Semester 2 Bab 3-Pola Wilayah Negara Maju dan Berkembang

BAB 3

POLA WILAYAH NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

 

 

Standar Kompetensi

6.    Menganalisis wilayah dan perwilayahan.

 

Kompetensi Dasar

6.3  Menganalisis wilayah atau perwilayahan negara maju dan berkembang

 

Tujuan Pembelajaan

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:

a.  mengidentifikasi ciri-ciri negara maju dan negara berkembang,

b.  mengidentifikasi tentang tahapan-tahapan perkembangan negara ,

c.   memberikan contoh-contoh negara maju dan negara berkembang,

d.  mengemukakan model pengembangan wilayah negara maju dan negara berkembang, dan

e.  menyajikan pola pembangunan atau pengembangan wilayah Indonesia.

 

Penanaman Nilai Karakter Bangsa

Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa memiliki sikap kerja keras, jujur, saling menghargai, dan inovatif

 

                                                                                                               

                                                                                                                 Kilas Balik

Suatu negara, apakah tergolong ke dalam negara maju atau negara berkembang, tentunya didasarkan pada suatu penilaian atau kriteria tertentu. Kriteria yang biasa dan mudah digunakan adalah tingkat kesejahteraan penduduk, kualitas hidup, tingkat perekonomiannya, dan  tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

A. Klasifikasi dan Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

                Istilah negara maju dan negara berkembang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tidak semua negara memiliki tingkat kemajuan yang sama. Sebagian negara mengalami perkembangan yang pesat dalam pembangunannya, sementara sebagian lainnya relatif lambat.

                Pendapatan perkapita/Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross National Product (GNP) merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Semakin tinggi pendapatan per kapita suatu negara, maka makin makmur negara tersebut.

Berikut ini adalah daftar 10 negara dengan pendapatan per kapita terbesar di dunia.

(sumber http://serba-sepuluh.blogspot.com/2012/03/10-negara-dengan-pendapatan-per-kapita.html)

  1. Qatar (US$93.400)
  2. Luxemburg (US$ 84.829)
  3. Singapura (US$59.936)
  4. Norwegia (US$53.376)
  5. Brunei Darussalam (US$49.517)
  6. Hongkong (US$49.342)
  7. Uni Emirat Arab (US$48.597)
  8. Amerika Serikat (US$48.147)
  9. Swiss (US$43.508)
  10. Belanda (US$42.330)

                World Bank membuat sistem klasifikasi negara berkembang dan negara maju dengan membagi 125 negara berpenduduk lebih dari satu juta orang (> 1.000.000 orang) ke dalam empat kategori sesuai dengan tingkat pendapatan per kapita. Klasifikasi itu adalah sebagai berikut.

1. Negara-negara berpendapatan rendah (low income) dengan GNP per kapita US$765 atau lebih rendah.

2. Negara-negara berpendapatan menengah rendah (lower middle income) dengan GNP per kapita    US$766 – 3.035.

3. Negara-negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income) dengan GNP per kapita   US$3.036 – 9.385.

4. Negara-negara berpendapatan tinggi (high income) dengan GNP per kapita US$9.386 atau lebih.

Kategori pertama sampai ketiga merupakan negara-negara Dunia Ketiga atau negara-negara berkembang.

Negara-negara anggota OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) atau Organisasi Kerja Sama Ekonomi yang terdiri atas 24 negara termasuk dalam kategori keempat dan negara itu dikategorikan sebagai negara maju. Selain itu, terdapat pula negara-negara yang memiliki pendapatan tinggi namun tidak dikategorikan sebagai negara maju seperti negara Hongkong, Kuwait, Israel, Singapura, dan Uni Emirat Arab, karena masih memiliki struktur perekonomian sama dengan negara berkembang.

Negara-negara maju antara lain sebagai berikut.

1. Negara maju Anggota Uni Eropa: Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani,            Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

2.  Negara maju nonUE: Andorra, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino,Swiss, dan      Vatikan.

3.  Negara Maju bukan Eropa: Australia, Kanada, Korea Selatan, Hong Kong, Israel, Jepang, Selandia        Baru, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat

Negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya berada di Benua Afrika, Asia, dan Amerika Latin (Amerika Selatan dan Amerika Tengah). Berikut beberapa negara yang tergolong dalam negara berkembang.

1.  Negara Asia, seperti Indonesia, Kamboja, Pakistan, India, Iran, dan Yaman.

2.  Negara Afrika, seperti Kenya, Afrika Selatan, Nigeria, Tunisia, Ghana, dan Maroko.

3.  Negara Amerika Latin, seperti Brasil, Bilivia, Chili, Argentina, Kuba, dan Meksiko.

Berikut klasifikasi dan ciri-ciri negara berkembang.

1. Klasifikasi negara berkembang

Sistem klasifikasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang membagi negara berkembang menjadi 3 golongan, yaitu negara paling terbelakang (cleust develope), negara berkembang (develope country), dan negara kaya pengekspor minyak dan anggota OPEC.

Sistem klasifikasi juga disusun oleh OECD. Organisasi tersebut merupakan kelompok negara-negara industri paling maju di dunia. OECD membagi Dunia Ketiga (termasuk yang bukan atau belum menjadi anggota PBB) menjadi 4 golongan, yaitu negara berpenghasilan rendah dengan pendapatan nasional kurang dari US$600, negara berpenghasilan menengah, negara industri baru, dan negara industri paling baru atau NICSs (Newly Industrilizing Countries).

2. Ciri-Ciri Negara Berkembang

Negara berkembang mempunyai perbedaan fisik, demografi, historis, dan kebudayaan. Namun ada persamaan di bidang ekonomi dan sosial yang merupakan ciri keterbelakangan.

Berikut ini lima komponen utama perbedaan di antara negara berkembang.

    a. Ukuran dan tingkat pendapatan

Faktor penentu (determinan) besar kecilnya potensi ekonomi suatu negara adalah luas wilayah, jumlah penduduk, dan tingkat pendapatan per kapita nasional suatu negara. Di antara 144 negara berkembang anggota PBB, 95 negara di antaranya berpenduduk kurang dari 15.000.000 jiwa dan 83 negara berpenduduk kurang dari 5.000.000 jiwa. Jumlah penduduk yang besar bisa menjadi modal pembangunan, bila kualitas penduduknya tinggi. Namun, jika kualitas penduduknya rendah akan menjadi beban pembangunan.

    b. Latar belakang sejarah dan kolonial

        Sebagian besar negara-negara Asia dan Afrika pernah dijajah oleh kekuatan kolonial Eropa Barat,     struktur perekonomian, pendidikan, dan lembaga-lembaga sosial negara-negara jajahan dibentuk sesuai              dengan keinginan negara penjajah. Dengan kata lain, kekuatan-kekuatan kolonial Eropa telah         meninggalkan dampak abadi yang sangat dramatis terhadap struktur perekonomian dan politik/kelembagaan pada bekas negara jajahan.

