Semester 2 Bab 2-Koperasi dan Kewirausahaan

BAB II

KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN

 

Standar Kompetensi:

4.    Memahami pengelolaan koperasi dan kewirausahaan.

 

Kompetensi Dasar:

4.1      Mendeskjripsikan cara pengembangan koperasi dan koperasi sekolah

4.2      Menghitung pembagian sisa hasil usaha

4.3      Mendeskripsikan peran dan jiwa kewirausahaan.

Penanaman Nilai Karakter Bangsa

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa memiliki sikap mandiri, kreatif, jujur, dapat dipercaya, peduli terhadap lingkungan, dan kritis.

 

Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang melandaskan kegiatannya kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan berasaskan kekeluargaan. Berdirinya koperasi sangat membantu perekonomian nasional, karena menjadi anggota koperasi memberikan manfaat yang besar, salah satunya yaitu mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha). Koperasi didirikan baik di lembaga atau instansi pemerintah dan swasta, selain itu di dunia pendidikan seperti sekolah dan universitas. Dalam dunia pendidikan, koperasi juga dapat melatih jiwa peserta didik untuk mendapatkan jiwa kewirausahaan secara nyata.

 

Ringkasan Materi 1

 

A.    Koperasi dan Koperasi Sekolah

1.    Koperasi

a.    Pengertian Koperasi

Berikut beberepa pengertian koperasi.

1)    Definisi UU No. 25/1992

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

2)    Definisi Munkner

Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan “urus niaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong.

3)    Definisi Hatta (Bapak Koperasi Indonesia)

Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki  nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat seorang”.

 

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur koperasi sebagai berikut.

1)    Koperasi adalah Badan Usaha (Business Enterprise).

2)    Koperasi adalah kumpulan orang-orang  dan atau badan-badan hukum koperasi.

3)    Koperasi Indonesia koperasi yang bekerja berdasarkan  “prinsip-prinsip koperasi”.

4)    Koperasi Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”.

5)    Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”.

 

b.    Tujuan koperasi

Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3, koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan  masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

 

c.     Prinsip koperasi

Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 25/1992

1)        Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

2)        Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.

3)        Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota.

4)        Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

5)        Kemandirian.

6)        Pendidikan perkoperasian.

7)        Kerjasama antar koperasi.

 

d.    Fungsi Koperasi

Berdasarkan UU No. 25/1992 Pasal 4 fungsi koperasi antara lain sebagai berikut.

1)    Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

2)    Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

3)    Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sbg sokogurunya.

4)    Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

 

e.    Perangkat koperasi

Perangkat organisasi koperasi antara lian sebagai berikut.

1)    Rapat anggota

        Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, sehingga segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus emndapat persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan, dan pemberitahuan pengurus dan pengawas.

2)    Pengurus

        Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan diserahkan mandate untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik bidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam melaksanakan tugas pimpinan koperasi, pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi kuasa untuk mengelolanya.

3)    Pengawas

        Pengawas adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan bertugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pengurus. Anggota pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi melalui rapat anggota. Pengawas memiliki kewenangan untuk meneliti catatan yang ada pada koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan, namun harus merahasiakan hasil pemeriksaannya terhadap pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.

 

2.    Koperasi Sekolah

a.    Pengertian koperasi sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Cirri-ciri koperasi sekolah sebagai berikut.

1)    Bentuknya badan usaha yang tidak berbadan hukum.

2)    Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut.

3)    Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa.

4)    Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat.

5)    Sebagai latihan dan praktek berkoperasi.

6)    Melatih disiplin dan kerja.

7)    Menyediakan perlengkapan pelajar.

8)    Mendidik siswa hemat menabung.

9)    Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong.

 

b.    Tujuan Koperasi sekolah

Tujuan koperasi sekolah adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Secara rinci, tujuan koperasi sekolah antara lain sebagai berikut.

