Semester 2 Bab 1-Pemanfaatan Lingkungan Hidup Dalam Kaitannya Dengan Pembangunan Yang Berkelanjutan

BAB I

PEMANFAATAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN

 

Standar kompetensi :

Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup

Kompetensi dasar:

Mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

Penanaman Nilai Karakter Bangsa

Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa memiliki sikap kerja keras, jujur, saling menghargai, dan inovatif


Ringkasan Materi I

 A.    Pengertian Lingkungan Hidup

Jika kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan kita seperti; tanah, udara, air, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta manusia lainnya. Kesemuanya ini merupakan ekosisitem dalam kehidupan yang tidak dapat dilepaskan karena merupakan satu kesatuan, sehingga dapat diartikan sebagai keseleruhan unsur atau komponen, baik benda hidup (biotik) benda mati (abiotik). Komponen biotik meliputi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah tanah, air dan udara. Komponen-komponen tersebut membentuk satu kesatuan atau tatanan yang disebut dengan ekosisitem.

Berikut ini pengertian lain tentang lingkungan hidup,

  1. pengertian lingkungan hidup menurut undang-undang no 23 tahun 1997 yaitu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makluik hidup lainnya.
  2. Emil Salim mengartikan lingkungan hidup sebagai segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan memengaruhi hal yang hidup, termasuk kehidupan manusia.
  3. Otto Soemarwoto

berpendapat bahwa lingkungan adalah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati, yang memengaruhi kehidupan kita, secara teoritis, ruang yang dimaksud memiliki arti yang tidak terbatas jumlahnya dan secara luas, tidak saja fisik, biologis, melainkan juga lingkungan ekonomi, sosial,  dan budaya.

Lingkungan hidup juga dapat dipandang dari aspek biologi, fisik, manusia, dan sosial.

a.   Dari aspek biologi, lingkungan biologi merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang berupa organisme hidup (selain manusia sendiri), misalnya hewan kecil (kuman) sampai hewan besar (gajah) dan tumbuhan kecil (rumput) sampai tumbuhan besar (pohon kelapa).

b. Lingkungan fisik manusia merupakan lingkungan alam yang mengelilingi atau berada di sekitar manusia. Lingkungan ini meliputi faktor:

1).  Iklim

2). Bentuk lahan (contoh: dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan).

3).  Tanah

4).  Perairan (seperti sungai, danau, mata air, rawa, dan laut).

5). Vegetasi (contoh: hutan, padang rumput, flora, dan gurun).

6). Mineral tambang.

c. Lingkungan sosial merupakan lingkungan manusia dalam masyarakat yang berada di sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, dan orang lain.

B.   Kualitas Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan

            Manusia merupakan salah satu komponen yang sangat berpegaruh terhadap lingkungan hidup diantara unsur lain, Seperti; hewan, tumbuhan, air dan tanah. Keseluruhan komponen lingkungan hidup harus dijaga kelestarianya demi kelangsungan kehidupan dimuka bumi. Kerusakan pada salah satu lingkungan akan memengaruhi bahkan akan merusak komponen lainnya. Kualitas lingkungan dalam kaitannya dengan kualitas hidup yaitu kualitas lingkungan yang baik terdapat potensi berkembangnya kualitas hidup yang baik pula. Namun, kualitas hidup dan kualitas lingkunga sifatnya subjektif dan relatif

      Kualitas hidup dapat diukur dengan kriteria sebagai berikut.

1. Tingkat dipenuhinnya kebutuhan untuk hidup sebagai makluk hayati.

Kebutuhan ini bersifat mutlak, yamg didorong oleh keinginan manusia untuk menjaga kelangsungan hidup hayatinya, manusia memerlukan makan dan minum agar dapat bertahan hidup, selain itu kesempatan unruk mendapatkan keturunan serta perlindungan terhadap serangan penyakit dan sesama manusia. Kelangsungan hayati tidak hanya menyangkut dirinya, melainkan juga masyarakat, terutama kelangsungan hidup melalui keturunannya.

2. Tingkat dipenuhinya kebutuhan untuk  hidup manusiawi.

Kebutuhan ini bersifat relatif, walaupun ada kaitannya dengan kebutuhan hidup jenis pertama diatas, pada kondisi iklim Indonesia, rumah dan pakaian misalnya, bukanlah kebutuhan mutlak untuk dipenuhi segera tetapi termasuk dalam kelompok kebutuhan primer.