    c. Sumber daya fisik (alam) dan manusia

        Sebagian besar potensi pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh sumber daya fisik (alam),      seperti tanah, mineral, dan bahan mentah lainnya serta sumber daya manusia, baik kuantitas (jumlah)                 maupun kualitas (mutu). Negara yang potensi sumber daya alamnya banyak seperti di kawasan Teluk      Persia merupakan negara penghasil minyak yang perekonomiannya mampu tumbuh dengan cepat.                Sebaliknya, negara-negara yang hanya memiliki sedikit sumber daya alam, bahan baku dan mineral,        tanah yang kurang subur akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan pertumbuhan      perekonomiannya, seperti  Chad, Haiti, dan Bangladesh.

    d. Peranan Sektor Pemerintah dan Swasta

        Sebagian besar negara-negara di Dunia Ketiga (negara-negara berkembang) masih menganut sistem             ekonomi campuran, yaitu berperannya sektor pemerintah dan swasta dalam  menggunakan sumber        daya alam bagi kesejahteraan penduduknya. Peran dua sektor tersebut dan peranannya masing-masing            ditentukan oleh keadaan atau situasi historis dan politis. Pada umumnya peran sektor swasta di negara-   negara Amerika Latin dan Asia Tenggara lebih besar dibandingkan dengan di Asia Selatan dan Afrika.

    e. Struktur ekonomi

        Sebagian besar negara-negara berkembang merupakan negara agraris. Hasil pertanian digunakan untuk       memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri dan komersial. Pada tahun 1970-an dan tahun 1980-an        beberapa negara di Asia, seperti Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura mempercepat              pertumbuhan sektor industri sehingga dalam waktu singkat menjadi negara industri baru. India          meskipun sektor industri terbesar di Dunia Ketiga, tetapi karena jumlah penduduknya demikian besar    maka belum mampu menjadi negara dengan pertumbuhan tinggi.

Menurut G.M. Meiir dan R.E. Baidwin dalam bukunya Economic Development Theory History and Policy, mengatakan bahwa ciri-ciri dari negara berkembang adalah sebagai berikut.

a. Belum memanfaatkan sumber daya alam yang dimilikinya secara optimal, dan masih menggantungkan             pada bantuan negara yang lebih maju. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya sumber daya manusia dan          penguasaan teknologi.

b. Penduduknya masih terbelakang, maksudnya sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan dan       juga angka melek hurufnya masih sedikit.

c. Kekurangan modal dalam melakukan pembangunan negaranya, sering melakukan hutang luar negeri                guna menutup kekurangan modal ini.

d. Mempunyai orientasi pada perdagangan luar negeri, hal ini dimaksudkan untuk menambah devisa negara      tersebut.

e. Sebagai produsen barang-barang primer, maksudnya adalah barang-barang yang masih mentah seperti:         kayu gelondongan yang baru ditebang, belum dibuat bahan jadi ataupun setengah jadi (alat-alat         pertukangan, meubel).

f. Mempunyai masalah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, namun tidak diimbangi dengan      peningkatan fasilitas untuk kehidupan yang layak (fasilitas kesehatan, pendidikan, jaminan sosial,      lapangan pekerjaan, dan sebagainya).

Menurut Todaro (1983), karakteristik umum negara-negara berkembang adalah sebagai berikut.

a. Tingkat kehidupan yang rendah.

b. Tingkat produktivitas yang rendah.

c.   Tingkat pertumbuhan penduduk dan beban kebergantungan yang tinggi.

d. Tingkat pengangguran yang tinggi.

e. Tingkat kebergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor produksi primer yang tinggi.

f.   Tingkat kekuasaan secara ekonomi dan politik yang rendah.

g. Tingkat kebergantungan terhadap negara maju yang tinggi.

 

Secara umum dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri negara berkembang dapat diidentifikasi sebagai berikut.

a.   Pendapatan per kapita penduduk rendah.

b.   Masih berada pada tahap pembangunan.

c.   Kurangnya tenaga terampil dan ahli.

d.   Belum memadainya sarana dan infrastruktur.

e.   Penghasilan pegawai yang rendah.

f.   Rendahnya kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi.

g.   Keadaan kuantitas dan kulitas makanan rendah.

h.  Tingkat pendidikan yang rendah.

i.    Penduduknya lebih banyak bekerja pada sector pertanian dari pada industri.

j.   Sistem pertanian yang diusahakan menelan biaya yang banyak dari sumber daya manusia, padahal    dengan tenaga yang lebih sedikit dapat dihasilkan produk yang sama besarnya.

k.  Luas tanah garapan rata-rata kecil, teknologinya tradisional dan hasil panen per hektar sedikit.

l.    Kelebihan penduduk di pedesaan maupun di kota membawa akibat yang merugikan terutama            mengganggu kesehatan penduduk.

m. Umumnya berada pada daerah tropika.

n.  Rata-rata usia hidupnya lebih rendah dan presentasi buta hurufnya lebih tinggi.

o.  Ekonomi ekspornya bergantung pada produk primer dari hasil pertanian sampai pertambangan dan sering hanya satu atau dua produk yang menghasilkan mayoritas pendapatan ekspornya.

p.  Jumlah penduduk banyak dengan tingkat kelahiran yang tinggi.

q.  Umumnya merupakan bekas negara jajahan.

 

B. Tahapan Perkembangan Negara Maju dan Negara Berkembang

                Tahapan perkembangan negara menurut Walt Whitman Rostow, seorang ekonom dari Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul Stages of Economic Growth (Tahapan-Tahapan Pertumbuhan Ekonomi) terbagi menjadi lima tahapan dan ciri-ciri sebagai berikut.

1.   Tahap masyarakat tradisional (traditional society stage), memiliki ciri sebagai berikut.
     a. Kondisi masyarakat yang belum produktif.

b. Cara berproduksi dan pola perekonomian yang dijalankan masih tradisional.

c. Sistem dan pola kerja yang telah ada masih bersifat tradisi/turun temurun.

d. Perekonomian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (belum berorientasi pasar) .

 f.  Mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian.

2.   Tahap prakondisi lepas landas (precondition for take off stage) memiliki ciri sebagai berikut.

a.  Terjadi perubahan pola kerja dan sistem di segala bidang, baik sosial, ekonomi, budaya, dan politiknya.

b.  Sudah mengenal dan menggunakan teknologi untuk lebih produktif dan efisien.

c.  Sudah muncul kesadaran menabung yang lebih produktif di lembaga-lembaga keuangan.

d.  Kegiatan perekonomian terus bergerak ke arah kemajuan.

3.   Tahap lepas landas (take off stage) memiliki ciri sebagai berikut.

a.  Semakin berkembangnya usaha-usaha produksi.

b.  Terciptanya berbagai pembaruan yang lebih produktif dan efisien di segala bidang.

c.  Sektor produksi merupakan sektor dominan yang memacu pertumbuhan ekonomi serta.

d.  Semakin meningkatnya pendapatan perkapita dan pendapatan nasional.

4.   Tahap gerak menuju kematangan (drive for maturity stage) memiliki ciri sebagai berikut.
a. Sektor ekonomi mengalami pertumbuhan yang terus menerus.

b. Penggunaan teknologi modern pada masyarakat semakin meluas.

c. Semakin mantapnya struktur ekonomi negara.

d. Negara mampu menginestasikan pendapatan nasionalnya serta.

e. Industri modern semakin berkembang, terutama industri yang padat modal.

