Semester 2 Bab 2 - Peradaban Awal Masyarakat Di Dunia

Bab 2

Peradaban Awal Masyarakat di Dunia

 

Standar Kompetensi

  1. Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia

Kompetensi Dasar

2.2  Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia

Nilai Karakter Bangsa  : 

Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. 

 

Motivasi Belajar

Sejarah merupakan bagian yang penting di dalam kehidupan. Setiap kehidupan pasti memiliki sejarah, begitu juga manusia. Kehidupan manusia berawal dari sejarah yang begitu panjang.

Setelah manusia mulai mengenal sistem pemerintahan, terbentuklah peradaban-peradaban kuno yang tersebar hampir di seluruh dunia. Terutama di kawasan Asia-Afrika, seperti peradaban lembah sungai Shindu dan Sungai Gangga di India, peradaban lembah sungai Eufrat dan Tigris di Mesopotamia (Irak sekarang), peradaban lembah sungai Huangho di Cina dan peradaban lembah sungai Nil di Mesir.

 

 

Materi Pembelajaran

 

A.  Pusat Peradaban Kuno di Asia dan Afrika

Kelahiran peradaban sangat ditentukan oleh faktor geografis. Pada umumnya, peradaban lahir di lembah sungai atau di daerah-daerah yang subur, daerah yang memungkinkan memberikan kehidupan bagi manusia. Di daerah tempat lahirnya peradaban akan timbul suatu sistem kemasyarakatan, sistem kekuasaan, bangunan-bangunan hasil kebudayaan, sistem mata pencaharian hidup, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

1.   Peradaban Lembah Sungai Indus dan Gangga

Sungai Indus terletak di wilayah Pakistan sekarang dan memiliki banyak anak sungai yang berasal dari Punjab. Sejak tahun 3000 SM, bangsa Dravida telah mendiami Kota Mahenjo Daro dan Harappa. Peradaban ini telah cukup tinggi dengan bukti jalan lurus dan saluran air dibangun berdasarkan town planning (tata kota) yang baik, bangunan dibuat dari batu bata, bertingkat dan bersanitasi, benda peninggalan berupa arca, perhiasan batu, perkakas rumah, terakota dan gambar dewa, serta binatang dan pohon. Dengan demikian, masyarakat telah memikirkan masalah kesehatan dan sanitasi. Kamar dilengkapi dengan jendela dan terdapat saluran air yang mengalir sampai sungai. Jalan yang teratur memiliki lebar sekitar 10 meter dan kemungkinan telah ada trotoar.

Peradaban ini lenyap karena Sungai Indus terjadi banjir dan serangan bangsa Arya (Asia Tengah) melalui celah Kaybar terhadap bangsa Dravida tahun 1500 SM. Mata pencaharian penduduk adalah pertanian dengan irigasi teratur dengan hasil utama gandum. Adapun sistem ekonomi dikembangkan dengan perdagangan barter yang memanfaatkan sungai sebagai sarana perhubungan. Teknologi yang dimiliki sangat tinggi yaitu telah membuat pakaian dari kapas, alat pertanian, alat rumah tangga, bangunan, dan membuat perhiasan dari emas, perak, batu, serta membuat senjata panah, tombak, kapak. Kepercayaan politheisme dengan memuja dewa langit, dewa bulan, dewa api, dewa air, dan dewi ibu sebagai dewi kesuburan.

Peradaban Sungai Gangga didukung bangsa Arya, setelah mengalahkan bangsa Dravida. Peradaban ini terletak di antara pegunungan Himalaya dan Windya-Kedna. Untuk menjaga kemurnian keturunannya, bangsa Arya menyusun sistem kasta yang bersumber pada ajaran agama Hindu. Adapun golongan utama terdiri atas Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Bangsa Dravida termasuk di luar kasta atau Paria.

2.   Peradaban Lembah Hoang Ho

Bangsa Cina umumnya tinggal di lembah Sungai Hoang Ho dan Yang Tse Kiang. Lembah Hoang Ho dan Yang Tse Kiang merupakan daerah yang subur dan dikembangkan pertanian dengan hasil gandum, padi, jagung, teh, kedelai, dan murbai. Juga dihasilkan barang dari keramik dan sutra yang diperdagangkan sampai ke luar Cina. Selain pertanian dan perikanan, bangsa Cina juga mengembangkan peternakan yaitu memelihara ulat sutra, kuda, sapi, babi, kambing, dan sebagainya. Teknologi berkembang pesat di mana dapat dihasilkan perhiasan, alat rumah tangga, pisau, pedang, tombak, cangkul, dan sabit.