3. Tingkat kebutuhan untuk memiliki

setiap orang memliki kebebasan untuk memiliki sesuatu yang ingin dimilikinya. sebagai contoh orang berhak memilki suami atau istri, memiliki keturunan, memilki mobil dan sebagainya.

Jika kita amati, teryata pembangunan memiliki pengaruh terhadap keseimbangan lingkungan, yaitu usaha sadar manusia untuk mengubah keseimbangan lingkungan dari tingkat kualitas  yang dianggap kurang baik kearah lebih baik, yaitu pada tingkat kualitas yang dianggap lebih tinggi. Usaha ini harus dipertahankan agar keseimbangan lingkungan tetap mampu mendukung tingkat hidup hidup lebbih baik dan pembangunan harus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam lingkungan hidup, kita mengenal adanya rantai makanan yang membentuk suatu sistem kehidupan. Jika salah satu mata rantai kehidupan terputus, maka akan berakibat kerusakan pada mata rantai berikutnya. Sebagai contoh rumput dan daun-daun dimakan rusa, rusa dimakan harimau, jika harimau mati dan membusuk akan menjadi pupuk dan dapat diserap rumput dan tumbuhan, dan seterusnya. Seadainya rumput dan tumbuhan tidak bisa hidup, maka rusa tidak mendapatkan makanan dan akan mati, akibatnya harimau tidak mendapatkan karena rusa mati kelaparan.

Selain rantai makanan dalam lingkungan hidup juga dikenal juga dikenal dengan piramida makanan. Dalam piramida makanan posisi produsen berada pada tingkat bawah, kemudian diatasnya adalah konsumen-konsumen. Pada dasarnya setiap lingkungan hidup terdapat aturan-aturan dan kaidah-kaidah yang berlaku.

Beberapa kaidah yang berkaitan dengan lingkungan antara lain sebagai berikut.

  1. Lingkungan memiliki keteraturan secara alamiah.
  2. Lingkungan memiliki kemampuan sendiri selama keseimbangan alam masih terjadi.
  3. Komponen-komponen dalam suatu lingkungan berinteraksi anatara satu dengan yang lainnya secara alamiah.
  4. Interaksi dalam suatu lingkungan dilakukan oleh masing-masing komponen.
  5. Dalam batas-batas tertentu terjadi perubahan susunan komponen.

Dalam lingkunagan hidup masing-masing komponen saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi lingkungan hidup antara lain sebagai berikut,

1. Jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup

sebagai contoh, ada perbedaan lingkungan hidup didaerah pantai dengan di pegunungan, antara daerah gurun dengan kawasan hutan tropis, selain itu populasi unsur lingkungan hidup juga sangat berpengaruh, terutama pada unsur biotik dalam rangka memenuhi kebutuhan makan. Terkadang terjadi sejumlah hewan saling berebut untuk memperoleh makanan. Sedangkan pada unsur abiotik, misalnya daerah yang cederung berair atau rawa juga didominasi tumbuhan rawa seperti lumut, ganggang serta jenis-jenis binatang rawa lainnya.

2. Interaksi atau hubungan yang saling memengaruhi antar unsur dalam lingkungan hidup. interaksi ini selain menyangkut komponen biotik juga hubungan sosial, hal ini disebabkan karena unsur-unsur lingkungan hidup memiliki sifat dinamis.

3. Kelakuan atau kondisi lingkungan hidup

misalya kebiasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan cara membuang dan mengelola sampah. Jika tidak ditangani secara serius mengakibatkan bau tidak sedap, mengganggu keindahan dan menimbulkan pencemaran.

4. Faktor-faktor nonmaterial seperti kondisi suhu, cahaya dan kebisingan dikota-kota besar yang penduduknya padat menyebabkan kondisi suhu cenderung lebih tinggi akibat aktivitas transportasi, kemacetan, dan kebisingan.

5. Keadaan fisik lingkungan berpengaruh terhadap kondis sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya. Masyarakat desa cenderung bermata pencaharian sebagai petani, masyarakat pantai sebagai nelayan, masyarakat kota bekerja disektor industri, perdangan, perkantoran, dan sektor jasa lainnya.

