Semester 1 Bab 5-Bahan Penyusun Benda dan Sifatnya

BAB 5

BAHAN PENYUSUN BENDA

DAN SIFATNYA

 

Standar Kompetensi :

5.    Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses.

 

Kompetensi Dasar:

5.1.                            Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalkan benang, kain, dan kertas.

 

Indikator Pembelajaran :

1.    Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat suatu benda padat.

2     Mengidentifikasi beberapa benda dan penyusunnya.

3.    Menjelaskan dan menunjukkan struktur penyusun suatu tali.

4.     Menyebutkan bahan kertas dan macam-macam kertas.

 

PENDALAMAN MATERI

            Apakah kamu suka bermain layang-layang? Layang-layang bisa melambai-lambai di angkasa karena tiupan angin dan pengaruh benang. Kita banyak membutuhkan benang atau tali untuk kegiatan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa tali atau benang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

           

A. Bahan Tali-temali

         Tali tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Apapun pekerjaan kita secara tidak langsung membutuhkan tali. Untuk mengikat box kardus digunakan tali rafia, untuk membuat jaring ikan digunakan nilon, dan sebagainya.

         Berbagai jenis tali-temali antara lain: senar, benang dan tambang atau tali.

1.  Tali

     Dasar pembuatan tali salah satunya adalah serat. Serat merupakan untaian-untaian yang tidak dapat dipisahkan menjadi untaian lain dengan tangan. Beberapa bahan tali yang tidak bisa dipisahkan dengan tangan, antara lain : senar, nilon ijuk, dan untaian kabel kecil pada kabel listrik.

                    

     Alat musik seperti gitar, untuk menghasilkan bunyi yang baik, senar pada gitar dibuat dari serat plastik. Demikian juga dengan senar pancing, senarnya menggunakan serat plastik. Berbeda dengan kabel listrik, biasanya merupakan serat kawat. Sedangkan untuk membuat sapu digunakan pelepah pohon enau.

2.  Benang

     Gabungan dari beberapa serat akan menghasilkan benang misalnya benang jahit, benang kasur, dan benang nilon. Dasar pembuatan benang jahit dan benang kasur adalah serat kapas. Sedangkan untuk pembuatan nilon diperlukan serat nilon. Benang ditenun menjadi kain dan kain dijahit menjadi pakaian.

3.  Tambang atau Tali

 

                              

 

                                  Gb. tambang plastik

 

                    Tambang plastik, tambang kawat, dan tambang nilon merupakan susunan dari beberapa serat. Tambang seperti pada gambar di samping biasanya dipergunakan untuk tali jemuran, karena mempunyai sifat, kuat dan tahan lama.               Jadi, penyusunnya tali temali dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : asbestor (serat yang berasal dari mineral), katun (benang yang berasal dari kapas), nilon (serat yang terbuat dari plastik), serat sintetis (benang yang berasal dari minyak bumi, batu bara atau bahan kimia), dan wol (serat yang berasal dari bulu domba).

Dalam penggunaannya, tali harus memiliki sifat-sifat tertentu yaitu lentur dan kuat.

  1. Lentur artinya mudah dililitkan dan dapat dibuat menjadi simpul.
  2. Kuat artinya tidak mudah putus dan tahan lama.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur benang.

 

B. Struktur tali

       Tali atau tambang dapat dikelompokkan menjadi : struktur pilinan, struktur kepang atau anyaman dan struktur lurus.

1.  Struktur Pilinan

Struktur pilinan merupakan struktur tali yang paling tua karena dibuat sejak nenek moyang. Adapun struktur pilinan ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

    

-    Pilinan S

     Karena bentuknya seperti huruf S, pilinan itu disebut pilinan S.

-    Pilinan Z

     Karena pilinan membentuk huruf Z, maka disebut pilinan Z. Contohnya : tali pramuka, tali jemuran, tali untuk mengikat hewan.

2.  Struktur Kepang atau Anyaman

     Dari berbagai benda seperti sabuk, dinding bambu, tikar rumbia di Sumatra, kain hasil tenunan tekstil adalah merupakan hasil struktur anyaman.

3.  Struktur Bahan Tali temali

          Jika kamu menemukan sebuah kabel yang tidak terpakai, cobalah buka pembungkusnya. Amatilah kabel tersebut, maka di dalamnya terdapat untaian-untaian kabel yang semuanya terbuat dari kawat.

     Kekuatan tali temali ditentukan oleh tegangan maksimal yang sanggup ditahannya.

     Sifat tali temali dipengaruhi oleh jenis bahan yang digunakan untuk menyusun tali tersebut, contoh sifat tali tersebut adalah dalam hal menyerap air.

3.   Berbagai bahan dengan kekuatan yang dimilikinya

       Benda-benda yang ada di sekeliling kita biasanya tersusun atas bahanbahan yang berupa kayu, plastik, karet, bambu, kaca, batu, kain, dan benang. Susunan bahan-bahan tersebut akan memengaruhi kekuatan dari benda. Masing-masing bahan penyusun benda tersebut memiliki sifat dan ciri tersendiri. Penggunaan bahan-bahan tersebut juga akan disesuaikan dengan kegunaan bendanya.

a.  Kayu

     Kayu memiliki sifat tidak menghantarkan panas. Oleh karena itu perabot dapur yang biasanya digunakan oleh ibu di rumah banyak menggunakan kayu sebagai gagangnya. Pisau, sendok sayur, dan masih banyak perabot dapur lainnya yang menggunakan kayu.

                                

     Sifat kayu lainnya adalah mudah dibentuk dan dihaluskan. Hal inilah yang menjadikan kayu banyak digunakan untuk membuat perabot rumah tangga lainnya seperti kursi, meja, lemari, dan pint. Kayu yang berasal dari pohon mahoni, pohon jati, dan pohon kamper merupakan jenis kayu yang banyak digunakan untuk pembuatan perabot rumah tangga, seperti kursi, meja, dan lemari.

b. Plastik

     Bahan baku plastik berasal dari hasil olahan minyak bumi. Plastik memiliki sifat ringan, tahan air, lentur, tidak menghantarkan listrik, dan mudah dibentuk.

         

     Walaupun kekuatannya tidak sebaik kayu, plastik memiliki kelebihan dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan harganya pun murah. Pulpen, tempat pensil, tempat sampah, dan botol minuman merupakan benda-benda yang tersusun atas plastik.

c.  Karet

      

     Karet memiliki sifat lentur, kenyal, tidak menghantarkan listrik dan panas, kuat, dan mudah dibentuk. Karet merupakan bahan yang banyak digunkan untuk pembuatan ban kendaraan bermotor. Selain itu, sendal, alas sepatu, bola basket, dan bola voly juga menggunakan karet sebagai bahan penyusunnya.

d. Bambu

     Bambu memiliki sifat lentur, kuat, dan berserat halus sehingga banyak juga digunakan untuk membuat kerajinan beruapa anyaman.Bambu biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan pagar, tangga, kerajinan, kandang burung, alat musik, dan lain-lain.

e. Kaca

      

     Kaca memiliki sifat tembus pandang, mudahdibentuk, mudah pecah, dan warnanya bening.Walaupun memiliki kaca memiliki sifat mudah pecah jika terkena benturan, kaca banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk cermin, kaca juga digunakan pada meja, kaca mata, dan kaca mobil.

f.   Batu

     Batu biasanya digunakan sebagai salah satu bahan bangunan. Seiring dengan teknologi batu kini juga digunakan sebagai hiasan dinding, perabot dapur, lantai, dan masih banyak yang lainnya. Di antara sifat-sifat yang dimiliki batu adalah keras, kuat, dan tahan panas.