Peradaban di Lembah Hoang Ho telah mengenal tulisan gambar (piktograf) dan memiliki bahasa persatuan Kuo Yu. Juga dikenal astronomi, sistem penanggalan yang berkaitan dengan pertanian dan pelayaran. Sistem kalender disusun dengan menggunakan ilmu astronomi. Di samping itu, astronomi digunakan untuk pemujaan. Kalender dibuat berdasarkan peredaran bulan dan matahari.

Filsafat berkembang pesat pada masa Dinasti Chou (1100-256 SM). Di antara ahli filsafat Cina adalah Lao Tse (605-531 SM), Kon Fu Tse (551-479 SM), dan Meng Tse (372-289 SM). 

Bentuk pemerintahan Cina berupa kerajaan, di mana pada masa Dinasti Ch’in menganut asas desentralisasi. Wilayah negara dibagi atas 36 provinsi. Setiap propinsi dikepalai gubernur. Gubernur bertanggungjawab secara langsung kepada kaisar. Sedangkan pada masa Dinasti T’ang, pemerintahan menganut pola sentralisasi. Wilayah kerajaan dibagi atas 10 provinsi dan segala sesuatu diatur oleh pemerintah pusat.

 

3.   Peradaban Lembah Sungai Eufrat-Tigris

Mesopotamia berasal dari kata meso = tengah dan potamus = sungai. Dengan demikian memiliki arti daerah antara dua aliran sungai (Eufrat-Tigris) sehingga daerahnya sangat subur. Diantara kedua sungai terdapat daerah bulan sabit yang sangat makmur (The Fertile Crescent). Sedangkan di luar daerah itu merupakan tanah yang kurang subur, padang rumput dan padang pasir. Oleh karena itu Mesopotamia sering menjadi daerah perebutan diantara bangsa-bangsa.

a.   Bangsa Sumeria

Kerajaan bangsa Sumeria di muara Sungai Eufrat dan beribu kota di Lagas atau Ur (3000 SM). Raja merupakan patesi (pendeta raja). Masyarakat Sumeria telah mengenal tulisan paku. Bidang pengetahuan berkembang maju ditandai dengan kalender Qomariyah (354), Syamsiyah (360), membagi satu hari = 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik. Kepercayaan bersifat politheisme dengan memuja alam (matahari, bintang, api, dan petir). Selain itu juga lingkaran memiliki perhitungan 360 °. Mereka juga mengembangkan tata ruang kota yang baik dan saluran irigasi yang teratur.

Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat politheisme yaitu menyembah banyak dewa. Adapun dewa yang disembah adalah yang menguasai alam, misal Anu (Dewa Langit), Enlil (Dewa Bumi), dan Ea (Dewa Air). Selain itu juga menyembah Dewa Sin (Dewa Bulan), Samas (Dewa Matahari), dan Istar (Perang dan Asmara). Untuk memajukan pertanian, bangsa Sumeria menyembah Tammuz (Dewa Tumbuhan). Dewa yang sangat ditakuti adalah dewa Ereskigal (dewa perempuan yang menguasai maut).

 Bangunan Sumeria berupa rumah yang dibuat dari tanah liat yang dikeringkan. Kerajaan bangsa Sumeria berkembang pesat, namun pada tahun 2500 SM dapat dikalahkan oleh bangsa Akadia dibawah Raja Sargon.

b.   Bangsa Babylonia I

Kerajaan Babylonia lama beribu kota di Babylon. Kerajaan ini mewarisi budaya Sumeria. Raja terkenal Hammurabi yang menyusun UU tertulis pertama yaitu Codex Hammurabi (1750 SM) yang berisi hukum pidana, perdata, dagang, serta hak dan kewajiban rakyat. Kepercayaan bersifat politheisme dengan Dewa Marduk sebagai dewa tertinggi. Raja berkuasa mutlak yaitu penguasa kerajaan dan merangkap sebagai kepala agama. Semua urusan dan kepentingan rakyat diatur oleh kerajaan.

