Semester 2 Bab 2-Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan

BAB II

PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Standar Kompetensi

Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup

Kompetensi Dasar 

Menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

Indikator

  1. Merumuskan konsep pelestarian lingkungan hidup
  2. Menjelaskan pengertian pembangunan berkelanjutan
  3. Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

 Ringkasan Materi I

A.    Kualitas Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup dalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang memengaruh kelngsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makluk hidup lainnya. Kualitas dalam kaitannya dengan kualitas hidup yaitu kualitas lingkungan yang baik, yang terdapat potensi untuk berkembangnya kualits hidup yang tinggi. Namun, kualitas hidup maupun kualitas lingkungan sifatnya subjekltif dan relatif.

Daya dukung adalah kemampuan dukungan meksimum lingkungan erhadap populasi dari spesies tertentu dalam suatu habitat tertentu, tanpa berdampak mengaggu produltivitas habitat tersebut oleh karena itu, daya dukungbukanlah berfokus pada maksimum populasi tetapi pada maksimum beban lingkungan yang dapat terjaga.

Laingkungan hidup terdiri dari berbagai komponen atau unsur, baik komponen biotik maupun komponen abiotik. Apabila salah satu komponen lingkungan hidup meglami gngguan atau bahkan kepubahan maka keharmonisan lingkungan hidup akan terganggu. Beberapa faktor yang memengaruhi lingkungan hidup adalah sebagai berikut.

  1. jenis dan jumlah tiap unsur lingkungan hidup.
  2. hubungan atau interaksi antarunsur dalam lingkungan hidup. Interaksi ini tidak hanya menyangkut komponen biofisik saja, melainkan hubungan sosial, karena unsur-unsur lingkungan hidup memilki sifat dinamis.
  3. pola perilaku dan kondisi lingkungan hidup.
  4. faktor non material, misalnya cuaca iklim, yang meliputi suhu, penguapan, kelembaban, awan, angin dan curah hujan.

Kuaalitas lingkungan dapat diukur dengan menggunakan kualitas hidup sebagai acuan, yaitu dalam lingkungan yang berkualitas tinggi terdapat potensi untuk berkembangnya hidup dengan kualitas yang tinggi. Kriteria kualitas hidup antara lain sebagai berikut.

1. derajat dipenuhinya kebutuhan untuk hidup sebagai makluk hayati.

2. derajat dipeenuhinya kebutuhan untuk hidup manusiawi

3. derajat kebebasan untuk memiliki.

B.   Kerusakan lingkungan hidup

      Degradasi atau penurunan kualitas lingkungan hidup merugikan kehidupan manusia. Degradasi lingkungan hidup disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu alam dan manusia. Faktor alam yang menyebabkan degradasi lingkungan tidak dapat diprediksi dan dihindarkan oleh manusia sepenuhnya. Faktor alam ini misalnya gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, wabah penyakit, kekeringan, dan kebakaran. Sedang faktor manusia yang menyebabkan degradasi lingkungan sepenuhnya tergantung usaha manusia dalam mengendalikan kegiatannya, termasuk dalam mengelola lingkungan hidup. Degradasi lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia mendorong terjadinya tanah longsor, banjir, pencemaran lingkungan, serta kecelakaan industri dan kimia. Degradasi lingkungan ini mengakibatkan banyak kerugian seperti kerusakan fisik, korban jiwa, timbulnya penyakit, perubahan iklim, dan kelaparan.

Bentuk-bentuk kerusakan sumber daya alam di Indonesia antara lain sebagai berikut:

      1.   Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan pergerakan massa tanah dan bebatuan ke daerah bawah yang disebabkan oleh peningkatan kandungan air dalam tanah, hilangnya perekat agregat tanah, pertambahan beban tanah, erosi air, daya gravitasi dan perubahan kemiringan lereng oleh kegiatan manusia. Bencana tanah longsor biasanya terjadi bersamaan dengan banjir. Hampir setiap tahun bencana tanah longsor terjadi di Indonesia, terutama di wilayah perbukitan yang memiliki lereng curam dan wilayah yang mengalami penggundulan lahan.

      2.   Banjir

Fenomena banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, luapan air sungai, dan pasang naik air laut. Sering kali kejadian banjir dipengaruhi oleh kegiatan manusia seperti penggundulan hutan, pembangunan permukiman dan gedung, serta pembuangan sampah di saluran-saluran air.  Bencana banjir sering melanda wilayah yang luas sehingga sangat merugikan penduduk.

