan unsur-unsur muka bumi

2. Mendiskripsikan perubahan kenampakan bumi

3. Menyebutkan undur-unsur yang dapat mengubahmuka bumi

4. Menyebutkan dampak yang ditimbulkan akibat perubahan kenampakan bumi

 

Pernahkah kamumengamati benda-benda langit? Bila kamu perhatikan langit pada siang hari, maka akan tampak matahari. Adapun pada malam hari, maka akan tampak bulan dan bintang. Tahukah kamu bahwa kejadian-kejadian alam, seperti pasang surut air laut, hujan, angin, dan kebakaran hutan dapat memengaruhi dan mengubah struktur maupun bentuk permukaan bumi?

Bagaimanakah perubahan kenampakan daratan akibat terjadinya pasang surut. air laut? Lebih jelasnya, pelajarilah uraian dalam bab ini dengan baik!

A. Perubahan Kenampakan Benda-Benda Langit

Di alamsemesta ini terdapat bermacam-macambenda langit. Benda-benda langit itu antara lain : matahari, bumi, bulan, bintang, komet, asteroid dan meteorolit.

Benda-benda langit yangmudah diamati dari bumi tanpa alat Bantu adalahMatahari, bulan, dan bintang.

1. Matahari

Matahari selalu menyinari bumi dari pagi hingga sore hari. Apabila kita amati dengan cermat dari pagi hinggamenjelang petang, posisi matahari selalu berubah. Matahari terbit dari arah timur kira-kira pukul lima pagi. Pada waktu terbitmatahari tampak rendah.Matahari pada mulanya tampak sebagian , semakin lama tampak semakin bulat.

Semakin siang posisi matahari semakin tinggi. Panasnyapun semakin menyengat. Pada tengah hari, matahari mencapai titik yang paling tinggi. Posisi matahari tepat di atas kepala kita. Lewat tengah hari matahari akan turun lagi. Matahari bergerak semakin ke barat. Semakin sore cahayanya semakin redup dan panasnya juga semakin berkurang.Akhirnya matahari terbenam di sebelah barat kira-kira pukul enam sore.

Matahari tampak dari Bumi sebagai benda bersinar terang yang kecil. Sesungguhnya Matahari merupakan benda langit yang bercahaya dan berukuran sangat besar. Karena jarak dari Bumi yang sangat jauh, maka Matahari tampak kecil dari permukaan Bumi.

Matahari merupakan bola gas pijar yang bersuhu sangat tinggi. Permukaan Matahari berupa lapisan gas yang sangat panas. Gas penyusun Matahari adalah Hidrogen, Helium, Karbon, Nitrogen, dan beberapa unsur lain. Diantara gas tersebut, Hidrogen paling tinggi prosentasenya yaitu mencapai 69,5% disusul Helium sebesar 28%.

2. Bulan

Pada malam hari, kita tidak bisa menikmati sinar matahari tetapi kita bias menikmati cahaya bulan. Cobalah pandang ke langit pada malam hari. Tampaklah benda langit yang bersinar terang. Benda langit tersebut adalah bulan. Walaupun tampak terang tetapi sebenarnya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri. Cahaya yang tampak pada Bulan merupakan pantulan cahaya Matahari yang mengenai permukaan Bulan.

Bulan adalah satelit Bumi, yaitu benda langit yang berputar mengelilingi Bumi dalam suatu lintasan. Satu kali Bulan mengelilingi Bumi menghabiskan waktu 29 ½ hari. Hal ini yang menjadi dasar penghitungan 30 hari dalam satu bulan pada kalender. Dalam satu bulan, posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari berubah-ubah karena pergerakannya sebagai satelit Bumi.

Perubahan posisi Bulan tersebut menyebabkan permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari juga berubah-ubah. Akibatnya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan Bulan juga tampak berubah bentuknya dari hari ke hari dalam satu bulan.

3. Bintang

Selain bulan, benda langit lain yang memancarkan sinar di malam hari adalah bintang. Istilah bintang sesungguhnya dimaksudkan untuk benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Sehingga Matahari merupakan sebuah bintang. Tetapi dalam kehidupan seharihari, yang biasa disebut bintang adalah benda langit bercahaya yang tampak pada malam hari.