 

c.   Bangsa Assyiria

Kerajaan beribu kota di Niniveh, berpola kerajaan militer (750 SM) dengan senjata dari besi dan kendaraan perang kereta berkuda. Kehidupannya beternak dan peperangan. Peradaban Assyiria telah maju ditandai dengan didirikannya perpustakaan yang mengoleksi lebih dari 22.000 buku yang ditulis dalam lempengan tanah liat (tablet). Mereka menggunakan bahasa Semit. Selama kekuasaannya, mereka berperang dengan bangsa Hithit, Akkadia-Sumeria selama beberapa waktu. Peperangan yang cukup lama menjadikan bangsa Assyiria kuat di mana mereka menggunakan kereta perang yang ditarik kuda.

Assyiria terkenal sebagai bangsa yang ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Hal ini dibuktikan dengan penyerangan ke daerah Syiria, Samaria, dan daerah pantai barat Asia Kecil (gugusan pulau di Laut Tengah). Secara bergantian usaha Raja Sargon diteruskan Raja Sargon II, Sennachereb dan Assurbanipal yang mampu menguasai Mesir.

d.   Bangsa Chaldea/Babylonia II

Bangsa Babylonia II banyak mewarisi peradaban Babylonia Lama. Mereka mengembangkan budaya yang telah ada dalam waktu cepat. Mereka membagi lingkaran menjadi 360°. Setiap derajat dibagi atas 60 menit dan tiap menit dibagi menjadi 60 detik. Dalam menghitung waktu telah dikenal perhitungan minggu menjadi 7 hari. Dalam ilmu pengetahuan, telah dikenal rasi bintang dan 5 buah planet. Dalam matematika telah dapat menghitung luas lingkaran dan panjang keliling lingkaran.

Setelah Nebukadnezar meninggal, maka digantikan beberapa penguasa, diantaranya yang terkenal adalah Nabonidus yang mendirikan bangunan di kota Babylon. Raja Belsarussur adalah raja terakhir yang pada masa pemerintahannya timbul kekuasaan bangsa Meida dan Persia.

e.   Bangsa Persia

Raja terbesar adalah Darius Agung (512-485 SM) dengan hasil budaya: membuat jalan raya yang menghubungkan ibu kota dengan daerah dan membangun pos-pos, wilayah kerajaan dibagi atas 20 ksatrapi dan dipimpin ksatrap/wali negara, dan sistem pemerintahan desentralisasi. Kepercayaan bersifat politheisme berdasarkan kitab suci Avesta (pengetahuan), dengan dewa tertinggi Ahura Mazda (Dewa Langit). Ahura Mazda selalu bermusuhan dengna dewa Angro Manyu (Dewa Kejahatan).

Kehidupan Kerajaan Persia ditopang adanya pajak yang diatur dengan baik. Penguasa daerah atau ksatrapi menjadi wali negara, pengawas keuangan, hakim dan panglima perang.

f.    Bangsa Macedonia

Iskandar Agung/Alexander Agung dapat menaklukkan Persia dan berupaya memadukan budaya Yunani dengan budaya setempat, dengan cara membangun ibu kota di Babylonia, mengadakan perkawinan campuran, serta mengembangkan Hellenisme (perpaduan budaya Mesir, Mesopotamia, dan Persia).

4.   Peradaban Lembah Sungai Nil

Sungai Nil membawa pengaruh daerah sekitar menjadi subur, di mana bila banjir membawa lumpur. Hal ini mendasari pendapat sejarawan Yunani Herodotus menyebutkan Mesir sebagai hadiah Sungai Nil. Pendapat ini sama dengan Arnold Y. Toynbee yang menyatakan bahwa keberadaan peradaban Mesir yang maju disebabkan adanya sungai Nil yang selalu banjir setiap tahun. Peradaban Mesir telah berkembang sejak tahun 4000 SM dan merupakan peradaban tertua di dunia.

Pemerintahan bangsa Mesir berbentuk kerajaan dengan kekuasaan mutlak. Raja sebagai kepala negara, kepala agama, dan panglima tertinggi angkatan perang dengan gelar Firaun (Pharao). Raja dibantu oleh pejabat tinggi yaitu perdana menteri. Wilayah kerajaan Mesir kuno dibagi menjadi beberapa daerah yang diperintah kepala daerah atas nama raja. Rakyat wajib membayar pajak berupa hasil bumi, yang kemudian diganti uang (emas dan perak). Sejarah Mesir dibedakan atas Mesir Tua (3400-2160 SM), Mesir Tengah (2160-1788 SM), dan Mesir Baru (1500-1100 SM).

