Semester 2 Bab 7-Lingkungan Sekolah

BAB 7

LINGKUNGAN SEKOLAH

 

Standar Kompetensi

  1. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek.
  2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan si buku, dan baca puisi.
  3. Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama.
  4. Mengungkapkan pikiran dan informasi secara tertulis dalam bentuk naskah pidato dan surat resmi.

Kompetensi Dasar

  1. Menyimpulkan isi berita yang didengar dari televisi atau radio.
  2. Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dan lain-lain) dengan lafal, intonasi, dan sikap yang tepat.
  3. Menemukan makna tersirat suatu teks melalui membaca teks.
  4. Menyusun naskah pidato atau sambutan (perpisahan, ulang tahun, perayaan sekolah, dan lain-lain) dengan bahasa yang baik dan benar seta memerhatikan penggunaan ejaan.

 

Indikator

Setelah mempelajari subbab berikut, kamu dapat:

  • Menyebutkan momen atau peristiwa ke dalam latarbelakangi pidato.
  • Membuat kerangka pidato;
  • Mengembangkan kerangka pidato ke dalam beberapa kalimat;
  • Menyusun naskah pidato, serta
  • Membacakan naskah pidato dengan lafal, intonasi, dinamika suara, dan ekspresi yang tepat.
  • Menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam beberapa kalimat;
  • Menanggapi isi berita yang didengar;
  • Menyimpulkan isi berita yang didengar;

 

 

 

Membuka Pikiran

Sambutan tepuk tangan yang sangat meriah dari para undangan pada malam tujuh belasan ketika saat Shiska memberi sambutan pertanggungjawaban menyelenggaraan malam tirakatan menyambut HUT RI ke 65 dari wakil muda-mudi. Para hadirin diantaranya teman muda-mudi kagum saat Shiska berpidato dengan  kata-kata yang penuh penjiwaan , membuat teman-temannya terharu dan bangga. Shiska penuh percaya diri karena semuanya telah dipersiapkan sebelumnya. Apa sajakah yang perlu dipersiapkan sebelum berpidato menurut pendapatmu? Berilah penjelasan!

Pada bab ini kamu akan mempelajari cara berpidato yang baik. Ikutilah dengan perhatian yang penuh.selain ini, kamu akan belajar mengimpulkan isi berita yang kamu dengar, dancara menemukan  makna tersirat dalam sebuah teks.

 

Memahami Konsep


A.      Menyusun dan Membacakan Naskah Pidato

Pidato merupakan kegiatan berbicara. Berpidato bisa dilakukan berdasarkan teks/naskah pidato (yang sudah disiapkan sebelumnya), berdasarkan catatan tentang garis besar isi pidato, ada pula yang serta merta, tanpa teks. Bagi pemula, dalam berpidato sebaiknya menggunakan teks/naskah pidato agar lancar.

Sekarang mari berlatih menyusun naskah pidato. Naskah pidato disusun berdasarkan langkah-langkah berikut.

1. Menentukan tema atau pokok pembicaraan.

Tema disesuaikan dengan peristiwa yang melatarbelakangi pidato. Misalnya, untuk acara perpisahan, kamu bisa menyampaikan tema “Berterima kasih kepada

Bapak-bapak/Ibu-ibu Guru”.

2.Mendaftar pokok-pokok isi yang akan disampaikan dalam pidato.

3.Menentukan tujuan pidato.

Tujuan pidato bermacam-macam, misalnya untuk mengemukakan atau menyampaikan

sesuatu, menghibur, menjelaskan sesuatu atau mempengaruhi pendengar.

4. Menyusun kerangka pidato.

Kerangka pidato terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup.

a. Pendahuluan, berisi: salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan, ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang terkait, dan tujuan pidato.

b. Isi. Isi pidato berisi uraian materi pidato. Isi pidato harus sesuai dengan tema.

Penutup, berisi kesimpulan, saran, kritik, harapan-harapan, ucapan terima

c. kasih, permohonan maaf, dan salam penutup.

5. Mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato.

  1. Menyusun kerangka pidato.

Kerangka pidato terdiri dari tiga bagian pokok sebagai berikut:

  • Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisi salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan, ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang terkait, dan tujuan pidato.

  • Isi

Isi pidato berisi tentang permasahan atau materi yang akan dikemukakan.

  • Penutup

Penutup berisi kesimpulan, kritik, saran, harapan-harapan, ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan salam penutup.

      2. Menyusun kerangka pidato menjadi teks pidato. naskah pidato sebaiknya disusun dengan menggunakan bahasa baku karena biasanya pidato disampaikan dalam situasi formal.

 

Berikut ini merupakan contoh kerangka pidato pada acara tirakatan malam HUR RI di Desa atau kampung.

  • Pendahuluan
  1. Salam pembuka
  2. Ucapan syukur kepada Tuhan
  3. Ucapan terima kasih kepada yang menghadiri

 

  • Isi
  1. perkenanlah saya atas nama rekan-rekan sekelas menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang telah berhasil mendidik dan mengajar kami dengan maksimal, sehingga kami menamatkan pelajaran di sekolah ini. Mohon doa restu agar muda-mudi setelah mengadakan penyelenggaraan malam tirakatan malam ini dapat memperbaiki diri.
  2. Segala pesan, petunjuk, petuah dan bimbingan yang selama ini kami dapatkan, insya Allah akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya.
  3. Sesungguhnya perpisahan ini sangat berat kami rasakan, namun mengingat masa depan kami yang harus kami sambut dengan meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, maka perpisahan ini kami terima dengan hati yang ikhlas dan penuh sikap tawakal kepada Allah S.W.T.

 

  • Penutup
  1. Tak lupa kami  mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini.
  2. Kami mohon doa restu pada Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru demi kelancaran dan kesuksesan kami di jenjang pendidikan selanjutnya.
  3. Salam penutup

 

 

  • Menyusun Naskah Pidato dan Praktik Berpidato

Berdasarkan contoh kerangka pidato di atas dapat dibuat naskah pidato seperti berikut.

 

Sambutan Murid kepada Guru pada Acara Perpisahan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang kami muliakan, izinkanlah saya berdiri sejenak dihadapan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang kami muliakan untuk mewakili rekan-rekan yang telah menamatkan pelajaran di Sekolah Dasar Negeri Sukamaju yang kami cintai ini. Pertama-tama, marilah kita menghaturkan puji syukur ke hadirat Allah S.W.T. karena kita semua mendapat berkah dan karunia-Nya sehingga dapat hadir dan berkumpul di aula sekolah ini tanpa halangan yang berarti.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang sangat kami cintai lagi kami muliakan, terlebih dahulu, perkenanlah saya atas nama rekan-rekan sekelas menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang telah berhasil mendidik dan mengajar kami dengan maksimal, sehingga kami menamatkan pelajaran di sekolah ini.

Selama 6 tahun kami menuntut ilmu di sekolah yang tercinta ini, maka selama itu pulalah kami telah menjalin ikatan batin yang sangat kuat lagi dalam dengan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru di sini. Bagi kami, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru sebenarnya adalah orang tua kandung kami sendiri yang sangat besar jasanya bagi kami semua, sehingga apa-apa yang telah