Menurut undang-undang nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup dengan berasaskan pelestarian kemampuan lingkungan kesejahteraan manusia.

Pengelolaan lingkungan hidup bertujuan sebagai berikut,

  1. Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia Indonesia seutuhya.
  2. Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana
  3. Terwujudnya manusia sebagai pembina lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
  4. Terlindunginya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Pembangunan yang dilaksanakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah hendaknya mengacu pada tujuan pemanfaatan lingkungan hidup, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 menggariskan bahwa, bumi daan air dan kekayaan alam yeng terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

      Adapun pemanfaatan lingkungan hidup antara lain sebagai berikut,

  1. Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
  2. Untuk mendukung kegiatan industri.
  3. Sebagai kawasan konservatif.
  4. Sebagai bahan kajian dan penelitian ilmiah, serta pengembangan oleh pihak terkait.
  5. Sebagai pemasaran unsur-unsur lingkungan hidup.
  6. Untuk memelihara dan membesarkan hewan dan tumbuhan.
  7. Untuk kepentingan komersial atau ekonomi melalui pembudidayaan.
  8. Untuk budidaya tanaman obat-obatan.

 

 

 

 

 

Ringkasan Materi II

C.   Kerusakan Lingkungan Hidup

      Kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan alamiah. Faktor yang terjadi karena manusia, misalnya kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan, sedangkan yang disebabkan faktor alamiah, misalnya gempa bumi, gunung meletus dan sebagainnya.

      Kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan manusia antara lain sebagai berikut,

  1. kerusakan hutan

      hutan merupakan paru-paru dunia yang dapat menyeimbangkan oksigen di udara yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan, selain itu, hutan merupakan tempat hidup dan sumber makanan bagi manusia dan hewan,. Fungsi lain hutan adalah sebagai tempat penadah air hujan sehingga dapat meresap kedalam tanah, secara  rinci hutan dapat berfungsi sebagai berikut.

a. Memproduksi hasil hutan seperti kayu dan rotan.

b. Mengatur keberadaan air di muka bumi ini.

c. Mengatur kesuburan tanah.

d. Memengaruhi unsur-unsur klimatologi, seperti hujan, angin, kelembaban dan sebagainya.

e. Menampung hewan dan tumbuhan di bumi.

      Bentuk-bentuk kerusakan hutan yang disebabkan oleh kegiatan manusia adalah sebagai berikut.

a. Pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian, pemukiman, atau kegiatan pertambangan. Pengalihan fungsi  ini dilakukan dengan cara menebang atau membakar pepohonan yang ada di hutan, sehingga terjadi penyempitan lahan hutan.

b. Pemanfaatan sumbar daya hutan secara berlebihan sebagai contoh penebangan pepohonan di hutan untuk keprluan industri kertas, kayu bakar, peralatan rumah tangga, dan bahan bangunan.

            Akibat kerusakan hutan antara lain sebagai berikut.

a. Terjadi perubahan iklim karena pengaturan klimatologi, seperti hujan, suhu, dan sinar matahari menjadi tidak lagi berfungsi.

b. Punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan, sehingga menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati

c. Terjadi kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan

d. Terjadi lahan kritis dimana tanah menjadi tandus, sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik.

e. Kerusakan terjadi karena kebakaran hutan sangat menganggu kesehatan dan aktivitas penerbangan karena terganggu asap.

2.   Pencemaran lingkungan

      Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukannya makluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam menyebabkan lingkungan menurun sehingga tidak dapat di manfaatkan.

Ada beberapa penyebab pencemaran lingkungan antara lain sebagai berikut,

a.   Pencemaran akibat limbah padat.

      limbah padat merupakan zat padat atau material yang timbul dari kegiatan manusia yang dibuang karena tidak dipergunakan. Limbah padat ini biasanya dikenal dengan nama  sampah. Jenis sampah yang ada antara lain: sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, jalan, pabrik, rumah sakit, peternakan dan lain-lain. Bentuknya bisa berupa sampah-sampah dan material sisa bangunan. Sampah yang berlebihan akan menimbulkan beberapa dampak sebagai berikut.

1)     Mengandung bibit penyakit.

2)     Mengandung bahan kimia beracun yang membahayakan kesehatan.