Bintang yang tampak dari Bumi terlihat sangat kecil di langit. Sebenarnya bintangbintang tersebut juga berukuran besar, tampak kecil dan berkelip-kelip dari Bumi karena jaraknya yang sangat jauh. Semakin dekat jaraknya dengan Bumi, bintang akan semakin tampak bersinar terang. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi sehingga tampak sangat terang pada siang hari.

Pada malam hari yang cerah bintang-bintang akan tampak sangat banyak di langit. Jika bintang-bintang yang tampak berdekatan dihubungkan, akan terbentuk susunan tertentu yang dikenal dengan rasi bintang. Beberapa rasi bintang digunakan sebagai penunjuk arah mata angin. Diantaranya adalah:

a. Rasi bintang pari atau gubuk penceng sebagai penunjuk arah selatan. Tersusun dari empat bintang yang membentuk layang-layang.

b. Rasi bintang biduk atau pedati sungsang atau beruang besar atau bintang tujuh. Dipakai sebagai penunjuk arah utara, terdiri dari tujuh buah bintang.

c. Rasi bintang kalajengking sebagai penunjuk arah tenggara, berbentuk seperti kalajengking.

d. Rasi bintang waluku atau orion tampak bergeser dari arah barat sampai ke timur. Saat arah orion di sebelah timur, menjadi pertanda para petani memulai bercocok tanam. barat. Semakin sore cahayanya semakin redup dan panasnya juga semakin berkurang.Akhirnya matahari terbenam di sebelah barat kira-kira pukul enam sore.

 

B. Perubahan Kenampakan Bumi

Peristiwa yang dapat menyebabkan perubahan kenampakan bumi antara lain terjadinya siang dan malam, dan peristiwa pasang surut air laut.

1. Pergantian Siang dan Malam

Sinar matahari di siang hari membuat bumi terang benderang. Sementara itu pada malam hari bumi tampak gelap karena tidak mendapatkan cahaya matahari. Peristiwa siang dan malam terjadi secara bergantian. Sebenarnya, siang dan malam terjadi karena bumi berputar pada porosnya atau disebut Rotasi bumi. Sekali bumi berotasi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari).

Oleh karena bumi berotasi, daerah tertentu di permukaan bumi tidak terus menerus menghadap matahari. Bagian permukaan bumi yang menghadap ke matahari dan disinari cahaya matahari akan akan mengalami siang hari. Sementara itu bagian permukaan bumi yang membelakangi matahari dan tidak disinari matahari akan mengalami malam hari.

Siang hari kita alami saat belahan Bumi yang kita pijak menghadap ke arah Matahari, sehingga sinar Matahari menyinari permukaan Bumi kita. Sementara malam hari akan datang saat belahan Bumi yang kita pijak membelakangi Matahari. Satu kali Bumi berputar pada porosnya membutuhkan waktu 24 jam. Itulah sebabnya satu kali siang dan malam hari adalah 24 jam.

2. Pasang Naik dan Pasang Surut

[gambar pasang surut, pasang naik]

Pasang naik dan pasang surut adalah perubahan kenampakan permukaan air pada daerah perairan yang luas seperti laut, danau, dan sungai yang besar. Perubahan pasang naik dan surut paling tampak pada permukaan laut. Kamu pasti pernah mendengar istilah air laut pasang dan air laut surut, bukan? Yang dimaksud dengan istilah tersebut sebenarnya adalah air laut pasang naik dan air laut pasang surut.

Saat pasang naik, permukaan air laut menjadi naik hingga dapat menutupi daratan di pinggir laut. Sementara saat pasang surut, permukaan laut menjadi turun dan daratan tampak lebih luas.

Pasang naik dan pasang surut tersebut disebabkan oleh adanya gaya tarik atau gravitasi bulan. Gravitasi Bulan menarik permukaan air di Bumi sehingga mengalami pasang naik. Sebenarnya gravitasi Matahari juga mempengaruhi pasang naik dan pasang surut, tetapi pengaruhnya sangat kecil. Hanya satu kali setiap bulan, gravitasi Matahari memperkuat tarikan gravitasi bulan.

Karena dipengaruhi oleh gravitasi Bulan, maka pasang naik dan surut yang terjadi di permukaan Bumi berubah-ubah tergantung posisi Bulan terhadap Bumi.