Bapak dan Ibu ajarkan kepada kami, akan senantiasa kami ingat dan catat dalam hati sanubari kami semua. Segala pesan, petunjuk, petuah dan bimbingan yang selama ini kami dapatkan, insya Allah akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang sangat kami cintai lagi kami muliakan, tidak lama lagi, kami murid-murid kelas enam akan meninggalkan sekolah ini, yang berarti pula meninggalkan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang kami cintai. Sesungguhnya perpisahan ini sangat berat kami rasakan, namun mengingat masa depan kami yang harus kami sambut dengan meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, maka perpisahan ini kami terima dengan hati yang ikhlas dan penuh sikap tawakal kepada Allah S.W.T.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru, di hari-hari mendatang kami tentu tidak dapat lagi berdekatan seperti selama enam tahun belakangan ini. Namun demikian, jauhnya jarak bukan berarti juga jauhnya ikatan batin kami dengan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru. Di hati kami, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru masih sangat dekat seperti layaknya kami semua masih di sekolah ini.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru yang sangat kami cintai lagi kami muliakan, jasa dan pengabdian Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru selama ini dalam mendidik, mengajar, membimbing dan mengasuh kami selama bersekolah di SD Negeri Sukamaju ini, sungguh sangat besar. Kami tidak dapat membalas kebaikan dan jasa Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru dengan apa pun, selain dengan doa dan permohonan kami, agar kiranya AllahS.W.T. berkenan memberkahi serta meridlai Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru dengan diberi-Nya keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan serta taufik dan hidayah-Nya.

Amin Ya Allah Ya Rabbal’Alamiin.

Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan, tak lupa kami  mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini. Kami mohon doa restu pada Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru demi kelancaran dan kesuksesan kami di jenjang pendidikan selanjutnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Setelah menyusun naskah pidato, kamu dapat mencoba mempraktikkan pidato tersebut. Pada waktu berpidato, lafal, intonasi, dan volume berbicara harus tepat. Lafal ialah cara mengucapkan bunyi bahasa (huruf, kata, dan frasa). Lafal sangat berhubungan dengan kejelasan ucapan. Setiap kata harus diucapkan dengan jelas. Setiap huruf juga harus dibaca dengan benar. Intonasi ialah ketepatan saat mengucapkan tnggi rendahnya suku kata, frasa, atau kalimat. Intoasi berhubungan dengan cara melagukan kalimat. Volume ialah tingkat keras dan lemahnya suara. Untuk mengontrol volume suara, kamu perlu memerhatikan ukuran ruang atau tempat ketika berpidato.

Berpidato dapat disampaika dengan beberapa cara, diantarany dengan membaca naskah, menghafal naskah, menggunakan kerangka pidato, dan tanpa naskah. Mungkin kamu belum terbiasa berbicara di depan orang banyak, kamu bisa menggunakan teks pidato. di bawah ini adalah cara-cara berpidato dengan menggunakan teks pidato.

a)      Bacalah naskah untuk memahami isinya, sebelum berpidato.

b)      Ketahuilah hal-hal yang perlu diingat (tujuan, nama acara, dan undangan yang hadir).

c)       Ketika berpidato, guaka intonasi yang tepat.

d)      Pandangan mata jangan selalu terarah pada naskah, sesekali mata diarahkan kepada hadirin.

 

Mengenali Fakta Mengenali Makna

Pada saat berpidato, kamu mungkin merasa kawatir, grogi, tegang dan keluar keringat dingin. Hal seperti ini biasa terjadi bagi orang awal, yang akan melakukan pidato. supaya kamu tidak terganggu oleh perasaan tersebut, perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Bersikaplah tenang pada saat kamu memulai berpidato.
  2. Berpikirlah yang positif untuk menghilangkan rasa takut dan kawatir.
  3. Jangan memulai pidato dengan membaca yang terikat pada teks.
  4. Berusaha agar dapat menarik perhatian  bagi yang  mengengarkan.
  5. Penyampaiannya besifat wajar janga buat-buat.

Sumber: Umri dan Indriyani2008 BSE Bahasa Indonesia untuk SD kelas VI

 

 B.      Menyimpulkan isi Berita dan Menemukan Makna Tersirat

1.        Menyimpulkan Berita

Televisi atau radio selain menyajikan hiburan, juga merupakan sumber informasi yang penting bagi kita. Melalui televisi atau radio kita sering menyaksikan acara berita. Berita adalah cerita mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita yang disajikan di televisi atau radio dibacakan oleh seorang pembaca berita. Untuk memahami berita di televisi atau radio, amu harus mendengarkannya dengan saksama karena  teks berita hanya dibacakan sekali.

 materi_bhs_indo_6b_bab1_gambar1.jpg 

Cara menyimpulkan isi berita adalah menyimak berita saksama dan mencatat pokok-pokok berita pada saat mendengarkan berita. Catatlah pokok-pokok berita dengan kalimat pendek agar tidak ketinggalan dalam menyimak berita. Membuat kesimpulan berita. Kesimpulan dibuat dengan merangkaikan pokok-pokok berita yang telah dicatat menjadi beberapa kalimat.