3)     Merupakan tempat hidup dan berkembang biak binatang pembawa penyakit, seperti lalat, dan tikus.

4)     Dapat menyumbat saluran-saluran air.

5)     Menyebabkan bau tidak enak.

6)     Dapat merusak konstruksi jembatan dan pipa air karena bersifat korosif.

            b.   Pencemaran air

      pencemaran air banyak terjadi di aliran sungai atau air tanah. Pencemaran air merupakan suatu konsentrasi pencemaran tertentu didalam air yang menimbulkan pengaruh tertentu. Pencemaran air dapat menyeabkan berkurangnya persediaan air bersih yang memenuhi syarat. Sehingga berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan makluk lainnya. Kalau pengaruh tersebut berhubungan dengan kesehatan manusia, dapat menimbulkan penyakit tertentu, yang disebut kontaminasi. Kalau pengaruh tersebut berhubungan dengan terbatasnya air yang tersedia dan tidak memenuhi syarat untuk digunakan, disebut pencemaran air. Hasil buangan yang masuk kedalam air pada waktu dan jumlah tertentu dapat menimbulkan pencemaran. Sebagai contoh penyakit minamata di Jepang muncul akibat air yang biasa di gunakan tercemar oleh unsur-unsur logam dan mercuri yang melebihi ambang batas minimal.

                  Kualitas air dapat diketahui melalui hal-hal berikut,

1)     Secara kimia, dapat dilihat dari kandungan kimia, baik organik maupun anorganik.

2)     Secara fisik dapat diketahui dari warna, bau dan temperatur.

Kualitas air menurut keputusan menteri KLH nomor 20 tahun 1990 telah menetapkan baku mutu air dijadikan standar sebagai berikut. 

1)     Golongan air A: air yang digunakan sebagai air minum tanpa memerlukan pengolahan terlebih dahulu.

2)     Golongan air B: air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tanggga

3)     Golongan air C: air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan perternakan.

4)     Golongan air D:air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan dapat digunakan untuk usaha perkotaan, industri dan listrik tenaga air.

c.   Pencemaran udara

            pencemaran udara diakibatkan oleh buangan emisi atau pencemaran yang diakibatkan oleh proses produksi, seperti buangan pabrik, kendaraan bermotor, dan rumah tangga. di Indonesia khususnya, pada musim kemarau terjadi pencemaran udara akibat kebakaran hutan. Dampak pencemaran udara, antara lain: terjadinya efek rumah kaca, kerusakan ozon dan hujan asam. dampak efek rumah kaca terhadap kehidupan dimuka bumi, yaitu terjadi peningkatan suhu udara, sehingga akan terjadi perubahan iklim dunia. Jika suhu bumi meningkat maka akan berakibat sebagi berikut.

1)     Es di kutub akan mencair sehingga mengakibatkan permukaan air laut naik, daerah pantai dan pulau-pulau kecil dapat tenggelam.

2)     Udara yang terlalu panas tidak baik bagi tanaman, sehingga produksi akan berkurang dan tanaman akan rusak.

      Lapisan ozon merupakan suatu lapisan udara yang memiliki sifat menyerap sinar ultraviolet matahari, dengan adanya lapisan ozon, sinar ultraviolet jatuh ke bumi. Pengaruh ozon terhdap kehidupan manusia di bumi adalah sebagai berikut.

1)     Ketika sinar ultraviolet mengenai lapisan ozon, maka sebagaian besar akan terserap, hanya sebagian kecil sampai permukaan bumi.

2)     Kalau sinar ultraviolet terlau banyak jatuh ke permukaan bumi, maka akan membahayakan makluk hidup bahkan akan menimbulkan kematian

3)     Kalau lapisan ozon tidak ada, maka sinar ultraviolet sebagian besar akan sampai ke permukaan bumi, akibatnya dipermukaan bumi tidak ada kehidupan.

                  Proses rusaknya lapisan ozon adalah sebagai berikut.

1)     Lapisan ozon akan bereaksi dengan zat-zat tertentu yang sampai dilapisan itu antara lain flurokarbon.

2)     Flurokarbon yang membumbung ke udara akan masuk kelapisan ozon, selanjutnya akan mengambil lapusan ozon, sehinggan lapisan menjadi berkurang.

