Semester 1 Bab 1 Zaman Pra-Aksara

Bab 1 Zaman Pra-Aksara

 

Kompetensi :

Menjelaskan zaman Pra-Aksara

Memahami kehidupan masyarakat Pra-Aksara

Mengidentifikasi zaman  Pra Aksara Indonesia

 

            Zaman pra-aksara adalah zaman dimana masyarakat belum mengenal aksara atau tulisan. Biasanya mereka berinteraksi secara lisan atau dengan gambar.

PEMBAGIAN ZAMAN PRA-AKSARA

            Zaman pra-aksara dibagi menjadi dua, yaitu zaman batu dan zaman logam. Setiap zaman memiliki ciri masing-masing. Misalnya pada zaman batu, sebagian besar alat yang diciptakan sehari-hari terbuat oleh batu. Manusia pra-aksara menggunakan batu sebagai alat untuk berbagai keperluan, contohnya memotong kayu, menghidupkan api, atau menangkap binatang buruan.

            Zaman batu terbagi menjadi:

  1. Zaman Batu Tua (paleolitikum) diperkirakan berlangsung selama 600.000 tahun.

Ciri-ciri:

  • Manusia hanya menggunakan alat-alat yang paling dekat dengan lingkungan
  • Kehidupan masih nomaden atau berpindah-pindah
  • Kegiatan hidup masih food gathering atau mengumpulkan makanan tahap awal

Manusia pendukung:

  • Meganthropus paleojavanicus dianggap sebagai manusia tertua yang hidup di Jawa kira-kira 2 juta sampai 1 juta tahun silam. Ciri-ciri manusia ini memiliki rahang mirip kera dan terus berevolusi dan mengembangkan peradaban batu tua kira-kira 600.000 tahun silam. Fosil ditemukan di Desa Sangiran, Lembah Sungai Bengawan Solo oleh von Koenigswald pada 1941.
  • Pithecanthropus robustus dan Pithecanthropus mojokertensis merupakan generasi lebih muda dibanding dengan jenis manusia pertama. Fosil ditemukan di Lembah Kali Brantas oleh von Koenigswald pada 1936.
  • Pithecanthropus erectus masih memiliki tingkat kemampuan berpikir yang rendah dengan volume otak 900 cc, padahal volume otak manusia normal adalah 1000 cc. Jenis manusia ini hidup antara 1 juta-600.000 tahun silam atau pada zaman neolitikum. Pithecanthropus memiliki dahi yang sangat sempit, busur alis mata yang tebal, otak yang kecil, rahang yang besar, dan geraham yang kokoh. Fosil ditemukan di Trinil, Lembah Bengawan Solo oleh Eugene Dubois pada 1890.
  • Homo soloensis dan Homo wajakensis disebut homo atau manusia karena telah mirip manusia modern sekarang. Diperkirakan manusia Solo hidup antara 900.000-200.000 tahun silam. Manusia Wajak hidup antara 60.000-25.000 tahun silam. Manusia Wajak dianggap sebagai nenek moyang bangsa asli Australia (Aborigin). Fosil ditemukan di Solo dan Wajak antara 1931-1934.

Hasil kebudayaan:

  • Kapak Penetak (Chopper) dari Pacitan
  • Kapak Perimbas dari Pacitan
  • Alat-alat tulang dan tanduk rusa dari Ngandong
  • Flake (alat-alat yang terbuat dari batu-batu kecil) dari Ngandong
  1. Zaman Batu Tengah (mesolitikum)

Ciri-ciri:

  • Manusia pendukungnya bertempat-tinggal menetap (semi nomaden)
  • Abris sous roche, yaitu manusia pendukung zaman ini juga bertempat tinggal di gua
  • Terdapat tumpukan sampah kjokkenmoddinger
  • Food gathering tahap lanjut
  • Sudah mengenal seni yang berkaitan dengan kepercayaan

Manusia pendukung:

  • Suku Irian (Indonesia)
  • Suku Sakai (Siak)
  • Suku Atca (Filipina)
  • Suku Aborigin (Australia)