5.    Tahap konsumsi massa tinggi (age of high mass consumption stage) memiliki ciri sebagai berikut.
a. Semakin meningkatnya pendapatan masyarakat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hingga pada       tingkat pemenuhan kebutuhan sekunder bahkan tersier.

b. Perkembangan industri mencapai tahap tertinggi dengan kemampuan sumber daya manusia yang     sudah mencapai taraf ahli.

 

C. Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

 

D.  Contoh Negara Maju dan Negara Berkembang

                Untuk mengetahui secara detail mengenai kondisi negara maju dan negara berkembang, berikut contoh-contoh beberapa negara yang masuk dalam klasifikasi negara maju dan negara berkembang.

1. Contoh Negara Maju

a. Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan negara benua yang terletak di kawasan Benua Amerika Utara, tepatnya di antara 24°33’LU - 70°23’LU dan 112°BB - 66°BB. Luas negara ini mencapai 9.826.630 km² dengan jumlah penduduk sekitar 293.027.570 jiwa. Berdasarkan perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduknya, maka rata - rata kepadatan penduduk Amerika Serikat hanya sekitar 32 jiwa/km². Kepadatan penduduk ini pada umumnya berada di kawasan perkotaan, terutama di kota - kota wilayah pantai Timur dan pantai Barat.

 

Di bidang perekonomian, Amerika Serikat banyak memegang peran penting, bahkan dapat dikatakan mendominasi, terutama terhadap negara - negara yang sedang berkembang. Dengan pendapatan per kapita mencapai US$36.010 pada tahun 2008 dan meningkat menjadi US$48.147 di tahun 2012 karena faktor kestabilan mata uangnya, Amerika Serikat mampu memosisikan diri sebagai negara maju. Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Amerika Serikat.

1) Kemajuan di bidang pertanian

    Sebagai negara kontinental, Amerika Serikat mempunyai lahan yang masih sangat luas, bahkan dapat dikatakan hampir 47% lahan di Amerika Serikat masih digunakan untuk lahan pertanian. Dalam pelaksanaannya, lahan - lahan tersebut dikonsentrasikan dalam beberapa produk unggulan, seperti berikut.

      a)  Kawasan lahan gandum yang disebut wheat belt, dapat dibedakan atas gandum musim dingin (winter wheat) yang terletak di daerah Kansas dan gandum musim semi (spring wheat) yang terletak di Montana, North Dakota, dan South Dakota.

      b)  Kawasan lahan kapas yang disebut cotton belt dan merupakan penghasil kapas terbesar di dunia,terdapat di Texas, Alabama, Georgia, dan Lousiana.

      c)  Kawasan lahan jagung yang disebut corn belt, terletak di daerah Ohio, Iowa, Minnesotta, Missouri, dan Indiana.

      Selain pola pertanian per kawasan tersebut, Amerika Serikat juga mengembangkan pertanian secara umum, seperti perkebunan tembakau di Tennesse dan Virginia, perkebunan tebu di muara Sungai Mississippi, serta sayuran dan buah - buahan.

2) Kemajuan di bidang peternakan dan perikanan

      Peternakan sangat maju dan telah lama dikembangkan di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan Amerika Serikat banyak memiliki area padang rumput (praire) yang sangat luas. Adapun hewan ternak utama adalah sapi, kuda, biri - biri, babi, dan unggas. Hasil ternak utama adalah daging, kulit, wol, susu, dan telur. Adapun perikanan diusahakan secara besar - besaran di wilayah Samudra Atlantik.

3)  Kemajuan di bidang pertambangan

      Bidang pertambangan merupakan salah satu kegiatan yang telah lama dikembangkan di Amerika Serikat. Dengan kemampuan sumber daya manusia dan peralatan modern yang dimilikinya, Amerika Serikat mampu mengolah sendiri kekayaan alamnya. Berikut ini beberapa bahan mineral utama di Amerika Serikat.

a)  Batubara; merupakan bahan tambang mineral terbesar di Amerika Serikat. Lokasi penambangannya membentang dari Alabama hingga Pensylvania.

b)  Minyak bumi; cadangan minyak bumi Amerika Serikat juga tergolong besar, daerah pertambangannya tersebar di Ohio, Texas, Oklahoma, Pensylvania, dan California.

c) Bijih besi; banyak diusahakan di sepanjang Pegunungan Mesabi (Mesabi Range) di dekat Danau Superior.

d) Emas; terdapat di Nevada, Sacramento, dan Colorado.

e) Tembaga, timah, dan bouksit; banyak diusahakan di Arkansas, Arizona, dan Montana.

4)  Kemajuan di bidang perindustrian

      Perindustrian telah berkembang dan bahkan saat ini dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian di Amerika Serikat. Berikut ini beberapa industri besar di Amerika Serikat.

a)  Industri baja di Pittsburgh, Chicago, Birmingham, dan Cleveland.

b)  Industri kilang minyak di Texas dan Oklahoma.

c)  Industri tembaga di Montana.

d)  Industri tekstil di Georgia dan Carolina.

e)  Industri pesawat terbang, mobil, dan peralatan militer di Seatle dan Los Angeles.

f)  Industri mesin pertanian di Waterivo.

g)  Industri wol dan sutra di Pensylvania, Massachussets, New Jersey, dan South Carolina.

5)  Kemajuan di bidang perdagangan

      Sebagai negara yang menganut paham ekonomi kapitalis dan perdagangan bebas, bidang perdagangan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hampir semua negara di dunia ini menjalin hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat mengekspor mesin - mesin, otomotif, pesawat terbang, barang elektronika, bahan - bahan makanan dan minuman olahan, persenjataan, alat-alat kedokteran, bahan-bahan kimia, dan obatobatan, serta masih banyak lagi. Adapun impor Amerika        Serikat terutama berasal dari negara - negara sedang berkembang berupa bahan - bahan baku industri, seperti minyak dan gas, kayu, kopi, gula, karet, dan berbagai bahan baku industri lainnya.

Kota - Kota Utama di Amerika Serikat

Sebagai negara maju yang sangat dominan di percaturan dunia, Amerika Serikat memiliki banyak kota terkenal. Beberapa kota terkenal tersebut, antara lain berikut ini.

  1. Washington, D.C., merupakan pusat kendali pemerintahan Amerika Serikat sekaligus letak istana kepresidenan.
  2. New York, merupakan kota terbesar sebagai pusat perdagangan dunia, di kota ini berdiri gedung pusat perdagangan dunia (World Trade Center Building/WTC) dan pusat pasar bursa dunia (The New York Stock Exchange/NYSE). Di kota ini juga terdapat markas besar PBB.
  3. Los Angeles, merupakan kota terbesar kedua dan berperan sebagai kota pusat industri perakitan, komunikasi, keuangan, dan busana. Lalu lintas pelabuhan udaranya merupakan yang terpadat di Amerika Serikat. Kota ini juga merupakan pusat industri pesawat terbang dan perlengkapan militer.
  4. Chicago, merupakan kota terbesar ke tiga. Kota ini dikenal sebagai pusat pemotongan hewan ternak, pusat pengecoran logam dan baja, produsen alat-alat kedokteran, perlengkapan perkeretaapian, sabun, cat, kosmetika, mesin - mesin industri, dan perlengkapan olah raga.
  5. Philadelphia, pusat industri kimia, obat - obatan, pengolahan makanan, dan barang-barang cetakan. Kota ini juga terkenal karena kemajuannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mengantarkan Philadelphia sebagai kota pusat industri kesehatan utama di Amerika Serikat.

b. Jepang

Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km². Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai US$31.410) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia.