3)     Florokarbon banyak terdapat pada barang buatan manusia, seperti; lemari es, mesin pendingin udara, semprotan minyak wangi dan sebagainya.

4)     Kalau hal itu terjadi terus menerus, maka lapisan ozon akan rusak makin lama makin tipis, bahkan mungkin hilang.

      Terjadinya hujan asam akibat dari bercampurnya asam sulfat, nitrat dan oksida serta air hujan, senyawa itu bereaksi dengan air hujan menghasilkan sneyawa asam sulfat, asam nitrat, asam bikarbonat. Senyawa-senyawa tersebut dhasilkan oleh industr sepertii mnyak bumi, pengecoran, dan batu bara. Dampak hujan asam terghadap kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut.

1)     Pada sungai dan danau akan memengaruhi kehidupan air tawar, seperti ikan, plankton, dan biota lainnya.

2)     Air hujan dengan keasamaan rendah dapat merusak tanaman, menyebabkan karat pada benda logam, merusak marmer, beton dan arca-arca candi.


D.    Keterbatasan Ekologi Dalam Pembangunan

   Jumlah penduduk yang meningkat memerlukan penyediaan sumber daya alam yang semakin besar, lapangan kerja, perumahan, pelayanan kesehatan, dan lain-lain. Peristiwa ini mengakibatkan hal-hal berikut:

  1. Penurunan kualitas dan kuatitas sumber daya air. Kebutuhan air bersih untuk domestik maupun industri terus meningkat, sementara itu pengelolaan limbah untuk menurunkan pencemaran masih belum  memadai.
  2. Penurunan sumber daya tanah/lahan. Lahan kritis terus bartambah karena kerusakan hutan serta penambangan. Disisi lain, reboisasi dan rehabilitasi masih belum sepandan dibanding kerusakannya.
  3. Kerusakan habitat/ekosistem laut yang terjadi, baik di lingkunagan pesisir maupun dilaut lepas akibat kegiatan pertambakan, pengambilan terumbu karang, ikan, dan pemanfaatna sumber daya laut lainya yang melampaui daya dukungnya, serta pengangkutan minyak yang terus meningkat dan memungkinkan terjadinya pencemaran laut akibat tumpahan minyak.
  4. Menyusutnya keaanekaragamn hayati sementara kegiatan budidaya pertanian yang diharapkan menjaga keseimbang antara aspek pelestarian dan pemanfaatan cenderung berkembang secara monokultur.
  5. Banyaknya sumber emisi (transportasi, industri, rumah tangga) yang akan meningkatkan pencemaran udara di perkotaan.

E.   Interaksi unsur-unsur lingkungan

      Negara-negara khususnya yang tergabung dalam negara berkembang saat ini dihadapkan pada masalah-masalah, seperti: kemiskinan, penyediaan pangan, pengangguran, hambatan dalam pengembangan industri, pangadaan bahan baku dan energi, pengembangan sumber daya alam, kesempatan pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terkendali, eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, serta masalah pencemaran lingkungan hidup. Permasalahan-permasalhan tersebut saling berkaitan. Ada lima masalah pokok yang saling berkait antara satu dengan yang lainnya yang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini, antara lain sebagai berikut.

  1. pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang semakin terbatas.
  2. dinamika kependudukan yang meningkat sejak abad ke-18.
  3. pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.
  4. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. lingkungan hidup yang semakin buruk.

Penanganan terhadap masalah-masalah diatas harus dilakukan secara baik dan terencana agar tidak terjadi benturan-benturan yang berakibat buruk terhadap lingkungan. Dalam menyelasaikan permasalahan-permasalahan tersebut tidak dapat dilakukan secara terpisah, namun haarus dipandang secara utuh sebagai satu kesatuan atau permasalahan bersama.

 

 

Ringkasan Materi III

 

F.   Pembangunan Berwawasan Lingkungan Dan Berkelanjutan.

      Pembangunan dilaksanakan dalam rangka menagatasi berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan. Misalnya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dilakukan pembangunan jalan tol atau bebas hambatan, penyediaan pemukiman pendduduk, perluasan lahan pertanian, namun demikaian tidak selamanya pembangunan berdampak positif, seringkali juga diikuti mucunlya dampak negatif akibat pembangunan. Dalam pola pembangunan ini perlu diperhatikan agar fungsi sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat terus menunjang proses pembangunan yang berkelanjuatan. Pembangujnan berkelnjutan adalah siatu proses pembangunan secara berkelanjutan mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menyerasikan aktivitas menusia sesuai dengan kemampuan sumber daya alam untuk menompangnya.