      3.   Gunung meletus

      Lerusan gunung api merupakan salah satu aktivitas vulkanisme. Letusan gunung api ini merupakan gejala alam. Kita sebagai manusia tidak mampu membendung atau mencegahnya. Tentu saja akibat dari letusan gunung berapi dapat merusak lingkungan hidup diantaranya:

a. lava dan lahar panas yang merusak apa saja yang dilewatinya

b. lahar dingin yang dapat merusak areal pertanian dan daerah pemukiman penduduk serta bangunan.

c. debu-debu unung berapi yang bertebaran di udara yang dapat mengurangi radiasi matahari dan membahayakan penerbangan.

d. Sumber-sumber air menjadi kering, sehingga tumbuh-tumuhan banyakl yang mati

e. Gas yang mengandung racun yang dapat mengancam keselamatan makluk disekitar gunung api.

      4.   Gempa bumi

      Gempa bumi adalah suatu getaran atau gerak kulit bumi sebagai akibat tenaga endogen. Gempa bumi merupakan hentakan lapisan bumi yang bersumber dari lapisan dalam yang merambat ke permukaan bumi. Getaran umi yang demikian hebat jika melanda derh pemukiman penduduk yang padat akan menjadi bencana yang hebat. Gempa bumi dapat berupa gempa vulkanik, gemp tektonik dan gempa runtuhan.

      5.   Angin topan

      Angin topan adalah angin yang berhembus dengan kecepatan sangat tinggi, bila disertai hujan disebut badai.

      6.   Musim kemarau panjang

      Musim kemarau yang panjang dapat merusak lingkungan hidup. Beberapa kerusakan antara lain sebagai berikut.

a. tumbuh-tumbuhan banyak yang mati

b. sungai sungai, danau-danau, dan air tanah kering sehingga dapat merugikan daerah pertanian

c. sumur-sumur dan sumber air kering

d. daun-dan batang pohon kering sehingga dapat menimbulkan kebakaran hutan.

 

Ringkasan Materi II

C. Usaha pelestaraian lingkungan hidup

      Pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dampak negatif yang timbulkan oleh siatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya. upaya pelestarian tersebut dilakukan agar kekayaan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin, dan agar kekayaan sumber daya alam dapat di nikmati oleh generasi yang akan datang, berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup anatara lain sebagai berikut.

1.   Upaya pelestarian hutan

hutan sebagai salah satu penentu ekosistem, pengelolaannya ditingkatkan secara terpadu dan berwawasan lingkungan untuk menjaga dan memelihara fungsi tanah, air,, uadara, iklim , dan lngkungan hidup serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnyabagi masyarakat. inventaris dan penatagunaan hutan ditingkatkan untuk kepentingan pembanguna, serta untuk melestarikan manfaat ekosistem dan keserasian tata lingkungan. konservasi hutan tanah kering, hutan rawa, dan hutan perariran serta kekhasan alam, termasuk flora dan faunnaya, ditingkatkan untuk melindungi plasmam, nutfah dan keanekaragaman hayati, dan ekosiistem beserta unsur-unsurnya, juga mengembangkan cagar alam wisata. usaha lain dilakukan melalui tata guna lahan, peraturan TPTI (tebang pilih tanam indonesia), reboisasi, siistem tumpang sarai pada peertanian, salah satu cara reboisasi adalah sisitem tumpang sari caranya, peladang diperbolehkan menanam tanaman pangan diantara larikan pohon dengan perjanjian memelihara pohon hutan yang ditanam, setelah kira-kira lima tahun, ketika pohon telah menjadi besar besar, ia harus pindah.

hutan merupakan sumberdaya alam uyang dapat diperbarui dan mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lain. menusia cenderung untuk kembali berbuat salah. hal tersebut terutama terkait perlakuan manusia terhadap hutan, tujuan pengawetan hutan antara lain sebagai berikut.

a.   Memperoleh hidup manusia baik materil maupun spiritual

b.   Mencegah erosi

c.   Menjaga keseimbangan air di musim penghujan maupun musim kemarau.

d.   Mencegah banjir

e.   Menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan

f.    Sumber ekonomi

            cara pengawetan hutan antara lain sebagai berikut.