 

Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Jepang di berbagai bidang.

1) Kemajuan di bidang pertanian

      Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga topografinya relatif kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya ± 16% dari seluruh wilayah daratannya. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengolah dan berinovasi di bidang pertanian,      terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam menciptakan varietas - varietas baru unggulan, pupuk,              alat - alat pertanian dan obat - obatan. Hasil - hasil pertanian Jepang antara lain padi, kentang, jagung,           sayur - sayuran, teh, jeruk, dan apel.

2) Kemajuan di bidang perikanan dan peternakan

      Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas penduduk Jepang. Oleh karena itulah pemenuhan akan konsumsi ikan (terutama ikan laut) di Jepang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh adanya pertemuan arus hangat dan arus dingin (Kurosyiwo dan Oyasyiwo) di perairan Jepang yang kaya akan ikan. Hasil-hasil perikanan Jepang meliputi ikan salmon, makarel, tuna, hiu, haring, dan paus. Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan sebagian lagi diolah sebagai makanan kaleng.                Adapun peternakan yang banyak berkembang di Jepang adalah peternakan babi, ayam, dan sapi.

3) Kemajuan Di Bidang Industri

      Jepang merupakan negara industri besar. Bahkan saat ini Jepang menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara industri besar di dunia. Produk industri Jepang telah tersebar ke berbagai pelosok dunia. Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan olahan, semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi. Bahkan, saat ini hasil industri otomotif Jepang merupakan hasil            industri otomotif terbesar dunia. Hasil pembangunan negara Jepang di bidang industri ini sangat luar biasa, mengingat Jepang miskin sumber bahan mineral, sehingga sebagian besar bahan baku industri tersebut diimpor dari negara lain, termasuk dari Indonesia.

Kota - Kota Utama Jepang

 

  1. Tokyo, merupakan ibukota Jepang, sekaligus sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan bertaraf internasional.
  2. Osaka, merupakan kota terbesar kedua Jepang, sekaligus sebagai pusat industri tekstil.
  3. Nagoya, merupakan pusat industri pesawat terbang, otomotif, lokomotif, dan industri besar lainnya. Keberadaan kota ini oleh orang Jepang dianggap sebagai “ibukota” Jepang di wilayah tengah.
  4. Kyoto, merupakan ibukota Jepang hingga tahun 1868, kota ini sekarang berkembang sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.
  5. Ginza, merupakan pusat hiburan, bisnis, dan perdagangan bertaraf internasional.

c.  Jerman

Letak astronomis Negara Jerman terletak pada 47  LU-55  LU dan 6  BT-15  BT Letak geografis Negara Jerman terletak di jantung Eropa dan dikelilingi sembilan negara tetangga: Perancis, Swis, Austria, Cekia, Polandia, Denmark, Belanda, Belgia, Luksemburg. Letak geologis atau letak batu-batuannya terletak pada:

dari Laut Utara dan Laut Baltik hingga Pegunungan Alpen di sebelah selatan, struktur geografis Jerman terbagi dalam dataran Jerman Utara, ambang bukit barisan, daerah bukit barisan berteras di Jerman bagian barat daya, daerah kaki Pegunungan Alpen di Jerman Selatan, dan Pegunungan Alpen Bavaria.

 

Batas-batas Negara Jerman adalah sebagai berikut.

1) Utara: Laut Balatik, Denmark, dan Laut Utara.

2) Timur: Polandia, Ceko, dan Slovakia.

3) Selatan: Swiss dan Austria.

4) Barat: Belanda, Luxsemburg, Belgia, dan Perancis.

Luas negara Jerman kira-kira: 356.970 km² .  Secara astronomi Jerman memiliki iklim yang mendapat pengaruh iklim laut. Iklim di Jerman hangat pada musim panas dan sejuk pada musim dingin. Secara geografis, juga terbagi 2 iklim, yaitu iklim kawasan pantai (iklim laut) dan kawasan pedalaman beriklim kontinental yang mendapat pengaruh angin darat.   Lereng Pegunungan Alpen yang menghadap ke arah Jerman dan merupakan hulu sebagian dari sungai di Eropa, seperti Sungai Rhein, Donau, Elbe, dan lain-lain. Rhein 865 km, Elbe 700 km, Donau 686 km Kota-kota terbesar Berlin 3,4 juta penduduk, Hamburg (1,8 juta), München (1,3 juta), Köln (1,0 juta), Frankfurt am Main (662.000).

Bagian utara merupakan bagian dari dataran rendah Eropa Utara sedangkan bagian tengah dan selatan merupakan dataran tinggi, bukit-bukit, dan bagian paling selatan merupakan lereng dari Pegunungan Alpen sedangkan gunung yang tertinggi adalah Zugspitze (2.963 m).

Jumlah penduduk: ± 81.600.000 jiwa. Penduduk asli: Campuran Suku Tentania, Kelt, dan Bangsa Slavia.

Penduduk mayoritas: Sekitar 6,7 juta non-warganegara tinggal di Jerman. Dengan yang terbesar datang dari Turki, diikuti oleh Italia, Yunani, Kroasia, Belanda, Serbia, Montenegro, Spanyol, Bosnia dan Herzegovina, Austria, Portugal, Vietnam, Maroko, Polandia, Macedonia, Lebanon dan Perancis . Sekitar 2/3-nya telah berada di negara ini selama 8 tahun atau lebih, dan oleh karena itu bisa dinaturalisasikan.

Agama secara mayoritas: Kristen Protestan dan Katolik. Bahasa resminya: Bahasa Jerman.

Hasil pertanian dan daerah penghasil sebagai berikut.

1)  Padi-padian di Pegunungan Alpen, sepanjang Sungai Weser, Wesfalen, dan daerah Bavaria Utara.          

2)  Umbi-umbian di Fankfrut-am-Main, Numbreg, dan Wurzburg.

3)  Anggur dan buah-buahan di Lembah Sungai Rhein, sungai Mosel, sungai Elbe, dan sekitar kota             Stuttgart.

4)  Kentang di Luxzemburg Heide.

Kehutanan: Luas wilayah hutan di Jerman adalah 32% dari luas total wilayah Jerman, yang merupakan bentuk tata guna lahan terluas kedua setelah pertanian. Beberapa hutan yang terkenal adalah hutan Bavarian dan Rhineland-Palatinate. Proporsi hutan konifer mencakup 57,6%, meskipun sudah mulai banyak dikonversi menjadi hutan jenis pohon berdaun lebar (broadleaved species), akan tetapi proporsinya masih mendominasi hutan di Jerman. Norway spruce (di Jerman dikenal: Fichte) merupakan pohon yang paling umum dijumpai dari jenis konifer. Disusul kemudian European beech (Jerman: Rotbuche) yang merupakan hutan gugur daun (deciduous forest) dengan perkembangan yang pesat.