      Dengan keseimabagan dan keselarasan hubungan antara manusia dengan alam dan lingkungannya., ditetapkan bahwa pendayagunaan sumber alam sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat secara terencana, rasioanl, optimal, bertanggungjawab, dan sesuai dengan daya dukungnya dengan mengutamakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat serta memerhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan berkelanjutan.

      Sesuai dengan uraian tersebut, maka kebijaksanaan pembangunan lingkungan hidup meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Pembangunan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari ekosisitem yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan seluruh makluk hidup di muka bumi, diarahkan pada terwujudnya fungsi lingkungan hidup keseimabangan dan keserasian yang dinamis dengan perkembangan kependudukan agar dapat menjamin pembangunan nasional yang berkelanjutan.
  2. Sumber daya alam di darat, di laut maupun di udara dikelola dan di manfaatkan dengan memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup agar dapat mengembangkan daya dukung dan daya tampung lingkunagan yang memadai.
  3. Kesadaran masyarakat menangani pentingnya peranan lingkungan hidup dalam kehidupan manusia terus ditumbuh-kembangkan melalui penerangan, pendidikan, pemberian rangsangan, penegakan hukum disertai dorongan aktif masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup serta kegiatan sosial ekonomi
  4. Lingkungan hidup yang rusak atau terganggu keseimbangannya perlu direhabilitasi agar kembali berfungsi sebagai penyanggga kehidupan dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
  5. Dalam pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, dikembangkan pola tata ruang yang menyelerasikan tata guna lahan, air, serta sumber daya alam lainnya dalam satu kesatuan tata lingkungan yang harmonis dan dinamis serta di tunjang oleh pengelolaan perkembangan kependudukan yang  serasi.

      Pembangunan yang berkelanjutan bertumpu pada tiga faktor, yaitu kondisi sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan faktor kependudukan. Ketiga-tiganya saling berkaitan erat dan saling memengaruhi. Sektor-sektor pembangunan yang sangat terkait dengan masalah lingkungan hidup, dalam garis besar haluan negara beberapa di antaranya diberikan arahan sebagai berikut.

1.   Sektor industri

sektor industri ditingkatkan dan diarahkan agar makin menjadi penggerak utama ekonomi yang efisien, bardaya saing tinggi, mempunyai struktur yang makin kukuh dengan pola kerja produktif. Sumber daya alam menjadi barang yang bermutu, bernilai tambah yang tinggi, dan padat keterampilan.

2.   Sektor pertanian

Sektor pertanian harus ditingkatkan agar mampu menghasilkan pangan dan bahan mentah yang cukup bagi pemenuhan kebutuhan rakyat, meningkatkan daya beli rakyat, dan mampu melanjutkan proses industralisasi serta makin dan terpadu dengan sektor industri maupun jasa.

3.   Sektor kehutanan

Pembangunan kehutanan diarahkan untuk menjamin kelangsungan penyediaan dan perluasan keanekaragaman hasil hutan baagi pembngunan industri, perluasan lapangan kerja dan kesempatan usaha, sumbber pendapatan negara dan pemacu pembangunan daerah serta menjaga funginya sebagai salah satu penentu ekosistem untuk memelihara tata air, plasma nutfa, kesuburan tanah dan iklim.

 4.  Sektor kelautan

Pendayagunaan sumber daya kelautan ditujukan untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha, yang sangat memerlukan pendalaman pengetahuan tentang potensi yang terkadung didalam nusantara. Industri perikanan dan budidaya laut lainnya perlu terus ditingkatkan, baik sarana, prasarana, maupun sumber daya manusianya sehingga potensi lautnya dapat dimanfaatkan guna kepentingan pembangunan dengan tetap memerhatikan kelestarian daya dukungnya.

