Semester 1 Bab 4-Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya

BAB 4

PENYESUAIAN DIRI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA

 

Standar Kompetensi :

3.    Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya

 

Kompetensi Dasar:

3.1  Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidupnya

3.2  Mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup.

 

Indikator Pembelajaran :

1.    Mengidentifikasi beberapa bentuk penyesuaian binatang unggas.

2.    Mengidentifikasi beberapa penyesuaian hewan air.

3.    Menjelaskan tujuan makhluk hidup melakukan adptasi.

4.   Menjelaskan beberapa bentuk penyesuaian diri pada tumbuhan

 

PENDALAMAN MATERI

1. Adaptasi Hewan dengan Lingkungan dalam Mencari Makanan

  • Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya disebut adaptasi.
  • Tujuan makhiuk hidup beradaptasi adalah :
  1. untuk memperoleh makanan
  2. untuk melindungi diri dari makhluk hidup
  • Habitat adalah tempat tinggal makhluk hidup.
  • Makhluk hidup perlu beradaptasi dengan tempat hidupnya, lingkunganya, komunitasnya maupun makananya.
  • Supaya dapat menyesuaikan diri makhluk hidup memiliki bentuk fisik dan tingkah laku yang berbeda­beda.
  • Setiap makhluk hidup memiliki bentuk paruh, kaki atau alat pencari makan yang berbeda-beda tergantung makanan dan tempat mencari makan.
  • Bentuk mulut serangga bermacam-macam sesuai dengan jenis makanannya. Bentuk mulut serangga ada yang pengisap, penusuk, dan pengunyah-penjilat.

Cara-cara hewan memperoleh makanannya

a.   Kupu-kupu

 

Gb. kupu-kupu

 

b.  Lebah

 

     

      Gb. lebah

Lebah yang hinggap di bunga menghisap nektar. Lebah mempunyai bentuk mulut penjilat.

Mulut ini mempunyai lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan yang berupa nektar pada bunga.

c.  Nyamuk

 

    

     Gb. Nyamuk

            Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Karena fungsinya sebagai penusuk, mulut nyamuk berbentuk tajam (runcing) dan panjang. Nyamuk menggunakan, mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian menghisap darahnya.

 

d.    Burung

                              

              Gb. Bentuk paruh burung (a:pipit, b: elang, c: bangau)

 

Kita mengenal berbagai jenis burung seperti kakak tua, elang, pipit, merpati, pelikan, kolibri, itik dan nuri.

            Bebagai jenis paruh burung itu tidak sama, sesuai dengan jenis makanannya

            Paruh burung pipit yang memakan biji-bijian berbeda dengan paruh burung elang yang runcing sebagai pemakan daging, berbeda dengan itik yang memakan cacing dari lumpur, paruh burung elang runcing mampu untuk mengoyak daging yang akan dimangsa, paruh burung kolibri panjang dan runcing untuk menghisap nektar pada bunga.

 

                                 

     Gb. Bentuk kaki burung ( a:pipit, b: elang, c: bangau )

 

 

                      Bentuk kaki burung juga beraneka ragam, keaneragaman bentuk kaki burung sesuai dengan kegunaannya. Kaki burung pelatuk untuk memanjat, kaki burung elang dan rajawali untuk mencengkeram, kaki burung kutilang untuk bertengger, kaki ayam untuk mengais. Berbagai jenis paruh burung itu tidak sama, sesuai dengan jenis makanannya.

 

2.    Penyesuaian Tingkah Laku terhadap Lingkungan

a. Adaptasi tingkah laku

adalah penyesuaian diri makhluk hidup dalam bentuk tingkah laku.

 

     Contoh :

-    Peristiwa mimikri pada bunglon

-    Peristiwa outotomi pada cicak dan kadal

b.  Adaptasi fisiologis

adalah penyesuaian diri fungsi alat tubuh terhadap keadaan lingkungannya.

     Contoh :

      

hewan pemakan rumput mampu mencerna daun karena memiliki enzim selulosa.

c. Adaptasi morfologis

adalah penyesuaian alat atau bentuk tubuh terhadap lingkungannya.

       Contoh :

              

-    Perbedaan bentuk paruh dan mulut binatang sesuai dengan makanannya.

-    Perbedaan daun yang hidup dari air dan di padang pasir.