Hasil kebudayaan:

  • Kapak genggam (Pebble)
  • Alat yang terbuat dari tulang
  • Flake
  • Kapak pendek
  1. Zaman Batu Muda (neolitikum)

Ciri-ciri:

  • Terjadinya food producing, atau peradaban manusia yang telah menghasilkan makanan
  • Disebut revolusi, karena terjadi revolusi dari food gathering ke food producing
  • Sudah mengenal tradisi pertukaran barang atau dagang
  • Tinggal menetap dengan tempat tinggal yang sudah permanen

Manusia pendukung:

  • Proto melayu, hidup pada kurang lebih 2000 SM. Prototipe manusia Proto melayu sekarang tercermin pada Suku Sasak, Toraja, Dayak dan Nias.
  • Suku Sasak
  • Suku Toraja
  • Suku Dayak
  • Suku Nias

Hasil kebudayaan:

  • Kapak lonjong
  • Kapak bahu
  • Kapak persegi
  • Tembikar
  • Barang-barang perhiasan
  1. Zaman Batu Besar (megalitikum)

Ciri-ciri:

  • Manusia pendukungnya telah menciptakan bangunan besar dari batu
  • Food producing
  • Tinggal menetap
  • Sudah mulai percaya kepada nenek moyang dan menghormati mereka

Manusia pendukung:

  • Proto melayu
  • Suku Nias
  • Suku Dayak
  • Suku Sasak
  • Suku Toraja

Hasil kebudayaan:

  • Menhir berupa tiang atau tugu
  • Dolmen atau meja batu, berfungsi sebagai penutup sarkofagus (tempat menyimpan mayat)
  • Sarkofagus atau keranda
  • Kubur batu
  • Punden berundak
  • Arca
  • Manik-manik atau perhiasan
  1. Zaman logam terjadi kurang lebih 10.000 tahun silam setelah zaman megalitikum. Alat-alat yang terbuat dari batu sudah tidak efektif lagi, sehingga para manusia pada zaman tersebut menggantinya dengan logam. Zaman logam terbagi menjadi zaman tembaga, perunggu dan besi. Tetapi Indonesia hanya mengalami zaman perunggu dan besi.

 

Ciri-ciri:

  • Mengenal teknologi perundagian (membuat, melebur, logam)
  • Perdagangan barter
  • Mulai mengenal daerah produsen dan konsumen
  • Mengganti batu dengan logam

Manusia pendukung:

  • Deutro melayu, hidup pada kurang lebih 300 SM.

Hasil kebudayaan:

  • Candrasa (kapak yang salah satu sisinya panjang)
  • Nekara (dandang dan alat upacara)
  • Moko (nekara yang tinggi panjang)
  • Alat-alat pertanian
  • Perhiasan

Kehidupan Masyarakat Pra-Aksara

  1. Kehidupan Sosial

Selama ratusan ribu tahun sejak zaman batu tua sampai zaman batu tengah,masyarakat pra-Aksara Indonesia hidup nomaden.Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berburu dan mencari makanan

Mereka tinggal untuk sementara dalam kelompok-kelompok kecil,tradisi ini dilakukan dari generasi ke generasi.Tidak ada perubahan yang berarti dalamkehidupan mereka yang disebut tradisi food gathering selama berabad-abad lamanya.

Mereka telah mampu menciptakan api dengan cara menggores-goreskan batu atau benda-benda keras lainnya hingga mengeluarkan api dan kemudian mereka membakar makanan binatang hasil buruannya.

  1. Bidang kepemimpinan

Mereka yang kuat dan yang pandai dalam berburu binatang kemungkinan akan diangkat menjadi pemimpin kelompoknya.Yang lemah biasa hanya menjadi pengikutnya.Pada kelompok manusi nomaden sudah dikenal adanaya kedudukan sosial dalam kelompoknya

Ketika jumlah anggota kelompoknya makin banyak,maka kepala kelompok harus berperan menjaga anggota kelompoknya dari seranagn binatang buas atau gangguan alam lainnya.