            a.   tidak melakukan penebangan hutan

            b.   peremajaan hutan yang telah rusak

            c.   mengusahakan penanaman hutan kembali setelah penebangan

            d.   menentukan jenis dan standar besar kecil atau umu minimal penebangan

            e.   mencegah kebakaran

            f.    memperbesar pajang penebangan hutan

            g.   menghukum penebangan liar


1.     Upaya pelestarian keanekaragaman hayati

Pulau di Indonesia bervariasi dari yang terkecil sampai yang terbesar, bergunung-gunung berbukit-bukit dari yang datar sehingga mampu menunjang kehidupan flora dan fauna dan ikriorganismen yang beraneka ragam, oleh karenaa itu indojnesia dikenal negara yang mempunyai keanekaragaman hayati terbesar didunia, keanekaragaman hayati cenderung menyusut akibat perubahan penggunnaan lahan, hutan berubah menjadi area pertanian, perindustrian, pemukiman dan sebagainya, selain mengupayakan pelestarian juga berusaha melestarikan tanaman dan hewan asli indonesia.

2.     Upaya Pelestarian Tanah Dan Sumber Air

Meningkatnya penggunaan air baik berupa air tanah maupun air permukaan merupakan ancaman bagi ketersediaan air mupun kualitas air. Kondisi kekritisan air dipulau jawa sudah mulai terjadi di beberapa daerah yang kekurangan air untuk industri diperkotaan terutama pada musim kemarau. Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, penghematan penggunaan air, hutan-hutan disekitar sungai, danau, mata air, rawa perlu diamanakan. Upaya untuk mengurangi pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih terhadap sungai-sungai yang telah tercemar.

3.     Upaya pelestarian sumber daya udara

Udara di permukaan bumi merupakan bagian atmosfer khusus yang peka terhadap pengaruh lingkungan, termasuk pengaruh kegiatan manusia. Dampak dari pencemaran udara akan memengaruhi iklim atau cuaca serta akan menurunkan kualitas udara.

Upaya-upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka pelestarian lingkungan hidup antara lain sebagai berikut.

a. Tidak menggunakan freon semprotan parfum

b. Mengurangi penggunaan obat insektisida yang membahayakan lingkungan.

c. Menggunakan saringan udara pada kendaraan bermotor, pabrik, dapur rumah tangga.

d. Mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. contohnya menghemat penggunaan minyak bumi, gas bumi dan batu bara.

e. Menggunaan alat pendingin udara(AC) dan lemari es yang tidak mengandung freon.

f. Mengurangi menggunaan busa untuk alas tempat tidur.

g. Menanam kembali pohon muda untuk menggantikan pohon yang telah ditebang.

 

D.   Pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

      1.   Pengertian pembangunan

      Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara secara bijaksana. sumber daya yang mendukung pembangunan antara lain.

a. Sumber daya manusia, misalnya: jumlah penduduk, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan kesehatan.

b. Sumber daya alam, misalnya: air, tanah, udara, hutan, kandungan mineral dan keanekaragaman hayati.

c. Ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya transportasi, komunikasi, teknologi ilmu pengetahuan, dan rekayasa.

      Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya peningkatan kualitas manusia secara bertahap dengan memperhatikan faktor lingkungan. Pada prosesnya, pembangunan ini mengoptimalkan manfaat sumber daya alam, sumber daya manusia, dan ilmu pengetahuan dengan menserasikan ketiga komponen tersebut sehingga berkesinambungan. Pembangunan berwawasan lingkungan ini juga dikenal dengan pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana, efisiensi, dan memerhatikan pemanfaatan, baik untuk generasi masa kini maupun generasi masa datang.

2.   Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

      Pembangunan berwawasan lingungaan dan pembangunan berkelanjutan memiliki kareteristik yang khas yang berbeda dengan pola pembangunan lainnya yang selama ini dilaksanakan. Ciri-ciri tersebut antara lain.

a. Menggunakan pendekatan integratif

Dengan menggunakan pendekatan ini, maka keterkaitan yang komplek antara manusia degan lingkungan dapat dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang.

b. menggunakan pandangan jangka panjang

untuk merencanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang mendukung pembangunan agar secara berkelnjutan dapat digunakan dan dimanfaatkan.

c. menjamin pemerataan dan keadilan

strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan faktor produksi, pemerataan kesempatan pembangunan dan pemeraan kesempatan ekonomi untuk kesejahteraan.

d. menghargai keanekaragaman hayati

keanekaragaman hayati merupakan dasar bagi tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memliki kepastian sumber daya alam tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa akan datang.