Setiap tempat di permukaan Bumi akan mengalami pasang naik atau pasang surut dua kali dalam sehari. Hal itu disebabkan oleh adanya rotasi Bumi. Saat Bulan berada pada posisi tertentu, rotasi Bumi menyebabkan setiap tempat terpengaruh oleh posisi Bulan saat itu sebanyak 2 kali dalam sehari semalam.

Pasang naik dan pasang surut dimanfaatkan oleh manusia antara lain sebagai berikut:

1. Nelayan dapat membuat tambak pasang surut. Saat pasang naik, tambak akan terisi oleh air laut. Sedangkan pada saat pasang surut, tambak itu terisi Lumpur dan sedikit air laut. Jenis ikan yang biasa dipiara dalam tambak pasang surut adalah bandeng

2. Para petani garam diuntungkan saat terjadinya pasang naik dan pasang surut karena air laut mengisi petak-petak ladang garam. Sementara itu, pada saat pasang surut garam yang terbawa air laut tadi terendam di dasar petak. Petani garampun lebih mudah mengumpulkan garam-garam itu.

 

3. Pasang naik air laut dapat dimanfaatkan oleh kapal-kapal besar untuk berlabuh di dermaga.

4. Energi pasang naik dan pasng surut air laut dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Beda ketinggian antara pasang naik dan pasang suut menghasilkan energi potensial yang dapat diubah menjadi energi untuk menggerakkan generator

5. Pasang naik dan pasang surut air laut dapat dimanfaatkan para nelayan dalam mencari ikan. Saat laut sedang pasang di malam hari, para nelayang mencari ikan.

C. Perubahan Kenampakan Bulan karena Perubahan Posisinya

Di muka telah disebutkan bahwa bentuk Bulan yang tampak dari permukaan Bumi selalu berubah-ubah dalam satu bulan. Dan perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari.

Karena Bulan memantulkan cahaya Matahari, maka bentuk Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari dan menghadap ke Bumi. Selama Bulan bergerak mengelilingi Bumi, ada saat permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi mendapatkan cahaya Matahari secara utuh, ada saat cahaya Matahari hanya mengenai separuh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi, dan ada saat cahaya Matahari berada di belakang permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi. Perubahan kenampakan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

[gambar perubahan kenampakan bulan, bulan setengah bulan tiga perempat ,bulan sabit bulan purnama ,sinar matahari bulan baru,bulan sabit bulan setengah,bulan tiga perempat]

1. Bulan Baru atau Bulan Mati

Bulan tidak terlihat dari Bumi karena permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan sinar Matahari. Posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.

2. Bulan Sabit

Hanya sebagian kecil permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi terkena sinar Matahari. Sehingga bentuk Bulan tampak seperti sabit.

3. Bulan Setengah

Permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi, separuhnya terkena sinar Matahari. Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut 90o. Bulan tampak dari Bumi berbentuk ½ lingkaran.

4. Bulan Bungkuk

Bulan tampak dari Bumi berbentuk ¾ lingkaran. Permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi hampir seluruhnya terkena sinar Matahari, hanya sebagian kecil yang gelap

 5. Bulan Penuh atau Bulan Purnama

Bentuk Bulan dari Bumi tampak satu lingkaran penuh karena seluruh permukaan yang menghadap Bumi terkena sinar Matahari. Posisi Bulan berada di belakang Bumi, atau Bumi di antara Matahari dan Bulan.

 Perubahan bentuk Bulan dari Bulan Baru sampai Bulan Purnama adalah perjalanan Bulan dari awal bulan sampai pertengahan bulan atau sekitar 14 hari. Setelah 14 hari Bulan tampak penuh, bentuk selanjutnya mengikuti posisi Bulan menjalani setengah putaran ke posisi awalnya hingga mencapai waktu 29 ½ hari..

Bentuk Bulan yang tampak dari Bumi berhubungan dengan pasang naik dan pasang surut, karena posisi Bulan juga mempengaruhi bagian Bumi yang mengalami pasang. Saat Bulan Purnama, pasang naik air laut mencapai ketinggian paling tinggi, sedang pasang surut paling rendah.

Soal