Perkebunan: Pada bidang perkebunan meliputi kelapa sawit, kopi, teh, tembakau, kopi, dan produk karet.

Pertambangan: Batubara dan Besi merupakan tambang terpenting. Daerah pertambangan Batubara di daerah Sungai Ruhr, sungai Saar. Sedangkan tambang Besi di Ruhr.

Daerah Industri di Jerman adalah sebagai berikut.

1)   Industri Besi Baja di Ruhr, Saar, dan Bremen.

2)   Industri penyulingan minyak di kota Ruhr, wilayah Bavana Tengah dan kota Karlsruhe.

3)   Industri mobil VW di kota Lower Saxony, Mercedes Bens du Stuttgart, dan BMW di kota Munich.

4)   Industri tekstil di Wappertal, Aken, Hannover, dan Munich.

5)   Industri konstruksi mesin di Leipzig, Kiel, Humburg, Munnich, dan Hannover.

6)   Industri peralatan listrik, alat ukur dan alat optic di Leizig, Dresden, dan Erfurt.

Kota-kota penting di Negara Jerman adalah Berlin, Luxzemburg, Belgia, Elbe, dan lain-lain.

 

2. Contoh Negara Berkembang

a. Nigeria

Nigeria adalah salah satu negara berkembang di Afrika. Namun demikian jika dibandingkan dengan negara Afrika lainnya negara ini cukup sejahtera. Awalnya negara ini merupakan jajahan Inggris yang baru merde-ka pada bulan Oktober 1960. Tetapi baru beberapa tahun mengalami merdeka, yaitu tahun 1967 terjadi pe-rang saudara yang mengakibatkan kehancuran negara ini. Baru pada tahun 1970 negara ini bangkit kembali yang didukung oleh kekayaan dari sumber alamnya utamanya yaitu minyak bumi. Negara ini berbentuk Re-publik federal yang terdiri atas 19 negara bagian yang masing-masing dikepalai oleh seorang gubernur militer.

Jumlah Penduduk 133.900.000, tingkat pertumbuhan penduduk 2,8 %, pertambahan dua kali lipat (doubling time) penduduk 25 tahun, angka harapan hidup 52, tingkat kematian bayi 75, GNP per kapitaUS$ 790, persentase pencaharian pertanian 70 %, persentase pencaharian industri 10 %, persentase pencaharian jasa 20 %, penduduk Kota 36 %.

Secara astronomis Nigeria terletak di antara 5° LU – 14° LS dan antara 4° BT – 16BT. Luas wilayahnya mencapai ± 924.630 km². Untuk mengetahui keadaan dan situasinya maka perlu melihat kawasan Afrika di Teluk Guinea ini melalui peta.

 

Perekonomian Nigeria meliputi pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan industri. Secara lebih rinci keadaan dan perkembangan sektor-sektor perekonomian tersebut sebagai berikut.

1) Pertanian, kehutanan, dan perikanan

      Hasil produksi pertanian dan minyak bumi merupakan tulang punggung utama perekonomian di negara ini. Sekalipun minyak bumi memang sumber pendapatan terpenting negara ini sejak ditemukannya ladang minyak bumi di Port Harcourt sekitar tahun 1950-an, tetapi sekitar 70 % penduduknya masih bekerja di bidang pertanian. Bidang pertanian meliputi pertanian cokelat, minyak kelapa sawit, kapas, dan karet. Hasil pertanian tersebut merupakan ekspor utama setelah minyak mentah. Kapas banyak diusahakan di daerah utara yang bertanah pasir dan beriklim agak kering. Perkebunan kelapa banyak diusahakan di daerah selatan dan menghasilkan minyak palem untuk membuat sabun, minyak goreng, dan pelumas. Kawasan hutan di Nigeria meliputi 40 % dari wilayah secara keseluruhan. Produksi hutan cenderung menurun karena terjadinya perusakan hutan yang digunakan untuk lahan-lahan pertanian. Sektor perikanan di Nigeria belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehinga masih harus mengimpor dari luar negeri. Daerah kawasan perikanan utama diusahakan di Danau Chad dan daerah pantai. Untuk meningkatkan hasil perikanan didatangkan kapal penangkap ikan bermotor dari luar negeri.

2) Pertambangan dan industri

      Daerah Nigeria banyak menyimpan berbagai bahan mineral antara lain minyak bumi, gas alam, timah, bijih besi dan batu bara. Sejak ditemukannya minyak bumi di daerah Port Harcourt pada tahun 1950-an, minyak bumi telah mendominasi perekonomian Nigeria. Dewasa ini Nigeria merupakan produsen minyak bumi terbesar keenam di dunia dan menjadi anggota OPEC. Minyak mentahnya yang bermutu tinggi merupakan satu-sataunya sumber pendapatan paling besar negara ini dan ekspor minyak mentah telah menjadikan negara ini negara kaya di Afrika. Daerah eksploitasi minyak bumi lainnya terdapat di kota-kota Calabar, Oweri dan Benin. Produksi minyak terpenting berasal dari kawasan delta sungai Niger. Batu bara diusahakan di negara-negara bagian utara dan sekitar kota Enugu dan negara bagian Anambra. Bijih besi di Itakpe. Timah di Kolumbit dan Uranium di kawasan negara-negara bagian utara dan timur, khususnyadi negara bagian Kwara. Hasil tambang lainnya ialah batu pualam dan batu kapur.

      Di sektor industri manufaktur cukup banyak menyerap tenaga kerja (sekitar 18%). Hasil-hasil utama manufaktur antara lain minuman, bahan-bahan kimia, obat-obatan dan tekstil. Industri berat saat ini mulai dikembangkan. Perdagangan luar negeri Nigeria berkembang pesat, hampir 95 % devisa merupakan hasil ekspor minyak bumi. Nigeria juga mengekspor hasil-hasil pertanian seperti cokelat, dan karet. Impornya ialah mesin, elektronik, tekstil, dan bahan baku kimia dan obat-obatan. Mitra     dagangnya ialah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dan Belanda.

b.  Brasil

Brasil merupakan negara terbesar di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di antara 5°LU - 34°LS dan 35°BB - 74°BB. Luas negara ini mencapai 8.547.404 km² dengan jumlah penduduk sekitar 184.101.110 jiwa. Rata-rata kepadatan penduduk di Brasil hanya sekitar 22 jiwa/km². Mayoritas penduduknya masih tinggal di daerah pedesaan dengan tingkat penghasilan yang belum begitu tinggi. Di bidang perekonomian, Brasil menunjukkan peningkatan pendapatan perkapita negaranya dari tahun ke tahun hingga mencapai US$2.590 .Pendapatan tersebut didukung oleh kegiatan perekonomian Brasil dari berbagai sektor.