Gb. Pohon/hutan kering akibat eksploitasi alam yang berlebihan

      Pengelolaan sumber daya alam adalah suatu usaha terpadu dalam memanfaatkan, menata, memelihara, mengawasi, mengendalikan, memulihkan dan mengembangkan sumberdaya alam melalui perudang-undangan yang berlaku yaitu UU no 11 tahun 1974 tentang keletarian air dan sumber-sumbernya dan UU no 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan sumber daya alam harus hati-hati, prinsipnya berwawasan lingkungan dan berkelanjutan agar terjaga kelestariannya.

   Beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam adalah sebagai berikut.

a. Penghijauan dan reboisasi.

b.Sengkeda dan lahan miring.

c. Konservasi daerah aliran sungai (DAS).

d.Pengolahan limbah.

e. Penertiban pembuangan sampah.

Ringkasan Materi III

E.   Analisis mengenai dampak lingkungan(AMDAL)

      1.   Pengertian

      Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) lahir dengan diundangkannya Undang-Undang tentang lingkungan hidup di Amerika Seriakat, yaitu national environment policy act(NEPA). Pada tahun 1969. AMDAL merupakan suatu reaksi masyarakat Amerika terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Tujuan utama analisis mengenai dampak lingkungan(AMDAL) adalah untuk menjamin agar potensi masalah dampak lingkungan dampak di perkirakan dan diprhitungkan pada tahap awal proyek pembangunanya, sehingga disatu sisi pencemran lingkungan atau kerusakan lingkungan bisa dicegah, dan disisi lainnya pembangunan dapat lebih terjamin keberlanjutannya.

      2.   Prinsip-prinsip dasar pengendalian dampak lingkungan

            a.   pembangunan berkelanjutan pada dasarnya bertujuan unutuk meningkatkn kualitas hidup manusia, maka manusia menjadi dimensi sentral dalam pengelolaan lingkungan.

            b.   manusia baik sebagai individu maupun kelompok, dan sumber daya alam mempunyai daya dukung terbatas yang tidak dapat dilampaui. Oleh karena itu, pembangunan perlu memperhatikan penyediaan sumber daya alam yang tidak terpulihkan.

            c.   pencegahan lebih bijaksana daripada penyelesaian dampak yang sudah terjadi, maka upayaa pencegahan dampak diperlukan dalam berbagai tingkat keputusan, kebijakan, proyek, operasional sampai paskaoperasioanal.

            d.   dalam pemanfaatan teknologi bagi pengendalian dampak lingkungan perlu di pertimbangaan berdasarkan kemampuan ekonomi dan tuingkat penyediaan teknologi yang layak. Bagi lingkungan yang peka dan strategis terkena dampak yang menyangkut kesehatan manusia, dapat digunkan teknologi terbaik yang sudah ada.

      3.   Mengapa diperlukan AMDAL

            AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara sebagai berikut.

            a. AMDAL harus dilakukan untuk proyek yang akan di bangun karena undang-undang dan peraturan pemerintah menghendaki demikian. Apabila pemilik dan pemrakarsa proyek tidak melakukannya, maka melanggar undang-undang dan besar kemungkinan perizinan untuk proyek tersebut tidak akan dapat, atau akan menghadapi pegadilan yang akan memberikan sanksi berat.

            b.   AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan lingkungan tidak rusak kerena adanya proyek-proyek pembangunan. Cara kedua ini merupakan yang ideal, tetapi kesadaran mengenai masalah ini tidak mudah ditanamkakan pada setiap orang terutama pada pemrakarsa proyek. Manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan dn meningkatkan kesejahteraan telah melakukan berbagai aktivitas  dari bentuk sederhana sampai bntuk yang canggih, mulai dari yang sedikit saja merubah sumber daya alam lingkungan, sampai yang menimbulkan perubahan besar.   