5.   Sektor transmigrasi

Pembangunan sektor transmigrasi terkait dengan lingkungan hidup terutama untuk pemilihan lokasi transmigrasi serta pembinaan transmigran selanjutnya. Pertimbangan dalam pemilihan lokasi transmigrasi menggunakan tolak ukur kelayakam lahan melalui sistem klasifikasi lahan berwawasan lingkungan dan kecocokan penggunaan lahan. Pembukaan lahan untuk lokasi transmigrasi yang pada umumnya menimbulkan perubahan lingkungan diupayakan sekecil mungkin agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem hutan

6.   Sektor pariwisata

Sektor pariwisata merupakan sektor yang dapat secara langsung memanfaatkan sumber daya alam lingkungan sebagai komoditas periwisata, namun demikian, secara khusus sektor pariwasata dalam sebagian programnya juga berupaya mewujudkan komoditas yang dapat menjadi andalan wisata yaitu seperti:

a. Pengembangan hutan kota

b. Peningkatan kualitas kesehatan lingkungan

c. Peningkatan penyehatan lingkungan perumahan

d. Wisata bahari

Pokok-pokok kebijaksanaan pegelolaan lingkungan hidup tertuang dalam undang-undang no 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup memuat sepuluh langkah yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut.

  1. melestarikan tatanan lingkungan
  2. mengindahkan daya dukung lingkungan
  3. menggerakan perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman fauna dan flora.
  4. menaikan mutu lingkungan
  5. mengoordinasikan keterpaduan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan dalam pengelolaan lingkungan.
  6. mengupayakan pemanfaatan ruang dan wilayah secara optimal.
  7. menormalisasikan fungsi lingkungan dengan mengurangi risiko perusakan dan pencemaran
  8. menggirahkan peran serta masyarakat.
  9. mengantisipasi dan mengandalkan sistem informasi lingkungan dan ekonomi lingkungan
  10. memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pengelolaan lingkungan serta penegakan hukum pengelolaan lingkungan.

Pokok-pokok kebijaksanaan yang diperlukan untuk memungkinkan pembangunan secara berkelanjutan, antara lain sebagai berikut.

  1. Perencanaan pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan daya dukung lingkungan. Dengan mengindahkan kondisi lingkungan, maka setiap wilayah dapat dibangun perencanaan tata ruang sesuai dengan zona peruntukannya, seperti; zona industri, zona pemukiman, zona perkantoran, zona perdagangan, zona perkebunan dan sebagainya.
  2. Penerapan analisis mengenai dampak lingkungan(AMDAL) sebagai sarana dalam proyek lingkungan, untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga dapat disusun rencana pamentauan lingkungan yang mengendalikan dampak negatif serta meningkatklan dampak positif.
  3. Penanggulangan pencemaran air, udara, dan tanah melalui upaya sebagai berikut.

a. Penangulangan bahan beracun dan berbahaya agar limbah ini dikendalikan serta tidak membahayakan masyarakat.

b. Penanggulangan limbah padat terutama di kota-kota besar supaya tidak mengganggu kesehatan lingkungan.

c. Penetapan mutu baku emisi dan efluen.

d. Pengembangan baku mutu air dan udara.

4.   Pengembangan keanekaragaman hayati melalui usaha sebagai berikut.

a. Pengelolaan hutan tropis

b. Pengelolaan wilayah pesisir dan lautan

c. Pengendalian kerusakan lingkungan melalui usaha seperti berikut.

1)     Pengelolaan DAS (daerah aliran sungai)

2)     Rehabilitasi dan reklamasi bekas pertambangan serta bahan galian C

3)     Pegembangan kebijakan ekonomi yang memuat pertimbangan lingkungan.

4)     Pengembangan peran serta masyarakat, kelembangaan, dan ketenagaan alam mengelola lingkungan hidup.

5)     Pengembangan hukum lingkungan.

6)     Pengembangan kerjasama luar negeri.

      Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk benar-benar mewujudkan pelaksanaan pembagunan yang berkelanjutan, antara alain sebagai berikut.