 
1) Pertanian dan Kehutanan

      Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian negara Brasil dan menyumbangkan sekitar 45% dari komoditas ekspornya. Hingga saat ini, Brasil merupakan pengekspor kopi utama dunia, hasil -     hasil pertanian lainnya berupa teh, rempah - rempah, kapas, cokelat, tembakau, kayu, jagung, dan tebu.           Adapun wilayah hutan di Brasil merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam pemenuhan produk domestik dan ekspor. Sekitar dua per tiga dari hasil - hasil hutan diperoleh dari hutan tropis asli, sedangkan sepertiganya dipenuhi dari hutan - hutan baru. Hasil - hasil hutan tersebut banyak dimanfaatkan untuk konstruksi dan pembuatan bubur kayu (pulp) sebagai bahan baku kertas.

2)  Perikanan

      Perikanan menyokong 3% dari kebutuhan protein masyarakatnya. Dua per tiga hasil perikanan dipenuhi dari hasil perikanan laut sedangkan sisanya dipenuhi dari hasil perikanan darat.'

3) Pertambangan

      Pertambangan menyumbangkan 8,6% devisa bagi negara. Tambang utama di Brasil adalah bijih besi, sedangkan hasil tambang lainnya adalah emas, minyak, timah, nikel, aluminium, kapur, intan, dan berbagai macam, batu mulia.

4)  Perindustrian

      Industri yang berkembang di Brasil, antara lain, industri baja, tekstil, semen, pengolahan makanan,petrokimia, perakitan pesawat dan mobil, serta barang - barang kimia dan elektronik.

5) Perdagangan

  a)  Ekspor: mobil dan suku cadang, besi dan baja, kopi, teh, cokelat, tebu, rempah - rempah, produk makanan, dan ternak olahan.

  b)  Impor: minyak dan produk olahannya, mesin - mesin mobil, kelistrikan, dan bahan - bahan kimia organik.

Kota - kota utama di Brasil

1. Brasilia, merupakan ibukota dan pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan.

2. Sao Paulo, merupakan kota pusat industri, hampir 40% industri Brasil terdapat di kota ini. Jenis industri yang dominan adalah otomotif, tekstil, dan petrokimia.

3. Rio de Jeneiro, merupakan kota pelabuhan laut utama yang sangat ramai. Di kota ini juga terdapat industri bahan - bahan kimia dan gelas.

4. Porto Alegre, merupakan pusat industri pengolahan bahan makanan.

c. Cina

Cina merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki wilayah terluas dan jumlah penduduk terbesar di dunia. Luas wilayah Cina mencapai 9.596.961 km2. Cina terletak di Benua Asia dengan letak georgrafis antara 18' LU – 54'BT dan 73'BT–135'BT. Saat ini Cina merupakan salah satu negara berkembang yang kini mulai menjadi salah satu negara industri baru.

 

Kemajuan ekonomi Cina mulai terlihat sejak Negara yang semula tertutup tersebut membuka perekonomiannya dengan negara lain. Cina mulai membuka diri terhadap pihak asing yang akan melakukan investasi di Cina. Hal ini terlihat dari meningkatnya sumbangan sektor industri terhadap perekonomian Cina. Sektor industri menyumbang 53,1% dari pendapatan nasional Cina. Kegiatan industri berkembang di berbagai daerah, terutama di daerah Beijing hingga Tianjiang, Shenyang, dan Nanjiang hingga Shanghai. Perkembangan industri di Cina didukung oleh ketersediaan batu bara sebagai bahan bakar dan upah tenaga kerja yang murah. Negara Tirai Bambu ini menghasilkan mesin bubut, alat-alat pertambangan, suku cadang kendaraan bermotor, mesin, semen, dan pupuk. Cina juga mengembangkan industri perakitan elektronik, seperti komputer dan telepon genggam.

Kegiatan pertanian dan pertambangan masih memegang peran penting, yaitu menyumbang sebesar 14,4% dari pendapatan nasionalnya. Kegiatan pertanian dikembangkan di daerah yang subur, seperti lembah Sungai Huang Ho, Chang Jiang, dan Xianjiang.

Hasil-hasil pertanian Cina antara lain padi, jagung, gandum, kedelai, kacang, sorgum, kapas, dan teh.

Cina juga kaya bahan tambang. Jenis bahan tambang yang dimiliki Cina antara lain minyak bumi, gas alam, bijih besi, aluminium, tembaga, tungstel, dan timbal.
Cina merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Pada tahun 2006 jumlah penduduk Cina mencapai 1.313.973.713 jiwa. Untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk, pemerintah Cina menggalakkan program keluarga berencana. Dengan berbagai upaya, pemerintah berhasil menekan pertumbuhan penduduk hingga mencapai 0,59% per tahun.

Penduduk Cina umumnya adalah ras Mongoloid dengan kulit kuning dan mata sipit. Mayoritas etnis Han
menyusun hampir 93% populasi. Penduduk bangsa Han sendiri heterogen dan bisa dianggap sebagai kumpulan berbagai etnik yang menerapkan budaya dan bahasa yang sama. Bahasa yang digunakan secara luas di Cina yaitu bahasa Mandarin. Orang Cina terkenal memiliki budaya yang tinggi. Mereka telah lama mengenal tulisan, kertas, dan kompas. Orang Cina lah yang pertama kali mengenal mesiu sebagai
bahan peluru senjata api. Masyarakat Cina terkenal sebagai pekerja keras dan ulet sehingga tingkat
produktivitasnya tinggi. Mereka juga terkenal ahli dalam perdagangan.

Sebelum berdiri sebagai RRC tahun 1949, sekitar 80% penduduk Cina adalah buta huruf atau setengah buta huruf. Jumlah murid di sekolah-sekolah hanya tercatat 4,76%. Kini, pendidikan di Cina sudah mulai mengalami kemajuan. Sistem pendidikan di Cina bukanlah sebuah sistem yang seimbang. Walaupun banyak sekolah di perkotaan yang sudah modern, sebagian besar sekolah-sekolah di daratan Cina berada di perdesaan. Umumnya sekolah di wilayah perdesaan itu memiliki dana yang sedikit, pengajar dan peralatan yang tidak memadai.

Sebagai negara berkembang, Cina mengalami perkembangan teknologi yang cukup pesat, meskipun belum
bisa menyamai teknologi negara-negara maju. Cina sudah mulai dibicarakan pengamat sebagai the next tech superpower. Cina memberikan perhatian besar pada perkembangan teknologi informasi (TI). Beberapa tahun lalu, berbagai peralatan teknologi komunikasi informasi masih berlabel ”Invented in the USA”, sekarang di pasaran Hong Kong berbagai perlengkapan jaringan mulai sudah berlabel ”Made in China”. Selain itu, Cina juga mulai mengembangkan teknologi di bidang militer dengan membuat pesawat tempur, tank baja, dan berbagai persenjataan.

d. India

India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km², India adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir.

India terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.

 

Disebelah timur India berbatasan dengan Myanmar yang dibatasi oleh kaki Pegunungan Himalaya. Pada bagian ini India mengelilingi hamper seluruh bagian negara Bangladesh. Di sebelah barat India berbatasan dengan Pakistan dan laut barat. Di bagian utara, India berbatasan dengan Nepal, Rusia, dan China. Di sebalah selatan, negara ini berbatasan dengan Samudra Hindia.