  1. Bidang Teknologi

Secara evolusioner mereka menggunakan batu perimbas yang digenggam untuk membunuh binatang.Mereka juga menggunakan tulang-tulang binatang yang dibunuhnya untuk dijadikan alat-alat panah. Penggunaan batu genggam dan tulang binatang sudah umum di Indonesia pada zaman batu tua dan tengah.

Penggunaan alat-alat tersebut dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda tersebut di Pacitan.Jumlah kelompok nomaden semakin banyak di seluruh kepulauan Nusantara.Penyebaran mereka yang berlangsung selama ratusan ribu tahun ditunjang oleh keadaaan geografis Indonesia.

Melalui evolusi yang sangat lama,akhirnya pefradaban pra-aksara Indonesia meninggalkan tradisi food gathering dan nomaden.Sejak akhir zaman mesolitikum dan zaman neolitikumperadaban pra-aksara indonesia ditandai dengan tradisi bercocok tanam dan menghasilkan makanan sendiri.Tradisi ini disebut tradisi food producing.

Melahirkan pula tradisi beternak,memelihara ikan dan bertempat tinggal tetap.

  1. Kehidupan ekonomi

Untuk menunjang kehidupan menetap manusia pra-aksara menciptakan alat-alat yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.Alat alat tersebut diantaranya alat-alat rumah tangga,alat-alat pertanian,alat-alat upacara ritual untuk menghormati nenek moyang serta alat untuk berburu.

Kehidupan ekonomi zaman pra-aksara dimulai dengan menenam berbagai ubi-ubian,sudah dapat menjinakkan binatang ternak untuk hewan peliharaan

Kemudian manusia zaman pra-aksara sudah pandai membuat gerabah untuk penyimpanan makanan dan alat untuk memasak.

Pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan sudah mulai dilakukan,di zaman ini laki-laki dewasa dibantu anak laki-laki berperan untuk memburu dan mencari makanan secara bergotong-royong,sementara para perempuan bekerja di rumah untuk memasak dan mengasuh anak.

  1. Sistem Kepercayaan

Sistem kepercayaan adalah Animisme dan Dinamisme

Mereka mempercayai adanya ruh yang tidak terlihat yaitu Animisme

Keyakinan bahwa ruh-ruh tersebut bisa berwujud dalam bentuk benda-benda yang disebut Dinamisme

Pada dasarnya sama yaitu percaya terhadap ruh-ruh.

Berdasarkan temua-temuan arkeologis diketahui bahwa peradaban megalitikum banyak berkaitan dengan tradisi pemujaan terhadap ruh dan arwah nenek moyang. Bangunan berupa Menhir,dolmen,sarkofagus,arca batu,punden berundak-undak adalah bentuk fisik dari kepercayaan animisme dan dinamisme.

  1. Perubahan sistem pengolahan makanan

Masyarakat food producing lebih maju dibandingkan dengan food gathering

 

Masa Praaksara di Indonesia

Pembagian masa praaksara berdasarkan geologi :

a. Arkaeozoikum

 Zaman ini terjadi sekitar 2500 juta tahun yang lalu. Belum ada kehidupan apapun karena kondisi/keadaan bumi yang masih panas.

 

b. Palaeozoikum

Zaman ini disebut juga Zaman Primer dan terjadi sekitar 340 juta tahun yang lalu. Sudah ada kehidupan berupa makhluk bersel satu. Kondisi bumipun masih panas.

 

c. Mesozoikum

Zaman ini disebut juga Zaman Sekunder dan terjadi sekitar 140 juta tahun yang lalu. Di zaman ini, mulai muncul reptil-reptil raksasa yang disebut dinosaurus. Zaman ini disebut juga Zaman Reptil.

 

d. Neozoikum

Zaman ini disebut juga Kainozoikum dan terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini terbagi menjadi dua masa, yaitu Zaman Tersier yang ditandai dengan munculnya binatang-binatang mamalia dan Zaman Kuarter yang ditandai dengan munculnya jenis manusia purba. Zaman Kuarter terbagi lagi menjadi dua, yaitu Zaman Dilluvium (Pleistosin) atau zaman es dan Zaman Alluvium (Holosin) yang ditandai dengan munculnya manusia.