  1. meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah daerah tingkat II dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan informasi , serta penyediaan dana dan kewenangan untuk dapat mengelola lingkungan hidup didaerahnya.
  2. memantapkan prosedur perencanaan pambangunan dengan mengikutsertakan masyarakat secara aktif disertai pengembangan pemahaman mengenai pembangunan berwawasan lingkungan termasuk melalui lembaga swadaya masyarakat.
  3. menerapkan prosedur AMDAL dengan segala konsekuensinya secara konsisten untuk semua kegiatan pambangunan, serta menyertakan aparat pemda tingakt I dan tingkat II yang bersangkutan dalam penilaian
  4. menyelesaikan setiap permasalahan lingkungan hidup dengan cara-cara yang bijaksana tanpa mengorbankan salah satu pihak khususnya masyarakat, melalui proses yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. melaksanakan tindakan yang tegas terhadap para pelanggar hukum, pencemar, dan perusak lingkungan melalui jalur hukum dan mengenakan sanksi-sanksi terhadap siapa saja yang menyebabkan terjadinya penurunan fungsi serta daya dukung lingkungan.
  6. melengkapi peraturan-peraturan undang-undang yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup di daerah sampai ketingkat desa.

      Pemerintah menekankan perlunya mewujudkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup, hal ini sebagai dasar untuk melaksanakan kemitraan nasional. Pemerintah telah mencanangkan dasa karya pengelolaan lingkungan hidup yang berisikan antara lain sebagai berikut.

  1. Melestarikan tatanan lingkungan
  2. Mengindahkan daya dukung lingkungan
  3. Menaikan baku mutu lingkungan
  4. Menggerakan upaya perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman flora dan fauna.
  5. Mengoordinasikan keterpaduan pendayagunaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan dalam pengelolaan lingkungan
  6. Mengupayakan pemanfaatan ruang wilayah secara optimal
  7. Menormalisasikan fungsi lingkungan dengan mengurangi risiko kerusakan dan pencemaran lingkungan
  8. Menggairahkan peran serta masyarakat
  9. Mengantisipasi dan mengandalkan sistem informasi lingkungan dan ekonomi lingkungan
  10. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelolaan lingkungan serta menegakkan hukum pengelolaan lingkungan

G.   Posisi Indonesia di era Globalisasi

Menurut Michael Haralambos dan Martin Holborn, globalisasi adalah suatu proses dimana batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial. Globalisasi terjadi akibat adanya kemajuan di bidang komunikasi, transportasi, perdagangan, dan pariwisata internasional. Pada saat ini dengan mudahnya komunikasi dan perhubungan, setiap orang dapat bepergian maupun berhubungan dengan orang lain dinegara yang berbeda. Bagi masyarakat sekarang batas-batas negara tidak lagi jadi batas yang memisahkan kehidupan sosial mereka.

Faktor-faktor penyebab globalisasi atau berkurangnya arti penting batas-batas negara, antara lain sebagai berikut.

  1. kemajuan sistem komunikasi daan alat perhubungan
  2. menungkatnya perdagangan internasional
  3. pariwisata.

Dampak globalisasi terhadap budaya Indonesia dapat bersifat negatif maupun positif. Dampak negatif globalisasi terhadap budaya Indonesia antara lain sebagai berikut.

  1. terjadinya goncangan budaya bangsa akibat informasi penonjolan budaya asing.
  2. terjadinya ketimpangan budaya masyarakat maju di kota-kota dengan masyarakat didaerah terpencil.
  3. memperkecil unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia karena ada desakan budaya asing.
  4. masyarakat cenderung barsifat konsumtif.
  5. masyaraakt cenderung melakukan pemborosan dan bersuikap tidak jujur, kurag disiplin pribadi atau disiplin kelompok yang akibatnya masyarakat tidak mau kerja keras.

Dampak positif globalisasi terhadap  budaya Indonesia antara lain sebagai berikut.

  1. masyarakat berwawasan semakin luas
  2. masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa penting diluar negeri.
  3. masyarakat mengenal bermacam kebudayaan luatr negeri
  4. masyarakat dapat mengembangkan kebudayaan bangsa yang menyangkut budaya dan peradapan.
  5. mesyarakat bersifat kritis dan aktif terhadap permasalahan aktual yang menyangkut budaya.
  6. globalisasi akan memperkaya unsur kebudayaan Indonesia

     

Refleksi diri

Diharapkan setelah membaca dan mengerjakan soal-soal pada bab ini diharapkan siswa dapat menjelaskan tentang pengertian lingkungan hidup, komponen lingkungan hidup, pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, permasalahan lingkungan hidup. Jika siswa belum memahami materi bab ini, bacalah referensi-referensi yang terkait dengan lingkungan hidup dan bertanyalah kepada guru kalian!

Soal