Sungai-sungai penting di India antara lain sungai Gangga yang bersumber dari pegunungan Himalaya dan merupakan sungai terpenting di India, sungai Brahmaputra yang mengalir dari timur laut India serta sungai Indus yang berasal dari Ladakh India. Himalaya merupakan himpunan dari beberapa pegunungan yang terdiri dari sejumlah lembah yang besar antara lain Lembah Hullu dan Lembah Kathmandu. Gunung tertinggi di India adalah gunung Kanchenjunga (8.598 m) yang termasuk dalam gugusan pegunungan Himalaya.

Sungai Gangga merupakan sungai utama di India dan merupakan salah satu sungai terpanjang di dunia. Disamping agama Hindu, dua agama besar India lainnya yaitu Budha dan Jainisme lahir dan dibesarkan di Gangga. Sungai Indus merupakan salah satu sungai besar di Asia. Sungai Indus berguna sebagai penghalang terhadap penyerbuan asing, sedangkan airnya menyuburkan lahan di India barat laut dan yang sekarang adalah Pakistan. Lembah Indus merupakan daerah yang amat subur dengan menghasilkan gandum, jagung, padi dan aneka buah-buahan dan sayuran.

India adalah letak dari peradaban kuno seperti Budaya Lembah Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia: Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Negara ini merupakan bagian dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaan pada 1947.

Populasi India diperkirakan sekitar 1.13 milyar jiwa, yang merupakan 1/6 dari penduduk dunia. Populasi India diperkirakan melebihi Tiongkok tahun 2030 dan akan menjadi negara terpadat di dunia. India memiliki lebih dari dua ribu etnis, dan agama-agama utama ada di India. Penduduk India menunjukkan perbedaan yang besar di segi keturunan dan kehidupan kebuayaan mereka. Dipercaya bahwa penduduk asli India berwarna kulit hitam, berpostur pendek dan berhidung lebar. Bahasa di India juga sangat beragam.

Di India terdapat 18 bahasa resmi yang diakui oleh konstitusi dan terbagi atas dua kelompok besar. Pertama adalah, Indo-Arya yang merupakan cabang dari kelompok bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan India. Kedua, Dravida yang merupakan bahasa asli India Selatan dan dipengaruhi oleh Sanskrit dan Hindi. Di India terdapat 1600 bahasa dan dialek berdasarkan sensus tahun 1991. Bagi kalangan terpelajar di India, bahasa Inggris merupakan bahasa utama, sedangkan bagi sebagian besar masyarakat India lainnya Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa daerah.

Kota Terkenal India

1) New Delhi adalah ibu kota dari India, dan bagian dari Wilayah Ibu Kota Nasional Delhi. New Delhi adalah metropolis terbesar ketiga di India. Awal pendiriannya sebagai ibu kota dari India Britania.

2)  Mumbai (dahulu dikenal dengan nama Bombay) adalah ibukota negara bagian Maharashtra dan dengan populasi sebesar 12 juta jiwa (2005) adalah kota dengan penduduk terbanyak di India. Kota ini terletak    di Pulau Salsette lepas pantai barat Maharashtra. Bersama kota-kota pinggirannya, Mumbai menjadi    area metropolitan terbesar keempat di dunia dengan populasi melebihi 20 juta jiwa. Mumbai adalah      pusat perdagangan dan hiburan di India, menjadi lokasi berbagai badan-badan keuangan penting. Kota ini menarik imigran karena memiliki peluang bisnis yang besar dan taraf  hidup yang tinggi. Bollywood, pusat perfilman India, juga terletak di kota ini.

3)  Kolkata (dahulu Calcutta atau Kalkuta) ialah salah satu kota pelabuhan penting di India yangmerupakan ibu kota Benggala Barat. Kolkata ialah ibu kota India antara 1833 sampai 1912. Merupakan pusat industri goni dan tekstil. Mengekspor goni, teh, dan mika. Terdapat Universitas Kolkata dan Museum India. Nama Kolkata resmi dipakai sejak tahun 2001.

4)  Chennai (dulu dikenal sebagai Madras) ialah ibukota negara bagian Tamil Nadu. Kota ini adalah kota metropolitan terbesar keempat di India. Luasnya adalah 174 km² (1.180 km²  jika menghitung wilayah) dan penduduknya berjumlah 4.352.932 jiwa (2006).

Dikarenakan populasinya yang besar, namun pendapatan per kapita India hanya US$3.262, berada di urutan ke-125 oleh Bank Dunia. Cadangan pertukaran asing India sekitar USid="mce_marker"43 milyar. Mumbai merupakan ibu kota finansial negara ini dan juga merupakan rumah dari Reserve Bank of India dan Bombay Stock Exchange. Meskipun seperempat dari penduduk India masih hidup di bawah garis kemiskinan, jumlah kelas menengah yang besar telah muncul karena cepatnya pertumbuhan dalam industri teknologi informasi.

Ekonomi India dulunya banyak tergantung dari pertanian, namun sekarang ini hanya menyumbang kurang dari 25% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Industri penting lainnya termasuk pertambangan, petroleum, pengasahan berlian, film, tekstil, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. Kebanyakan daerah industri India berpusat di kota-kota utamanya. Tahun-tahun belakangan ini, India telah muncul sebagai salah satu pemain terbesar dalam perangkat lunak dan business process outsourcing, dengan pendapatan sekitar USid="mce_marker"7,2 milyar pada 2004-2005. Dan ada juga banyak industri skala kecil yang meyediakan lapangan kerja yang stabil bagi penduduk di kota kecil dan pedesaan.

Meskipun India hanya menerima sekitar tiga juta pengunjung asing setiap tahun, pariwisata tetap penting tapi masih sumber pendapatan nasional yang belum berkembang. Pariwisata menyumbangkan 5,3 persen dari PDB India. Partner perdagangan utama India termasuk Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Cina dan Uni Emirat Arab.

Ekspor utama India termasuk produk pertanian, tekstil, batu berharga dan perhiasan, jasa perangkat lunak dan teknologi, hasil teknik, kimia, dan hasil kulit sedangkan komoditas impornya adalah minyak mentah, mesin, batu berharga, pupuk, kimia. Pada tahun 2004, total ekspor India berjumlah US$69,18 milyar sedangkan impor sekitar US$89,33 milyar

Kemajuan dan gencarnya para korporasi India telah ditopang oleh kemajuan yang mendasar di bidang teknologi dan sumber daya manusianya. Suatu prestasi yang telah mengejutkan dunia adalah ketika India mampu menghasilkan bom nuklir pada akhir tahun 1990an. Suatu prestasi lain di bidang pengembangan teknologinya adalah pusat IT di Bangalore yang juga disebut sebagai “Silicon Valley” India. Di bidang teknologi persenjataan moderen India juga telah semakin maju. Pada tanggal 14 Mei, 2008, Perdana Menteri Mamohan Singh telah meresmikan DRDO (Defence Research and Development Organisation/Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertahanan) India mengatakan bahwa industri nasional India akan dalam waktu dekat mampu untuk mengembangkan teknolgi mutakhir senjata robotics, sensor dan stealth (teknologi untuk pesawat tempur yang tidak dapat dideteksi radar).