 

Pembagian masa praaksara berdasarkan arkeologi dan corak kehidupannya :

 

Berdasarkan arkeologi :

 

1) Zaman Batu

Zaman Batu merupakan zaman dimana manusia menggunakan batu menjadi bahan utama untuk membuat peralatan hidup. Zaman batu dibagi menjadi 4, yaitu :

  • Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
  • Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
  • Zaman Batu Muda (Neolithikum)
  • Zaman Batu Besar (Megalithikum).

 

Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)

 

Ciri-ciri Zaman Batu Tua :

 

1. Manusia menggunakan alat-alat dari batu, sebagian kecil dari tulang yang kasar.
2. Alat yang digunakan berupa kapak genggam, kapak berimbas, dan alat serpik.
3. Bertempat tinggal secara berpindah-pindah (nomaden).
4. Belum mengenal seni.
5. Manusia hidup dengan cara meramu dan berburu (food gathering).

Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di Pacitan dan Ngandong, Jawa Timur.

 

Zaman Batu Madya (Mesolithikum)

 

Ciri-ciri Zaman Batu Madya :

 

1. Alat-alat yang digunakan lebih halus daripada Zaman Batu Tua.
2. Ditemukan goa tempat tinggal (abris sous roche).
3. Mulai mengenal seni yang berupa lukisan cap tangan di dinding gua.
4. Ditemukan bukit karang hasil sisa sampah dapur (kjokkenmoddinger).
5. Mulai mengenal kepercayaan.

Mulai ditemukan pebble atau kapak Sumatera.

Zaman Batu Muda (Neolithikum)

 

Ciri-ciri Zaman Batu Muda :

 

1. Peralatan yang digunakan batu sudah  dihaluskan.
2. Mengenal pakaian dari kayu, perhiasan manik-manik.
3. Tempat tinggal mulai menetap (sedenter).
4. Mulai bercocok tanam (food producing).
5. Kepercayaan animisme dan dinamisme mulai berkembang.

Ditemukannya kapak lonjong dan beliung persegi.

 

Zaman Batu Besar (Megalithikum)

 

Zaman Megalithikum merupakan zaman manusia membuat kebudayaan dari batu-batu besar. Hasil kehidupannya adalah :

 

  • Menhir merupakan tugu baru yang digunakan untuk memuja arwah leluhur.
  • Dolmen merupakan meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji
  • Kubur batu merupakan tempat yang menyimpan mayat. Ada dua macam, yaitu waruga (berbentuk kubus) dan sarkofagus (berbentuk lesung).
  • Punden berundak merupakan bangunan batu yang disusun berundak-undak.

 

Guna dari artefak besar ini adalah sarana untuk memuja roh-roh nenek moyang. Pada zaman ini, mulai muncul kepercayaan kepada fenomena alam dan roh nenek moyang.

 

2) Zaman Logam

 

Pada zaman ini, barang dan alat logam sudah dikenal (menjadi alat yang dominan) dan peralatan dari batu pun terus berkembang. Zaman Logam dibagi menjadi tiga, yaitu :

- Zaman Perunggu
- Zaman Tembaga (tidak dikenal di Indonesia)
- Zaman Besi

 

Peninggalan pada Zaman Logam adalah nekara, moko, kapak corong/kapak sepatu, arca perunggu, dan bejana perunggu. Nekara merupakan genderang besar yang terbuat dari perunggu yang berfungsi untuk upacara ritual (khususnya untuk memanggil hujan). Nekara terbesar di Indonesia adalah Nekara “The Moon of Pejeng” yang terdapat di Bali. Sedangkan moko adalah nekara yang lebih kecil yang berfungsi sebagai mas kawin.

Selain perunggu, logam lain yang digunakan pada zaman itu adalah besi. peninggalan dari Zaman Besi berupa senjata tombak dan mata panah. Ada pula alat pertanian seperti cangkul, sabit, dan mata bajak. Peninggalan dari besi susah ditemui karena sifat besi yang mudah berkarat.

