Semester 2 Bab 6-Hantaran Panas Pada Benda

BAB VI

HANTARAN PANAS PADA BENDA

 

Standar Kompetensi :

5.      Memahami saling hubungan antara suhu, sifat hantaran dan kegunaan benda

 

Kompetensi Dasar:

5.1.  Membandingkan sifat kemampuan mengahantarkan panas dari berbagai benda

5.2.  Menjelaskan alasan pemilihan benda dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kemampuan menghantarkan panas

 

Indikator Pembelajaran :

1.      Melakukan percobaan untuk menyelidiki benda yang bersifat sebagai konduktor dan isolator panas

2.      menggolongkan benda yang bersifat sebagai konduktor dan solator panas

3.      membedakan benda yang bersifat konduktor dan isolator panas

4.      membuat daftar alat rumah tangga yang bersifat konduktor dan  isolator

5.    melalaui pengamatan dapat membendakan bahan-bahan yang bersifat konduktor dan isolator panas

 

Pemahaman Konsep

A.   BENDA KONDUKTOR  DAN ISOLATOR PANAS

                        Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan panas, benda dapat dikelompokkan menjadi dua. Kedua kelompok benda itu adalah konduktor dan isolator. Konduktor dan isolator banyak dimanfaatkan dalam kehidupan. Nah, sebelum mempelajarinya, kalian perlu mengetahui tentang perpindahan panas.

                        Energi panas dapat berpindah tempat dengan 3 cara. Yaitu dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi. Dengan cara konduksi dperlukan zat perantara yang disebut dengan konduktor.

                        Berdasar sifat pengahantar panas, benda dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu kanduktor dan isolator. Benda konduktor panas adalah benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Contohya logam dan kaca. Sedangkan benda isolator adalah benda yang tidak menghantarkan panas dengan baik, misalnya kayu dan plastik.

 

B.   BAHAN UNTUK MEMBUAT KONDUKTOR DAN ISOLATOR PANAS

1.    Logam

       Logam merupakan konduktor panas sehingga banyak dipakai untuk bahan setrika, panci, wajan  dan ceret. Contoh logam adalah besi, tembaga dan aluminium.

2.    Kaca

       Kaca termasuk konduktor panas ini dapat dilihat pada gelas yang berisi air minum panas. Jika dipegang akan terasa panas. namun kaca juga bersifat tembus pandang (bening) sehingga banyak digunakan sebagai bahan jendela dan pintu rumah.

3.    Kayu, plastic, kain, steroform dan karet

Kayu dan plastik merupakan bahan yang lambat menghantarkan panas. sehingga termasuk dalam bahan isolator panas.

       Kain banyak dimanfaatkan untuk alat dapur, misalnya untuk cempel ( kain pengangkat peralatan panas), dan alas benda panas dimeja makan.

      

       Stiroform banyak digunakan sebagai pengemas makanan instant. Misalnya makanan dan minuman kemasan. Sedangkan karet juga dapat digunakan sebagai isolator panas. Namun karet perlu dicampur dengan bahan plastic supaya menjadi isolator yang baik.

4.    Benda-benda yang menggunakan bahan konduktor dan isolator sekaligus.

       Banyak sekali benda dan alat rumah tangga yang terbuat dari bahan yang bersifat konduktor sekaligus isolator panas. Misalnya setrika, sendok sayur, ceret dan panci masak.

Alat dapur yang sering berhubungan dengan api, menggunakan sifat konduktor dan isolator panas. Bagian benda yang menempel pada api terbuat dari bahan konduktor misalnya logam. Sedangkan benda yang digunakan sebagai pegangan umumnya terbuat dari isolator untuk menyekat panas