      4.   Peranan AMDAL dalam pengelolaan lingkungan yang tidak dapat ditoleransi, maka perlu disiapkan rencana pengendalian dampak negatif yang akan terjadi. Untuk dapat merencanakan pengendalian dampak negatif, harus diketahui dampak negatif apa yang akan terjadi, dan untuk dampak mengetahui dampak yang akan terjadi, maka perlu dilakukan perkiraan dampak lingkungan. Langkah ini disebut pendugaan dampak lingkungan. Langkah ini disebut pendugaan dampak lingkungan atau environment impact assessment dan perkiraan ini merupakan proses dalam AMDAL. AMDAL dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak hal sebagai berikut.

            a.   Pengelolaan lingkungan.

            b.   Pemantauan proyek.

            c.   Pengelolaan proyek.

            d.   Pengambilan keputusan.

            e.   Dokumen yang penting.

            Pendugaan dampak lingkungan yang digunakan sebagai dasar pengelolaan dapat berbeda dengan kenyataan dampak yang terjadi setelah proyek  berjalan, sehingga program pengelolaan lingkungan sudah tidak sesuai atau mungkin tidak mampu menghindari rusaknya lingkungan.

            Perbedaan dari dampak yang diduga dan dampak yang terjadi disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

a. penyusunan laporan AMDAL, kurang tepat didalam melakukan pandangan dan biasanya juga disebabkan pula oleh tidak cermatnya pada evaluator dari berbagai instansi pemerintah yang terlibat, sehingga konsep atau draf laporan AMDAL yang tidak baik sudah disetujui menjadi laporan akhir.

b. Pemilik proyek tidak menjalankan proyek sesuai dengan apa yang telah tertulis didalam laporan AMDAL yang telah diterima pemerintah, terutama saran-saran dan pedoman didalam mengendalikan dampak negatif. Misalnya (water treatment plant), tetapi kenyataannya tidak dilakukan. Contoh lain misalnya alat penyerap debu yang haris diganti atau dibersihkan tiap dua tahun sekali tetapi kenyataan lebih dari lima tahun belum diganti.

5.   Peranan AMDAL bagi pengambilan keputusan

      Setiap pembangunan selalu menimbulkan resiko terhadap lingkungan, oleh karena itu harus diupayakan untuk memperrkecil resiko lingkungan tersebut, antara lain melalui AMDAL. Tujuan utama analisis mengenai dampoak lingkungan (AMDAL) adalah untuk menjamin agar potensi dan masalah dampak lingkungan dapat diperkirakan dan diperhitungkan pada tahap awal proyek pembangunannya, sehingga satu sisi pencemaran lingkungan atau kerusakan lingkungan bisa dicegah, dan disisi lain pembaguinan dapat lebih terjamin keberlanjutannya. Dengan studi AMDAL setiap pemrakarsa atau pengelola proyek mendapatkan jaminan bahwa proyeknya dapat memberikan keuntungan bagi dirinya dan bermanfsaat bagi masyarakat, tanpa harus mengorbankan kepentingan lingkungannya.

      Dengan mempelajari AMDAL, pemerintah sebagai pengambil keputusan akan dapat menganalisis:

a. Apakah akan muncul damlaak negatif pada kualitas lingkungan hidup yang melampaui ambang batas toleransi yang telah ditentukan oleh pemerintah.

b. Apakah akan menimbulkan dampak negatif pada proyek lain sehingga dapat menimbulkan pertentangan.

c. Apakah akan menimbulkan dampak negstif yang tidak dapat ditoleransi oleh masyarakat serta menmbahayakan keselamatan masyarakat.

d. Sejauh mana pengaruh negatif tersebut berpengaruh pada pengaturan lingkungan yang lebih luas.

6.   Kegunaan AMDAL bagi pemrintah.

Studi AMDAL memiliki banyak kegunaan bagi pemerintyah sebagai pengambil keputusan, antara lain sebagai berikut.

a. menghindari terjadinya kerusakan lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran suara dan sebagainya. Dengan demikian kelestarian lingkungan hidup, kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat terjamin.

b. Menghndari pertentangan-pertentangan yang mungkin timbul di masyarakat dengan proyek-proyek yang lain.

c. Menghindari kewrusaka sumber daya alam yang dikelola.

d. Mncegah kerusakan potensi sumber daya alam yang berada diluar proyek lain atau oleh masyarakat.

e. Sesuai dengan rencana pembangunan daerah, pembangunan nasional, atau pembagunan internasional.

f. Memberikan jaminan dan manfaat jelas bagi masyarakat.

g. Sebagai alat negi pemerintah untuk mewngambil keputusan.