 

b. Berdasarkan corak kehidupannya :

 

1) Masa Berburu

Masa Berburu berlangsung bersamaan dengan Zaman Batu Tua (Palaeolithikum). Maka dari itu, Masa Meramu dan Berburu ini hampir sama dengan Zaman Batu Tua. Kegiatan pokoknya adalah mengumpulkan makanan dari hasil hutan (atau berburu). Kehidupan masyarakat pada saat itu hanya bergantung pada alam. Manusia pada saat itu bertempat tinggal secara berpindah-pindah (nomaden). Beberapa alat yang digunakan pada Zaman Meramu dan Berburu adalah :

-          Kapak perimbas yang digunakan untuk merimbas (memotong) kayu dan menguliti binatang.

-          Kapak genggam yang digunakan untuk mencari ubi dan memotong daging hasil buruan.

-          Tombak yang digunakan untuk berburu binatang buas.

 

Pada masa ini, manusia sudah menggunakan api untuk memasak, penerangan, dan menghalau binatang buas.

 

2) Masa Bercocok Tanam

 

Di jaman ini, manusia mulai bercocok tanam diladang/sawah. Peralatan pun mulai diasah seperti kapak batu, mata anak panah, mata tombak. Yang terkenal adalah beliung persegi. Tempat-tempat yang ditemukan kapak dan beliung persegi yang masih kasar disebut atelier. Atelier ditemukan di Punung, Jawa Timur dan Pasir Kawat, Jawa Barat. Manusia mulai bertempat tinggal tetap (sedenter). Tempat tinggalnya perlahan-lahan berbentuk  ke bentuk yang lebih baik. Mulai mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Mulai juga ditemukan kapak lonjong. Kapak lonjong merupakan alat untuk berburu yang tidak bisa ditemukan di daerah Indonesia Barat.

 

3) Masa Perundagian

 

Masa ini merupakan perkembangan dari masa bercocok tanam. Masa Perundagian ditandai dengan munculnya kaum undagi, yaitu sekelompok orang yang ahli menciptakan suatu barang berupa cetakan dari perunggu, besi, dan gerabah. Pada masa itu, ada teknik khusus dalam menciptakan logam, yaitu teknik mencetak logam dengan cara berulang-ulang yang disebut bivalve. Di jaman itu, mulai adanya perkampungan, dan adanya kegiatan perdagangan serta pelayaran. Pada saat itu, masyarakat hidup penuh setia kawan dan solidaritas.

 

Berakhirnya Masa Praaksara di Indonesia

 

Berakhirnya masa praaksara tiap-tiap bangsa tidak bersamaan. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan tingkat peradaban dari bangsa-bangsa yang bersangkutan. Bangsa Sumeria misalnya, telah mengenal tulisan sejak 4000 SM. Bangsa Sumeria menggunakan simbol-simbol sebagai huruf yang disebut piktograf. Sedangkan, Bangsa Mesir Kuno mengenal tulisan sejak 3000 SM. Tulisan Bangsa Mesir Kuno hampir sama dengan tulisan Bangsa Sumeria. Hanya perbedaannya, huruf Bangsa Mesir Kuno menggunakan simbol-simbol seperti perkakas, hewan, atau alat transportasi tertentu. Huruf ini disebut hieroglif.
Indonesia mengakhiri masa praaksara pada awal abad ke-5 Masehi. Para pedagang India datang pada saat itu dan membawa kebudayaan dari India berupa seni arsitektur bangunan, sistem pemerintahan, seni sastra dan tulisan. Tulisan tertua di Indonesia terdapat di Batu Yupa, Kutai, Kalimantan Timur. Tulisan tersebut menggunakan huruf Pallawa. Sejak berakhirnya masa praaksara, muncullah masa aksara (masa sejarah). Di Indonesia, sudah mengalami kemajuan. Sistem pemerintahan kerajaan mulai berkembang, agama Hindu-Buddha mulai berkembang. Kegiatan perdagangan dan pelayaran pun semakin maju.

 

 

 

 

 

 

 

Soal