Semester 2 Bab 5-Daur Hidup Hewan

BAB 5

Daur Hidup Hewan

Standar Kompetensi:

4. Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup

Kompetensi Dasar:

4.1 Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya ayam, kucing, ular,

kupu-kupu, katak, nyamuk, kecoak, dan belalang

4.2 Menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan misalnya ayam, ikan, dan kucing

Indikator:

1. Menjelaskan perbedaan hewan yang berkembang biak secara ovivar, vivivar dan ovovivivar

2. Menjelaskan perbedaan daur hidup dan metamorfosis beserta contohnya

3. Memberikan contoh daur hidup dan metamorfosis

4. Membedakan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna

 

A. Daur Hidup tanpa Metamorfosis

Selama pertumbuhan dan perkembangannya, hewan mengalami daur hidup. Dalam daur hidupnya, ada hewan yang mengalami perubahan bentuk dan ada yang tidak. Misalnya yang dialami ayam dan  kupukupu mulai dari telur sampai akhir hidupnya (hewan mati). Kupu-kupumengalami perubahan bentuk dalam daur hidupnya, sedangkan ayamtidak. Jika dalam daur hidupnya itu hewan mengalami perubahan bentuk tubuh, berarti hewan itu mengalami metamorfosis.

1. Daur Hidup Kucing

Gambar: Kucing

Kucing betina hamil sekitar 9minggu. Ia bisa melahirkan 2-5 ekor. Anak kucing yang baru lahir tak berdaya. Matanya tertutup selama minggu pertama atau lebih, dan mulai merangkak pelan setelah berusia dua minggu. Ia hidup dari susu induknya. Selama masa menyusu, anak-anak kucing menyusu dari puting susu di dalam perut induknya. Setelah sekitar 8 minggu, ia mulai berangsur-angsur berhenti menyusu dan mulai makan makanan padat. Proses ini disebut penyapihan.

Anak-anak kucing menghabiskan waktu dengan saling kejar ekor, saling terkam dan bergumul. Permainan ini bertujuan serius untuk melatih keterampilan berburu, reaksi cepat, kekuatan serta keluwesan, yang berguna nanti ketika mereka harus mandiri.

Induk kucingmenjaga anak-anaknya sampai bisamandiri. Sekitar 4minggu kemudian, induknya siap untuk kawin lagi.

2. Daur Hidup Ayam

. .

telur menetas anak ayam ayam dewasa

Ayam bertelur. Telur ayam dierami induknya selama 21 hari. Dalam pertumbuhannya di dalam telur sempurna, telurmenetasmenjadi anak ayam.

Anak ayam makin hari tumbuhmenjadi besar dan dewasa. Ayam betina akan tumbuh seperti induknya. Sedangkan yang jantan akan tumbuh menjadi jago dewasa.

3. Daur Hidup Ular

Daur hidup ular tanpa mengalami metamorfosis. Ular bertelur di dalam liangnya. Telurnya ditinggalkan hingga menetas dan anaknya mengurus diri sendiri. Namun ada juga beberapa jenis ular, seperti ular Sanca,melindungi telur-telurnya dengan melingkarinya hingga menetas. Saat menetas, kepala anak ular keluar terlebih dahulu. Lidahnya terjulur untukmemeriksa keadaan sekitar. Anak ular kemudian berjuang sendiri mencari makan hingga tumbuh dewasa dan berkembang biak seperti induknya.

 

B. Daur Hidup dengan Metamorfosis

Berdasarkan bentuk tubuh hewan, metamorfosis dibagimenjadi dua, yaitumetamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

1. Metamorfosis Sempurna

a. Daur Hidup Kupu-kupu

Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur. Telur kupu-kupu bentuknya sangat kecil dan biasanya dilekatkan di daun. Dari telur tersebut menetaslah ulat. Hampir keseluruhan waktu ulat dihabiskan untuk makan. Ulat biasanya memakan dedaunan. Bila sampai waktunya, ulat ini akan membangun selimut berupa kepompong.

Gambar Telur, ulat, kepompong, kupu-kupu

Dalam kepompong ulat berpuasa tidak makan maupun minum sampai waktu yang cukup lama. Setelah beberapa lama, dari dalam kepompong itu muncullah seekor kupu-kupu yang indah. Daur hidup kupukupu termasuk metamorfosis sempurna. 

b. Daur Hidup Katak

Telur katak menetas jadi larva atau berudu yang belum bertungkai. Tungkainya terbentuk pada tahap pertumbuhan berikutnya di air. Pada tahap larva, katak bernapas melalui insang seperti ikan. Ketika dewasa paru-parunya berkembang untuk pernapasan di darat. Berudu mulai menghirup udara dari permukaan air. Anak katak meninggalkan air setelah 16 minggu sejak menetas dari telur. Ekor katak muda mengecil dan lama-kelamaan menghilang. Secara bertahap berudu berubah jadi katak dewasa dan naik ke darat. Proses daur hidup katak termasuk metamorfosis sempurna.

 

c. Daur Hidup Nyamuk

gambar nyamuk muda, telur,jentik,pupa,nyamuk dewasa

Jika nyamuk betina bertelur, telur nyamuk menetas menjadi jentik-jentik. Jentikjentik berubah menjadi kepompong. Kepompong berubah bentuk menjadi nyamuk muda, dan kemudian menjadi nyamuk dewasa. Karena perubahan bentuknya mengalami tahap kepompong, maka nyamuk dikatakan mengalami metamorfosis sempurna.

d. Daur Hidup Lalat

Lalat banyak kita jumpai di tempat-tempat yang kotor. Oleh karena itu, lalat juga bertelur di tempat yang kotor seperti timbunan sampah dan kotoran. Jika menetas telur lalat berubah menjadi belatung (larva). Belatung bentuknya mirip dengan cacing kecil dan dapat merayap ke mana-mana untuk mencari makan. Selanjutnya belatung menjadi pupa. Pupa tidak bergerak, ia menempel di tempat kotor. Setelah beberapa hari kemudian berubah menjadi lalat. Lalat terbang mencari makan di tempat kotor. Lalat dewasa bertelur di tempat itu juga. Dari telur ini daur hidup lalat dimulai lagi. Jadi dalam daur hidupnya lalat mengalami metamorfosis yang sempurna.