7.   kegunaan AMDAL bagi pemiliki proyek

      AMDAL memiliki kegunaan bagi pemilik proyek antara lain sebagai berikut.

a. Sebagai pedoman dasar untuk melaksanakan proyek

b. Mempersiapkan cara-cara pemecah masalah yang mungkin timbul di masa akan datang.

c. Sebagai sumber informasi lingkungan seperti informasi sosial, informasi budaya masyarakat.

d. Melindungi proyek proyek yang melanggar undang-undang atas peraturan yang berlaku.

e. Memprediksi masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi dimasa akan datang.

f. Sebagai bahan untuk menganalisis pengelolaan dan sasaran proyek.

8.   Kegunaan AMDAL bagi pemilik modal

      Proyek proyek yang dibangun harus memberikan keuntungan bagi pemilk modal. Sehingga syarat-syarat studi AMDAL digunkan untuk hal-hal sebagai berikut.

a. Memberikan prioritas peminjaman sesuai dengan tujuannya.

b. Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber pemilik modal.

c. Menghidari upaya peniruan proyek-proyek yang tidak diperlukan.

d. Memberikan jaminan bahwa modal yang dipinjam betul-betul ada proyek yang dapat mencapai tujuan dari misi bank dalam membantu pembangunan atau pemilik modal yang memberikan pinjaman.

e. Untuk dapat memberikan jaminan bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar kembali oleh proyek tepat pada waktunya, sehingga modal tidak hilang.

9.   kegunaan AMDAL bagi masyarakat

Masyarakat adalah salah satu ujung tombak di lapangan dalam memahami kondisi ligkunganya. Kegunaan AMDAL bagi masyarakat antara lain sebagai berikut.

a. turut serta dalam pembangnan didaerah sejak awal, terutama dalam memberikan informasi ataupun ikut langsung dalam membangun dan menjalankan proyek.

b. Mengetahui rencana pembanguanan didaerahnya, sehingga dapat menyesuaikan diri.

c. Mengetahui perubahan lingkungan dimasa sesudah proyek dibangun sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

d. Memahami permasalahan mengenai proyek secara jelas, sehingga bisa terhindar dari kesalahpahaman, serta dapat menjalin kerjasa yang saling menguntungkan.

e. Mengetahui hak dan kewajiban didalam menjaga dan mengelola kualitas lingkungan.

F.   konservasi lingkungan alam

      Konsevasi merupakan usaha untuk mempertahankan adanya keserasian dan keseimabangan tumbuhan, hewan, tanah, dan air, serta komponen ekosistem lainnya. Konservasi juga diartikan sebagai usaha perlindungan sumber alam hayati dan ekosistemnya dipermukaan bumi, yang bertujuan untuk mengusahkan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta ekosistemnya. Definisi konservasi yang relevan tertuang dalam world concervation strategy, yang telah diapdosi oleh undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Menurut world conservation strategy, konservasi didefinisikan sebagai manajemen biosfer secara nerkelanjutan untuk memperoleh manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

      Alam atau lingkungan merupakan tempat manusia hidup dan tempat manusia memperoleh bahan kebutuhannya. Kebutuhan manusia diperoleh dari leingkungan tidak hanya sesaat, melainkan kebutyuhan itu tetap ada, bahkan makin meningkat selama kehidupan manusia masih ada. Untuk dapat menyediakan kebutuhan hidup secara berkesinambungan, maka manusia harus selalau berusaha manjaga kelestarian dan keserasian alam sekitarnya. Alam yang serasi adalah alam yang mengandung berbagai komponen ekosisrem secara seimbang. Keseimbangan inilah yang harus tetap dijaga dan priroritas pelestarian itu ditekankan pada pelestarian keanekaragaman.

      Konservasi alam dikenal sebagai cagar alam. Cagar alam merupakan sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi tumbuhan dan hewan yang ada didalamnya, konservasi alam mempunyai tiga tujuan yang saling berkaitan, yaitu sebagai berikut,

a. Memelihara proses ekologi yang esensial dalam mendukung kehidupan.

b. Mempertahankan keanekaragaman genetik.

c. Menjamin pemanfaatn jenis dan ekosistem secara berkelanjutan.