Pokok-pokok berita yang dapat dicatat adalah:

a)      Tema atau topik berita

b)      Kajadian yang diberitakan

c)       Orang yang diberitakan

d)      Tempat terjadinya peristiwa yang diberitakan

e)      Kapan waktu terjadi peristiwa diberitakan

f)       Proses terjadinya atau sebab akibat kejian yang diberitakan

 

Memperkaya Memori

Berita adalah cerita, keterangan, atau kabar mengenai peristiwa yang terjadi. Berita biasanya disiarkan melalui media elektronik, contoh radio dan televisi. Berita juga disampaikan melalui media etak, seperti surat kabar, tabloid dam majalah.

Saat sekarang sudah ada internet maka masyarakat dapat membaca atau mengambil berita dari internet. Hal yang perlu dicatat dalam sebuah berita adalah tema, peristiwa, objek atau orang, tempat, waktu, dan proses kejadian.

 Sumber: Fitriani Lestari H. LKS BI kelas VI 2009

 

2.       Menemukan Makna Tersirat dalam Bacaan

Apabila kamu merasa kesulitan dalam memahami makna dari sebuah bacaan. Hal seperti ini disebut dengan istilah makna tersirat. Makna tersirat dapat ditemukan dengan mambaca intensif. Cara kamu menemukan makna tersirat di dalam bacaan adalah:

  1. Membaca dengan teliti dan saksama setiap paragraf.
  2. Memahami inti atau isi bacaan setiap paragraf.
  3. Menghubungkan atau merangkaikan inti atai isi bacaan dari tiap paragraf.
  4. Menemukan maksud penulis yang tersirat dalam bacaan berdasarkan isi bacaan yang ditemukan.

Suatu teks kadang-kadang mengandung makna tersirat. Makna tersirat tidak dapat langsung ditemukan oleh pembacanya karena sifatnya yang tersirat/terselubung/ tersembunyi. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan membaca intensif atau membaca teliti. Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut.

 

3.       Kalimat Pengandaian

Kalimat pengandaian merupakan kalimat yang digunakan untuk mengandaikan sesuatu. Kalimat tersebut ditandai dengan penggunaan kata jika. Kata lain yang dapat digunakan untuk menandai kalimat pengandaian, ialah seandainya, andaikata, andaikan, sekiranya, dan seumpama dalam sebuah kalimat pengandaian. Contoh: belilah mobil itu seandainya kamu punya banyak uang.

 

4.       Imbuhan me-

Perhatikan contoh kata berikut.

mencair, melebar, menyempit, dan memeriksa

Kata-kata tersebut dibentuk dari proses pengimbuhan berikut ini.

me + cair

me + lebar

 mencair

 melebare + sempit          menyempit

me + periksa          memeriksa

Khusus untuk kata-kata dasar yang berhuruf awal k, p, t, dan s jika

mendapat imbuhan akan luluh. Contoh:

me + kunyah         mengunyah

me + tulis           menulis

 

Sumber: Edi Warsidi dan Farika 2008 BSE bahasa Indonesia Membuatku Cerdas untuk kelas Vi SD/MI

 

Memperkaya Memori

Inbuhan me-berfungsi membentuk kata kerja aktif. Imbuhan me- ada yang membutuhkan kehadiran objek di belakangnya yang dinamakan kata kerja aktif transitif.  Contoh  Penyelam menyisir pantai untuk menemukan korban korban yang tertelan ombak.

Sedangkan imbuhan me- yang tidak memerlukan kehadiran objek yang dinamakan dengan kata kerja aktif intransitif. Contoh: Merapi pada Rabu, 26-10-2010 sedang meletus.

Soal