 

2. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah tahap yang dilalui hewan yang saat lahir tidak terlalu berbeda bentuknya dengan hewan dewasa. Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada kecoak (lipas) dan belalang.

a. Daur Hidup Kecoak

gambar tempayak, kecoak dewasa,telur dalam selubung

                Kecoak mengalami metamorfosis tidak sempurna. Hal ini karena kecoak tidak mengalami tahap pupa/kepompong dan bentuk kecoak anak tidak jauh berbeda dengan kecoak dewasa.

Kecoak berkembang biak dengan bertelur. Telur kecoak menetas menjadi kecoak anak. Kecoak anak ini bentuknya tidak jauh berbeda dari induknya, hanya tidak mempunyai sayap. Kecoak anak ini lalu tumbuh menjadi kecoak dewasa yang bersayap. Kecoak dewasa dapat terbang dan bertelur di tempat yang kotor. Dari sini, daur hidup kecoak yang baru dimulai lagi.

b. Daur Hidup Jangkrik dan Belalang Seperti kecoak, jangkrik, dan belalang juga mengalami metamorfosis tidak sempurna. Setelah kawin, jangkrik atau belalang bertelur melalui ovipositoru,

biasanya di dalam tanah atau pada dahan tumbuhan. Otot-otot perutnya mengendur dan meregang sehingga mendorong telur-telur ke lubang di tanah. Telur menetas jadi larva yang disebut nimfa, yang sosoknya sudah seperti induknya, tapi tanpa sayap. Mereka makan dengan rakus dan berganti-ganti kulit, bertambah besar dan semakin dewasa. Beberapa minggu atau bulan berikutnya, setelah berganti kulit sekitar 5 kali, nimfa berganti kulit lagi dan menjadi dewasa dengan sayap sempurna. Jangkrik termasuk kelompok serangga orthoptera, kelompok yang juga mencakup belalang.

 

B. Pertumbuhan pada Hewan

Apa yang dapat kita ketahui dari contoh-contoh daur hidup hewan di atas? Ya, hewan-hewan di atas semuanya mengalami pertumbuhan. Mereka tumbuh dari kecil hingga dewasa seperti induknya.

Berubahnya bentuk larva menjadi nyamuk atau telur katak menjadi berudu menunjukkan bahwa hewan-hewan itu tumbuh. Begitu pula bertambah besarnya anak kucing sehingga menjadi kucing dewasa menunjukkan bahwa anak kucing mengalami pertumbuhan.

Salah satu ciri khusus yang dimiliki makhluk hidup dan tidak dimiliki benda mati adalah kemampuannya untuk tumbuh. Manusia, hewan dan tumbuhan mengalami pertumbuhan. Nah sekarang, dapatkah kamu menyebutkan tanda-tanda pertumbuhan yang ada dalam dirimu? Bagaimana dengan tanaman di sekitar kita? Jika mereka tumbuh, apa buktinya?

 

C. Memelihara Hewan

Agar dapat memelihara hewan dengan baik, terlebih dahulu kita harus mempelajari perilaku hewan tersebut. Antara lain kita harus tahu di mana hewan tersebut tinggal dan apa makanannya. Nah mari kita pelajari bagaimana cara memelihara hewan dengan benar.

1. Membuat kandang hewan. Hewan memerlukan tempat tinggal. Memang ada beberapa hewan yang tidak memerlukan kandang khusus, misalnya kucing. Meskipun demikian, kucing akan merasa nyaman jika kita buatkan tempat tidur khusus. Misalnya tempat tidur yang dibuat dari kardus dan diisi dengan kain bekas. Jika memelihara hewan, kita harus selalu memperhatikan kebersihan kandang hewan peliharaan kita. Selain untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan hewan, juga untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menular ke manusia melalui kotoran hewan.

2. Memberi makanan yang sesuai. Hewan juga seperti manusia. Dia membutuhkan makanan yang cocok dan cukup agar tetap hidup sehat. Kita harus tahu makanan yang sesuai bagi hewan itu. Misalnya kelinci dan kambing memakan daun-daunan. Kucing dan anjing makanannya daging. Ayam dapat memakan berbagai jenis makanan. Sedangkan burung memakan biji-bijian atau buahbuahan.

3. Menjaga kebersihan tubuh hewan. Kita tahu bahwa kutu dan penyakit hewan dapat berpindah ke tubuh manusia. Oleh karena itu, jika kita mempunyai hewan peliharaan, kita harus rajin membersihkan tubuh hewan tersebut. Terutama hewan yang berambut dan berbulu mudah sekali dihinggapi kutu. Memelihara hewan memiliki tujuan tertentu, antara lain sebagai berikut:

1. Ada hewan yang dipelihara untuk diambil telurnya. Contohnya: buruh puyuh, ayam petelur,itik.

2. Ada hewan yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Contohnya: ayam pedaging, sapi, kelinci, dan kambing.

3. Ada hewan yang dipelihara untuk diambil susunya, Contohnya: sapi dan kambing.

 

Soal