1)    Mendidik, menenamkan, dan memelihara kesadaran lingkungan hidup bergotong-royong dan tasa setia kawan di antara siswa.

2)    Memupuk tasa cinta pada sekolah.

3)    Memelihara, mengembangkan, dan mempertinggi mutu pengetahuan serta keterampilan berusaha dalam bentuk koperasi.

4)    Menanamkan dan memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin dalam hidup bergotong royong di tengah-tengah masyarakat.

5)    Memelihara hubungan baik dan saling pengertian di antara siswa sebagai anggota koperasi.

6)    Menanamkan dan menumbuhkan rasa harga diri, jiwa demokrasi, keberanian berpendapat, dan kesamaan derajat.

7)    Sebagai sarana untuk belajar dan berkarya serta untuk mendapatkan peralatan sekolah.

 

c.     Struktur dan perangkat organisasi koperasi sekolah

Struktur Organisasi Sekolah sebagai berikut.

1)    Anggota.

2)    Pengurus.

3)    Badan Pemeriksa.

4)    Pembina dan Pengawas.

5)    Badan Penasehat.

Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas:

a)    Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya (exofficio).

b)    Guru pada sekolah yang bersangkutan.

c)    Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi.

 

Ringkasan Materi 2

 

B.    Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU)

1.    Pengertian SHU

Sisa hasil usaha (SHU) adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue /TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost/ TC) dalam satu tahun buku. Menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45, SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

 

2.    Sumber SHU

SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu sebagai berikut.

a.    SHU atas jasa modal

Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi terssebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.

b.    SHU atas jasa usaha

Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan.

 

  1. Penghitungan SHU

Berikut formula untuk menghtiung besranya SHU.

a.    Formula 1

 

b.    Formula 2

 

 

Ringkasan Materi 3

 

C.    Kewirausahaan

1.    Pengertian wirausaha

Agar memahami jiwa dan sikap kewirausahaan dengan benar, terlebih dahulu perlu diketahui pengertian  kewirausahaan dan wirausaha. Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata entrepreneur. Kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya Kamus Dagang. Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual. Pengertian wirausaha menutut ahli ekonomi, adalah seseorang yang mengorganisir factor-faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan skill, untuk tujuan berproduksi. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996). Tipe-tipe wirausaha sebagai berikut.

a.    Wirausaha sebagai orang spesialis.

b.    Wirausaha sebagai orang bisnis.

c.     Wirausaha sebagai uang.

d.    Wirausaha sebagai social engineer.

e.    Wirausaha sebagai manajer.

Berikut tujuan dari kewirausahaan.

a.    Mewujudkan kemampuan  dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

b.    Membudayakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan yang andal dan unggul di kalangan masyarakat.

c.     Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.

 

2.    Ciri-ciri Wirausaha

Setelah mempelajari pengertian kewirausahaan secara umum, berikut ciri-ciri wirausahawan yang berhasil menurut beberapa tokoh.

a.     Menurut Steinhoff dan Burgess

1)    Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) dan memiliki kejelian (vision) dalam bisnis.

2)    Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu.

3)    Memiliki kemampuan di bidang perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan.

4)    Bekerja keras dan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mau dan mampu mencapai keberhasilan.

5)    Mampu menjalin hubungan baik dengan pelanggan, karyawan, pemasok, bankers, dan lain-lain.

b.    Menurut Pikte Abrahamso (1989)

1)    Memiliki drive yang kuat (motivasi untuk maju).

2)    Memiliki kekuatan mental yang baik (IQ, EQ, analistis dan kreatif).

3)    Memiliki kemampuan menjalin hubungan antara manusia (human relation ability).

4)    Memiliki kemampuan berkomunikasi.

5)    Menguasai pegetahuan teknis.

        c.     Menurut Mc. Cleland

1)    Menyukai pengambilan resiko yang moderat.

2)    Bertanggung jawab.

3)    Mengutamakan uang sebagai alat ukur keberhasilan.