Peradaban Mesir dapat dibuktikan dari bangunan Piramida (kuburan raja Mesir), Mastaba (tempat menyimpan mayat/mumi), Sphinx (patung berbadan singa dan berkepala manusia), istana di Gizeh, Karmak Luxor dan kuil agung di Abu Sinbel. Piramida terbesar adalah Piramid Cheops dengan tinggi 137 meter. Obelisk merupakan bangunan tugu batu granit berwarna merah yang berfungsi sebagai tempat memuja Dewa Ra (dewa matahari).

Masyarakat Mesir hidup dari bercocok tanam dengan irigasi dari Sungai Nil. Hasil pertanian berupa jelai, gandum dan bahan sandang/kapas. Nomen/ raja kecil memiliki kekuasaan mengatur pengairan. Komoditas dagang berupa kapas dan keramik. Mesir mengadakan hubungan dengan daerah sekitarnya. Perang yang dilakukan ditujukan untuk melindungi perdagangan. Perdagangan dilakukan dengan bangsa Palestina dan Syiria.

Ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembang dengan ditandai adanya sistem pengawetan mayat dengan berbagai obat, penguburan dalam piramid, dan ilmu hitung dalam pembuatan bangunan besar. Ilmu hitung dan matematika dikembangkan dengan bukti kemampuan membuat bangunan besar dan megah.

Kemunduran budaya Mesir dimulai sejak meninggalnya raja Ramses III. Secara berurutan Mesir dikuasai bangsa Libya, Abbesinia dan Assyiria serta terakhir dikuasai Cambyses, raja Persia (525 SM).

B.  Pusat Peradaban Kuno di Eropa

Eropa kuno menempatkannya di pegunungan dan pantai. Hal yang memengaruhi pola hidup Eropa adalah peradaban minos.

1.   Peradaban Yunani Kuno

  1. a.    Asal mula bangsa Yunani

Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah bangsa Akaia, beberapa lama kemudian berdatangan secara bergelombang bangsa-bangsa dari wilayah lain, seperti Achean (1500-1300 SM), Aeolia (2000 SM), Ionia (1400 SM) dan Doria (1150 SM). Sebelum kedatangan bangsa asing, Akaia telah memiliki peradaban yang maju, di antaranya dikenal dengan nama Peradaban Minos (Minoa) dan Mikena (Mycenae). Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia menghasilkan kebudayaan kuno yang berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi berikutnya dan meluas ke berbagai wilayah di Eropa, salah satunya adalah kepercayaan kepada banyak dewa.

Suku Ionia mendiami Yunani sejak 2000 SM, diikuti suku Acheae dan terjadi percampuran yang melahirkan budaya Kreta. Tahun 1000 SM, orang Yunani telah mendiami wilayah hingga Asia Kecil. Suku Doria dari utara masuk Yunani tahun 1000 SM. Perkembangan suku Ionia dan Doria akan ikut memengaruhi kehidupan di kawasan Yunani pada masa berikutnya.

  1. b.    Pemerintahan

Bangsa Yunani terdiri atas Doria, Achean, Aeolia, dan Ionia yang membentuk pemerintahan kota (polis). Polis merupakan negara kecil/kota yang berfungsi sebagai lembaga politik dan melatar belakangi timbulnya filsafat. Polis bersifat demokratis dengan Ekklesia sebagai badan legislatif.

1)   Polis Sparta

Sparta terletak di Peloponesos, di mana sistem pemerintahan disusun Lycurgus (abad 19 SM) yang meliputi Ekklesia (dewan rakyat), dewan Ephoroi (mahkamah agung), dewan Gerousia (DPA), raja (dua orang), corak pemerintahan aristokrasi militer.

2)   Polis Athena

Athena terletak di Atica, dimana sistem pemerintahan disusun Solon (abad 6 SM) meliputi: Boule (dewan rakyat), dewan Archount (dewan perancang UU), raja (dua orang) dan corak pemerintahan oligarkhis                demokrasi.

c.   Agama/kepercayaan

Agama bangsa Yunani adalah agama yang memuja dan menyembah alam. Kepercayaan bersifat politheisme, di antaranya Dewa Zeus (Dewa Langit/Tertinggi), Dewi Hera (Dewa Bumi), Pallas Athena (Dewi Kebijaksanaan/ Kesenian/ Ilmu), Artemis (Dewi Perburuan), Ares (Dewa Perang), Poseidon (Dewa Laut), Hermes (Dewa Perniagaan), Aphrodite (Dewa Kecantikan).

d.   Sastra dan epos

1)     Buku Illiad karya Homerus berisi perang Yunani dengan Troya tahun 1000 SM.