 

 

 

E. Model Pengembangan Wilayah di Negara Maju dan Negara Berkembang                      

                Pertumbuhan sebuah daerah menjadi kota atau kota besar atau wilayah yang berkembang awalnya merupakan daerah strategis faktor yang menjadi pendorong daerah berkembang pesat antara lain sebagai berikut.

a. Lembah sungai yang subur.

b. Sumber pertambangan.

c. Lokasi yang strategis.

d. Keindahan dan keunikan daerah.

e. Kebijakan pemerintah.

                Lembah sungai yang subur memberikan kemudahan bagi manusia menjadikannya sebagai lahan pertanian yang produktif. Sehingga akan mengundang migrasi penduduk dari tempat lain ke tempat ini, penduduk akan terkonsentrasi di tempat ini dan menjadikannya berkembang pesat. Lahan pertanian yang subur akan memberikan panen yang melimpah, sehingga kebutuhan pangan selalu terpenuhi bahkan surplus. Surplus hasil panen memungkinkan terpenuhinya kebutuhan tidak hanya di daerah tersebut tetapi juga di daerah lainnya, pada tahap  selanjutnya akan terjadi pertukaran hasil pertanian dengan hasil lainnya melalui perdagangan, lama kelamaan tempat tersebut akan terus berkembang tidak hanya pada kegiatan pertanian tetapi juga pada kegiatan-kegiatan yang mengiringinya, dari sebuah desa berkembang menjadi sebuah kota, dan seterusnya.

Contoh adalah berkembangnya peradaban Babilonia di Mesir di lembah Sungai Nil, Mesopotamia di lembah Sungai Tigris dan Eufrat, kota-kota modern di Eropa misalnya: London yang dibelah Sungai Thames, Paris di sepanjang aliran Sungai Seine, di Asia seperti pada kota-kota di India yang terletak di sepanjang aliran Sungai Gangga dan Indus, kota-kota penting di Cina di sepanjang aliran Sungai Yang Tze dan Hwang Ho.

                Kota-kota besar sebagai pusat industri diawali oleh potensi kekayaan sumber-sumber mineral tertentu di daerah itu, selanjutnya dikembangkan secara tepat dan  didukung oleh faktor-faktor geografi lainnya memungkinkan daerah tersebut berkembang menjadi kota-kota besar seperti: Duseldorf, Bonn, Frankfrut di Jerman yang berkembang karena daerah sepanjang Sungai Ruhr tersebut memiliki kekayaan mineral bijih besi, dan batubara yang melimpah. Demikian pula kota Manchester, Shefield, Leeds dan Nothingham di Inggris; Chicago, Detroit, Milwakee, Dallas, Piladelphia di Amerika Serikat. Beijing, Sanghai di Cina; Port Hacourt di Nigeria; Cargorlie di Australia.

                Karena posisinya yang strategis menyebabkan suatu tempat menjadi daerah persinggahan dan akhirnya berkembang menjadi pusat perdagangan industri dan jasa. Singapura besar karena lokasinya yang strategis yang dilalui oleh lalu lintas perdagangan internasional dari segala arah. Hongkong, Rotterdam di Belanda berkembang karena sebagai pelabuhan bagi kepentingan hasil-hasil tambang dan industri Jerman.

Dari uraian tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa orientasi model pengembangan wilayah di negara maju yang paling utama adalah pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Model pengembangan wilayah yang berorientasi kepada pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan negara-negara maju mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang lebih kompleks, seperti timbulnya daerah kumuh (slum area), kurangnya lapangan pekerjaan, produktivitas tenaga kerja yang rendah dan tingkat pendapatan yang rendah serta tingkat pendidikan yang rendah. Secara umum, pembangunan fisik di segala bidang dapat berlangsung secara teratur dan terencana.

1. Model pengembangan wilayah di negara maju

Secara umum, negara-negara maju mempunyai karakteristik sebagai berikut.

a. Titik berat perekonomiannya pada sektor industri dan jasa.

b. Angka harapan hidup tinggi.

c. Tingkat kematian bayi rendah.

d. Tingkat pendidikan penduduknya rata-rata tinggi.

e. Tingkat pendapatan per kapita penduduknya tinggi.

f. Sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah perkotaan.

                Model pengembangan atau pembangunan wilayah di berbagai negara tidaklah sama, meskipun tujuan yang ingin dicapai sama. Contohnya di negara yang menganut paham sosialis, akan berbeda dengan negara-negara yang menganut paham liberal. Demikian halnya yang terjadi di negara-negara maju berbeda dengan di negara-negara berkembang.

                Umumnya di negara-negara maju, pengembangan wilayah atau kota dilakukan dengan sistem desentralisasi. Banyak rancangan mengenai pola dan bentuk pengembangan wilayah kota yang dikembangkan di negara-negara maju. Mereka cenderung memperhatikan tren atau kebutuhan-kebutuhan pada masa yang akan datang.

Menurut Sikander dan Malik bahwa terdapat lima macam pola dan bentuk kota dalam tren pengembangan wilayah di masa mendatang yaitu sebagai berikut.

a. Pola metropolis menyebar (dispersed)

Terbentuk dengan mengembangkan bagian kota yang paling jarang penduduknya. Pada bagian kota yang padat penduduknya dibangun kembali dengan mengurangi kepadatan penduduk sehingga kota metropolis tersebut akan menyebar. Prasarana sosial ekonomi seperti kantor, rumah sakit, pabrik dan universitas disebar ke kawasan yang baru.

 

      Gambar pola menyebar

b. Pola metropolis galaktika

    Terbentuk dari permukiman kota yang kecil-kecil berpenduduk padat, dipisahkan oleh kawasan pertanian       yang jarang sekali penduduknya atau bahkan tidak berpenduduk. Kegiatan sosial ekonomi terpusat di           berbagai pemukiman.

c.Pola metropolis memusat

    Dibentuk oleh kegiatan sosial ekonomi yang tinggi dengan kepadatan penduduk yang tinggi pula, terutama di pusatnya. Karena kegiatan sosial ekonomi sangat tinggi, banyak penduduk yang tinggal di apartemen dan rumah susun.

 

    Gambar metropolis memusat

d. Pola metropolis bintang

    Terbentuk karena mempunyai inti yang utama, dengan pola kepadatan penduduk membentuk bintang     memanjang. Lengan-lengan kota itu mempunyai kepadatan penduduk yang sedang.

 

Gambar metropolis bintang

e.            Pola metropolis cincin

    Terbentuk dengan kepadatan penduduk terletak di sekeliling tengah kota. Adapun daerah yang jarang     penduduknya terletak ditengah kota.

 

    Gambar metropolis cincin

2. Model pengembangan wilayah di negara berkembang

Secara umum model pengembangan wilayah di negara-negara berkembang lebih menitikberatkan pada sektor agraris, yaitu sektor-sektor yang berhubungan dengan upaya-upaya pengolahan sumber daya alam secara langsung, seperti

Soal