Semester 1 Bab 4-Keseimbangan Ekosistem

BAB IV

KESEIMBANGAN EKOSISTEM

 

Standar Kompetensi :

4.      Memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan

 

Kompetensi Dasar:

4.1.  Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam (ekosistem)

4.2.  Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada keseimbangan lingkungan

4.3.  Mengidentifikasi bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada keseimbangan lingkungan.

 

Indikator Pembelajaran :

-        Menjelaskan berbagai kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam (ekosistem)

-        Menjelaskan usaha manusia untuk memperbaiki kerusakan alam (ekosistem)

-        Menyebutkan bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan manusia

-        Menjelaskan akibat penggunaan tumbuhan terhadap ketidakseimbangan lingkungan

-        Menjelaskan cara mengatasi ketidakseimbangan lingkungan akibat pemanfaatan tumbuhan yang tidak bijaksana

-        Menyebutkan bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia (gading, gajah, kulit ular, dll)

-      Menjelaskan akibat pemanfaatan bagian tubuh hewan terhadap ketidakseimbangan lingkungan

 

Pemahaman Konsep

A.   Berbagai Kegiatan Manusia Yang Dapat Mempengaruhi Keseimbangan Ekosistem

             Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara komponen hidup dan tak hidup. Komponen hidup meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. Sementara itu, komponen tak hidup berupa benda-benda tak hidup. Ekosistem dikatakan seimbang jika komposisi komponennya seimbang. Apabila salah satu tidak ada, keseimbangan ekosistem akan terganggu. Gangguan ekosistem dapat disebabkan oleh faktor alami dan kegiatan manusia. Faktor alami dapat berupa bencana alam. Misalnya, gunung meletus, badai, banjir.

 

             Manusia dengan ilmu yang dimilikinya, mengembangkan berbagai teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi kegiatan manusia ada yang mengutungkan suatu ekosistem dan ada yang malah merusak suatu ekosistem. Manusia sering tidak memikirkan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan apa yang terjadi di masa depan.

Berikut ini adalah beberapa aktivitas manusia yang dapat mengubah keseimbangan lingkungan.

1.    Penggunaan pupuk dan Pestisida secara berlebihan

          Manusia menggunakan bahan kimia untuk berbagai keperluan. Mereka menggunakannya di rumah tangga, pertanian, maupun industri. Salah satu contohnya adalah penggunaan detergen. Detergen digunakan sebagai bahan pembersih. Bahan ini menghasilkan busa yang dapat mencemari lingkungan. Apalagi jika busa tersebut dialirkan ke perairan. Busa detergen akan menutupi permukaan perairan. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat menembus ke dalam perairan. Proses fotosintesis tumbuhan air menjadi terganggu.

       Tumbuhan pun kekurangan makanan dan akhirnya mati. Matinya tumbuhan air membuat persediaan oksigen semakin berkurang. Hewan air kekurangan oksigen dan ikut mati juga. Keadaan seperti ini menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu.

       Contoh lainnya adalah penggunaan pestisida. Manusia menggunakan pestisida untuk memberantas hama tanaman. Akan tetapi, penggunaan pestisida secara berlebihan dapat berdampak negatif. Pestisida dapat membunuh hewan lain yang menguntungkan.

               

2.    Penebangan dan Perburuan Liar

         Hutan merupakan paru-paru bumi. Hutan merupakan tempat resapan serta cadangan air tanah bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu, hutan merupakan tempat tinggal dan tempat berlindung sebagian besar makhluk hidup. Jika pohon-pohon di hutan ditebang untuk industri dan pembukaan lahan pertanian secara liar dan berlebihan, akan berpengaruh terhadap kehidupan yang ada sebelumnya. Daerah resapan air berkurang, dan suplai oksigen berkurang merupakan akibat penebangan pohon. Selain itu, hewan yang ada di dalam hutan akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan.

3.    Kegiatan pembangunan

                  Pembangunan pabrik atau industri dapat menghasilkan limbah yang dapat mencemari sungai dan laut. Kecuali jika pabrik atau industri tersebut mengolah limbahnya terlebih dahulu sehingga limbah tersebut tidak berbahaya bagi lingkungan suatu system.   Jika  limbah tersebut beracun dan tercemar maka kehidupan disungan akan mati semua.

                  Pembangunan jalan yang melewati hutan dapat merusak lingkungan. Pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal dan sumber makanan hewan ditebang sehingga hewan tersebut terancam keberadaannya.

 

B.                                                                                                                                                                    Pemanfaatan Hewan oleh Manusia

                        Beberapa hewan telah diburu manusia. Biasanya, hewan yang diburu adalah hewan langka.  Manusia banyak memanfaatkan hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Perburuan liar dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena sengaja membunuh hewan-hewan tersebut untuk memanfaatkan bagian-bagian tubuhnya. Misalnya, perburuan gajah untuk diambil gadingnya atau macan tutul untuk diambil kulitnya. Gading gajah digunakan untuk hiasan.

                        Buaya dan ular juga diburu untuk diambil kulitnya sebagai bahan tas atau sepatu, sedangkan badak Jawa diburu untuk diambil culanya karena dianggap berkhasiat menyembuhkan penyakit. Hewan itu semuanya termasuk hewan langka. Jadi, jika terus-menerus diburu, lama-kelamaan hewan ini akan musnah.

       Usaha-usaha yang harus kita lakukan untuk melestarikan hewan-hewan langka tersebut, di antaranya sebagai berikut:

1.    Tidak boleh berburu hewan sembarangan;

2.    Hewan-hewan langka harus dilindungi dari perburuan liar;

3.    Hewan langka dibudidayakan;

4.   Untuk mengurangi perburuan gajah, dibuat gading tiruan.

C.                                                                                                                                                                    Pemanfaatan Tumbuhan oleh Manusia

                        Tumbuhan yang sering digunakan oleh manusia contohnya adalah pohon jati dan pohon cendana. Pohon jati memiliki tekstur kayu yang sangat bagus sehingga sangat disukai untuk pembuatan mebel. Sedangkan kayu cendana memiliki kelebihan karena dapat mengeluarkan bau yang sangat harum. Sehingga orang banyak menggunakannya untuk pigura, kipas, hiasan dinding atau untuk bahan baku pembuatan sabun dan minyak wangi. Karena kedua tumbuhan tersebut banyak diburu maka jumlahnya di alam semakin sedikit.

                        Tanaman langka yang sering digunakan oleh manusia harus dilestarikan. Cara melestarikan tumbuhan tersebut antara lain sebagai berikut.

1.    Tidak menebang pohon sembarangan.

2.    Penanaman kembali tanaman yang telah dimanfaatkan atau peremajaan tanaman.

3.    Pemeliharan tanaman dengan benar

            Selain kayu, bagian-bagian tumbuhan lainnya pun banyak yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, pohon tebu diambil batangnya untuk diolah menjadi gula pasir, atau pohon karet diambil getahnya yang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan barang-barang dari karet.