2)     Buku Oddysseus karya Homerus berisi perjalanan pulang pahlawan Oddysseus setelah perang selesai. Sampai tahun 800 SM tidak banyak sumber tertulis, sehingga disebut zaman gelap atau zaman Homerus.

3)     Cerita kepahlawanan Hercules yang membebaskan Yunani dari binatang buas, setan, dan raksasa.

4)     Kepahlawanan Theseus yang dianggap sebagai pendiri polis Athena.         

e.   Pendidikan dan pengetahuan

Pendidikan diarahkan pada tata susila, olah raga, musik dan tarian khususnya Sparta bercorak militer. Para ilmuwan diantaranya: Thales (astronomi), Anaxagoras (astronomi), Anaximandros (biologi), Herodotus (sejarah), Phytagoras (ilmu pasti) dan Hipocrates (ilmu kedokteran).

f.    Filsafat

Filsafat telah dikembangkan dalam berbagai cabang: logika, fisika, etika, politik. Hasil pemikiran Yunani banyak disalin dan dikembangkan di seluruh dunia. Filsafat Yunani dibedakan atas:

1)     Zaman pra Socrates, di mana filsafat tidak dipengaruhi Socrates, misal Thales dan Phythagoras.

2)     Zaman Socrates, Plato, dan Aristoteles

Socrates mengajarkan etika, seseorang harus tahu tentang dirinya, selalu bertanya, berargumentasi dan merumuskan jawabannya. Plato mengajarkan tentang abstrak sehingga manusia dapat merumuskan hipotesis dalam ilmu. Aristoteles mengajarkan tentang kehidupan negara yang baik, di mana perlu pendidikan jasmani, budi pekerti dan pendidikan logika.

3)     Zaman Hellenisme, sebagai hasil perpaduan budaya Yunani dengan budaya timur setempat.

4)     Sejalan dengan perjalanan Iskandar Agung ke daerah Timur, maka terjadi perpaduan budaya Yunani dengan budaya Timur (India). Perpaduan ini sering dinamakan Hellenisme. Bentuk dan corak budaya Hellenisme berbeda dengan budaya Yunani.

g.   Seni bangunan

Bangsa Yunani dapat membuat seni bangunan sebagai tanda pengabdian kepada dewa, misal kuil Phartenon, kuil Erectheum di Athena/Acropolis.

h.   Olympiade

Olympiade diselenggarakan 4 tahun sekali di kaki Gunung Olympus oleh bangsa Yunani untuk mempersatukan bangsa. Kegiatan dilakukan sejak 776 SM dengan pertandingan lari cepat, lompat, lempar lembing, gulat, dan pameran kuda.

i.    Runtuhnya budaya Yunani kuno

Runtuhnya budaya Yunani kuno disebabkan: terjadinya pemberontakan antar polis, serangan dari Sparta, perang saudara Sparta-Athena selama 30 tahun, serangan raja Philipus dari Macedonia.

 

2.   Peradaban Romawi Kuno

Penduduk asli Romawi tinggal di Italia bagian utara, tepatnya di sekitar Danau Maggiore. Pada masa zaman besi (1000-600 SM), bangsa pendatang muncul di Italia antara lain bangsa Umbria di bagian utara, Latin di lembah Sungai Tiger, dan Samnite di Selatan.

  1. a.    Pemerintahan

1)   Zaman Kerajaan Roma (750-510 SM)

Roma didirikan Romus dan Remulus tahun 750 SM. Adapun penguasa yang terkenal yaitu Pompillius (peletak dasar agama Kerajaan Roma), Servius Fullius (menyusun cara pemerintahan dan UU). Sistem pemerintahan berada di tangan raja dan Comitia Curiata sebagai penasehat raja.           

2)   Zaman Republik Roma (510-30 SM)

Pemerintahan dipimpin dua orang konsul dengan hak mutlak. Juga terdapat Senat (berhak memberi nasehat kepada konsul), Pontifex Maximus (imam agung) dan kepala kepolisian, Comitia Curiata (dewan rakyat), Tribune Plebis (dewan daerah).

a)   Masa Triumvirat I

Untuk menghindari perebutan kekuasaan, tahun 60 SM dilakukan pembagian kekuasaan yaitu Yulius Caesar (pro konsul Galia dan Cicalpina), Pompeyus (pro konsul Spanyol) dan Crassus (pro konsul Asia kecil dan Syiria).

b)   Masa Triumvirat II

Setelah Yulius Caesar, muncul perang saudara senat dengan pengikut Caesar, maka disusun ketentuan yang disahkan senat Anthonius (daerah timur, Mesir berkedudukan di Alexandria), Octavianus (daerah barat, Roma berkedudukan di Roma), dan Lepidus (tidak berpengaruh).