                

  • Beberapa bentuk penyesuaian diri untuk melindungi diri dari           musuhnya antara lain :
  1. Mengeluarkan racun berbisa, seperti : kalajengking, ular berbisa, laba-laba.

 

  1. Mengeluarkan bau tak sedap, seperti : tikus celurut, walang sangit.
  2. Mengeluarkan cairan tinta, contah : cumi-cumi.

 

  1. Mengeluarkan sengatan listrik, seperti : ikan pari dan ikan empedu serta ikan sidat.

 

  1. Pura-pura mati, seperti : kumbang, musang.
  2. Menakuti musuh dengan mengubah bentuk tubuhnya, seperti : ular kobra, kupu-kupu yang sayapnya bergambar mata, landak,
  3. Memiliki tanduk tajam, seperti ; menjangan atau rusa, kambing, sapi, kerbau, banteng.
  4. Autotomi / memutuskan ekor pada hewan cicak.
  5. Menggulungkan tubuhnya, seperti : kucing untuk menghangatkan diri, trenggiling, luwing.
  6. Dengan berkelompok, seperti : burung pipit, kelelawar, unggas, dll.
  7. Kamuflase / penyamaran, seperti : belalang kayu, belalang daun, ulat daun, dan burung puyuh.

 

3.   Cara Tumbuhan Melindungi Diri

  • Pada umumnya tumbuhan hidup di tempat yang berbeda-beda. Ada yang hidup di daerah kering ada pula yang hidupnya di air.
  • Cara tumbuhan melindungi diri bergantung pada jenis tumbuhan tersebut.
  • Tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Contoh pohon jati menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan.
  • Jika daun digugurkan, penguapan akibat terik matahari berkurang, sehingga pohon tidak kering. Pada musim penghujan, tunas-tunas daun akan bersemi kembali. Itu juga berlaku untuk pohon lain seperti kedondong, randu, mahoni dan lain-lain

 

  • Tumbuhan membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri berupa zat hara dan air di dalam tanah dengan akar, tumbuhan menyerap zat-zat tersebut.
  • Tumbuhan kantong semar
  • Tumbuhan kantong semar cara memperoleh makanan dengan cara lain / khas. Tumbuhan ini mempunyai daun berbentuk kantong, di dalam kantong terdapat cairan bau yang dikeluarkan tumbuhan ini mengundang serangga agar mendekat.
  • Serangga yang hinggap di tepi kantong akan tergelincir ke dalam kantong sehingga serangga terperangkap menjadi makanan kantong semar. Tumbuhan pemakan serangga seperti ini disebut tumbuhan insektivora.
  • Bunga mawar mempunyai duri kecil-kecil untuk melindungi diri dari musuhnya, supaya tidak dimakan hewan. Bunga bugenfil mempunyai duri yang panjang. Duri merupakan perlindungan diri supaya duri dapat melukai musuh.

 

  • Beberapa tumbuhan melindungi diri dengan cara memproduksi getah, antara lain pohon mangga, kamboja dan bunga alamanda.
  • Buah durian memiliki kulit berduri yang tajam sehingga tidak dapat dimakan oleh hewan pemangsa, dengan demikian pohon durian dapat berkembang biak karena biji yang berada di dalam buah yang terlindung dari musuh.

            

 

  • Pohon belimbing cara melindungi diri, buah belimbing terasa pahit ketika belum matang.
  • Jadi bagian tubuh tumbuhan yang berupa duri dan getah digunakan tumbuhan untuk melindungi diri dari musuhnya.

 

Dari uraian di atas bisa diambil kesimpulan bahwa:

  • Tumbuhan melindungi diri dengan cara memiliki duri, bulu racun, dan bau tidak sedap.
  • Daun, batang atau buahnya berduri, seperti : salak, mawar, durian, dsb.
  • Daun, batang atau buahnya bergetah, seperti : papaya, sawo, nangka.
  • Daun, batang atau buah berbulu gatal, seperti : labu, bambu.
  • Daun, bagian buah terasa pahit, seperti : daun papaya, geligir belimbing.
  • Menggugurkan daun untuk mengurangi penguapan di musim kemarau seperti daun jati, mahoni dan kedondong.
  • Berdaun tipis dan lebar untuk memperbanyak penguapan seperti teratai.

Kaktus memiliki bentuk berduri untuk mengurangi penguapan