Menurut undang-undang alam konservasi alam dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Cagar alam

Adalah perlindungan yang berlaku terhdap daerah-daerah dimana keadaan alamnya (tanah, flora, dan keindahan) mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta bagi kehidupan umum, sehingga perlu untuk dipertahankan dan tidak terjamah keadaaanya.

b. suaka margasatwa

Adalah perlindungan yang berlaku bagi daerah-daerah dimana hewan dan keindahannya mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Beberpa hal penting yang berkaitan antara konservasi lingkungan hidup dengan pembangunan sumberdaya alam sebagaai berikut.

a. pembangunan sumberdaya hayati harus berkelanjutan melalui pemanfaatan secara proposional melalui keijaksanaan secara menyeluruh dengan memerhatikan generasi yang akan datang.

b. Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem harus mencerminkan peranannya sebagai pendukung lingkungan hidup dan sebagai pencipta prakondisi yang memungkinkan pelaksanaan kegiatan pembangunan lainnya berjalan secara bardaya guna dan barhasil guna.

c. Sumber daya alam hayati dan ekositemnya sebagai fktor penentu lingkunganya hidup dan fungsinya sebagai penyangga kehidupan.

Sejak tahun 1981 dalam usaha mengikutsertakan masyarakat dalam program pelestarian dan perlindungan alam, pemerintah memberikan penghargaan yang dikenal dengan kalpataru. Pernghargaan tersebut diberikan kepada perintis, penyelamat, pengabdi lingkungan sejak tanggal 5 juni dalam rangka peringatan hari lingkungan sedunia.

Berikut ini adalah kawasan konservasi flora dan fauna yang ada di Indonesia

a. Suaka alam

Suaka alam adalah perlindungan yang diberikan pemerinyah atau badan yang berwenang terhadap suatu daerah yang memiliki tumbuh-tumbuhan atau binatang yang terancam punah. Suaka alam yang terdapat diIndonesia adalah sebagai berikut.

1)     Suaka alam Lau Debu, Sumatera Utara, melindungi keindahan alam.

2)     Suaka alam Batang Pelupuh, Sumatera Barat, melindungi bunga rafflesia.

3)     Suaka alam Cibodas, Gunung Gede-Pangtango, Jawa Barat, melindungi flora daerah penggunaan.

4)     Suaka alam Cikayuwana, Pelabuhan Ratu, Jawa barat, melindungi hutan rimba pantai.

5)     Suaka alam Nusa Kambangan, Jawa Tengah, melindungi bungan wijaya kusuma dan bunga bangkai.

b. Suaka margasatwa

Suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi binatang liar didalamnya. Suaka margsatwa yang ada di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1)     Suaka margasatwa Gunung Lauser, Aceh, melindungi satwa jenis kera, badak sumatera dan gajah.

2)     Suaka margasatwa Ujung Kulon, Jawa Barat, melindungi satwa badak jawa, rusa, dan macan jawa.

3)     Suaka margasatwa Meru Betiri, Jawa Timur melindungi satwa jenis harimau jawa, banteng, kerbau liar, dan burung merak.

4)     Suaka margasatwa Long Sungai Berang, Kalimantan Timur, melindungi satwa jenis orang utan.

5)     Suaka margasatwa Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Wae Wuu, melindungi satwa komodo

 

 

 

Refleksi diri

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari uang. Jika kita memiliki kelebihan dana, sebaiknya disimpan di sebuah lembaga keuangan, yaitu bank. Dengan menabung kita ikut mengurangi jumlah uang beredar sehingga kestabilan nilai uang terjaga. Selain itu, kita juga membantu masyarakat yang membutuhkan dana melalui penyaluran kredit perbankan.

Pernak-Pernik

Surat Wesel Bank atas Tunjuk (Banker’s Sight Draft)

Wesel bank atas tunjuk merupakan surat perintah yang dibuat oleh bank domestik yang ditujukan pada bank korespondennya di luar negeri untuk membayar sejumlah uang tertentu yang disebutkan dalam surat wesel kepada pembawa wesel atau pihak yang disebutkan dalam wesel tersebut.

 

 

 

Daftar Pusaka

Boediono. 1990. Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE.

Minto purwo S, Drs.dkk.2000. Pembelajaran Ekonomi 1 SMP. Jakarta: Yudistira.

Sadono Sukino 1994. Pengantar Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suyatno, M.Ed, PhD, Nurhadi, drs 2000. IPS- Ekonomi 1 SLTP. Jakarta; Erlangga.

Surono dan Muiyanto. 1996. IPS Ekonomi 1. Solo; Tiga Serangkai.

Soal