3)    Zaman kekaisaran (27 SM – 476 M)

Octavianus memiliki kekuasaan tunggal atas Imperium Romawi yang memiliki kekuasaan absolut. Ia tidak hanya penguasa dalam bidang pemerintahan dan politik namun juga sebagai kepala agama. Pembaruan pun dilakukan dengan baik, Kota Roma dilengkapi polisi dan pemadam kebakaran, meningkatkan subsidi gandum, membangun arena olahraga, dan membangun kuil.

Setelah Octavianus meninggal, kekuasaan diserahkan kepada Tiberius (14 - 37 M). Pada masa ini timbul penyebaran agama Kristen. Agama Kristen mengajarkan monotheisme dan tidak mendewakan manusia. Oleh karena itu, kaum Kristen dianggap sebagai pemberontak yang akan menjadi raja. Tahun 54 – 68 M Kaisar Nero berkuasa di Romawi. Pada masa ini, sejumlah kaum Kristen diincar dan dibunuh karena pengikut Kristen makin bertambah jumlahnya. Namun keadaan ini tidak membuat kaum Kristen menjadi gentar, sehingga membuahkan hasil yang baik pada masa kekuasaan Konstantin Agung (312-337 M). Perlakuan pengejaran dan pembunuhan kepada kaum Kristen ditiadakan, ia menyadari dengan benar nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran-ajaran Kristen. Sejak itu agama Kristen ditetapkan sebagai agama negara. Konstantin Agung memindahkan ibu kota dari Roma ke Konstantinopel. Keputusan ini merupakan awal yang tidak baik bagi kekuasaan Imperium Romawi. Pada tahun 400 M, pecahlah kekuasaan Romawi menjadi dua bagian, yaitu Imperium Romawi Barat dengan Ibu Kota Roma dan Imperium Romawi Timur dengan Ibu Kota Konstantinopel. Tahun 476 M Imperium Romawi Barat hancur oleh penyerangan bangsa Jerman. Keruntuhan Romawi Barat tidak memengaruhi keamanan Romawi Timur, bahkan sempat mengalami kejayaan pada masa Kaisar Yusthianus tahun 527-563 M. Pada tahun 1543 Imperium Romawi Timur hancur oleh serangan bangsa Turki.

 

  1. b.     Susunan masyarakat, agama, ekonomi

Masyarakat Romawi Kuno dibedakan atas Patricia (bangsawan) dan plebea (rakyat biasa). Agama mempercayai kekuatan alam. Pontifex, badan yang mengurusi upacara agama, ketuanya Pontifex Maximus. Dewa bangsa Romawi di antaranya Volcanus (dewa api), Apollo (matahari), Mars (perang) Neptunus (laut), Mercurius (perdagangan), Yupiter (pemimpin dewa), Venus (dewi kecantikan). Ekonomi negara berupa agraris dan negara maritim kelas I di laut tengah.

  1. c.     Seni bangunan

Romawi mewariskan bangunan viuaduc dan Aquaduc (saluran air gantung), atap kubah, jalan raya, stadion besar/ amphitheatre/ colosseum. Selain itu juga sesuai dengan jiwa militer, juga dibanguna Limas yaitu rangkaian benteng yang panjang sampai puluhan kilometer.

  1. d.     Ilmu pengetahuan, teknologi, dan hukum

Pengetahuan seni bangunan berhasil menemukan bentuk beton. Teknik pembuatan jalan, saluran air, pembuangan air di kota. Kemampuan mengorganisasikan bidang militer dan istilahnya: legiun, kavaleri. Bidang hukum, berhasil menegakkan hukum. Hukum mengatur hubungan manusia dengan manusia terkait haknya. Yustisianus memodifikasikan hukum Romawi yaitu Corpus Yuris atau Codex Yustisianus.

Pemerintahan Romawi disusun rapi dari pusat hingga daerah. Hal ini didukung pegawai yang baik, loyalitas yang tinggi, dedikasi yang tinggi, rencana kerja yang matang, tersusun sistematis. Hasil karya budaya Romawi adalah Colosseum, Amphitheatre, Parthenon, Viaduct, Aquaduct, dan Limes (rangkaian benteng yang panjang).

Soal