4)    Mampu mengantisipasi masa yang akan datang.

5)    Memilii organizational skill yang baik.

d.    Menurut Suparman Sumahamidjaja (1993) yang disebut-sebut sebagai salah satu perintis pengembanagan kewirausahaan Indonesia, menyatakan bahwa ciri-ciri kegiatan pokok wirausaha yang sukses memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1)    Sikap mental positif.

2)    Daya pikir kreatif.

3)    Inovatif.

4)    Motivasi tinggi.

5)    Kemampuan mengambil resiko dan bersaing.

 

Dengan memperhatikan ciri-ciri wirausaha yang sukses tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri wirausaha yang tangguh sebagai berikut.

a.    Berpikir dan bertindak strategis, adaptif terhadap perubahan, serta berusaha  mencari peluang keuntungan.

b.    selalu berusaha mendapatkan keuntungan melalui  berbagai usaha  dalam memuaskan konsumen.

c.     Berusaha mengenal  dan menghendalikan kekuatan  ataupun kelemahan perusahaan.

d.    Selalu berusaha meningkatkan  kemampuan dan ketangguhan perusahaan.

 

Sedangkan ciri-ciri wirausaha yang unggul sebagai berikut.

a.    Berani mengambil resiko serta mampu memperhitungkan dan berusaha menghindarinya.

b.    Selalu berupaya mencapai kepuasaan pelanggan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa, dan Negara.

c.     Antisipasif terhadap perubahan  dan akomodatif terhadap perubahan lingkungan.

d.    Kreatif mencari  dan menciptakan peluang pasar dan meningkatkan produktivitas  dan efisiensi.

e.    Selalu berusaha meningkatkanm keunggulan dan citra perusahaan melalui  inovasi di berbagai bidang.

 

Keberhasilan usaha merupakan pernyataan adanya persesuaian antara rencana dan proses pelaksanaan, serta hasil yang dapat dicarinya dan dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan  usaha dapat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.

a.    Percaya dan yakin usahanya dapaty dilakukan.

b.    Menerima gagasan baru dalam dunia usaha.

c.     Instropeksi diri.

d.    Mendengar saran orang lain.

e.    Bersemangat dan bergaul.

 

3.    Karakteristik Wirausahawan

        Berdasar pengetian kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan karakteristik wirausahawan sebagai berikut.

a.    Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.

b.    Komitmen tinggi

        Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.

c.     Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

d.    Kreatif dan inovatif

        Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.

e.    Mandiri

        Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.

f.     Realistis

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.

 

4.    Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan wirausaha

Bygrave menyebutkan 10 hal untuk mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan wirausaha berdasarkan karakteristik wirausaha, yaitu antara lain sebagai berikut.

Berikut karakteristik wirausaha menurut Byrave.

a.    Dream
Dapat diartikan sebagai impian. Maksud sari dream disini adalah bahwa seorang wirausahawan pastilah mempunyai mimpi. Pada tahap selanjutnya mimpi itu dapat dijadikan visi untuk selanjutnya dijadikan landasan dasar terjadap suatu usaha yan kan digelutinya.

b.    Decisiveness
Artinya perencanaan. Sebelum melakukan sesuatu sudah seharusnya anda memilikki perencanan yang matang, agar segala sesuatunya dapat berjalan sesuai prosedur yang inginkan.

c.     Doers
Tidak bertindak lambat, tidak perlu menunggu waktu untuk segera melakukan usaha tersebut. Mengulur-ngulur waktu artinya anda sudah menunda kesuksessan anda. Jadi langsung jalankan tanpa terlalu lama menuggu waktu yang tepat.

d.    Determination
Dalam menjalankan usaha harus benar-benar memperhatikan usaha yang dijalankan, atau meninjau secara teratur dan bertanggung jawab terhadap segala kendala yang menghadang usaha serta pantang menyerah.

e.    Dedication
Konsistenlah terhadap suatu usaha yang dijalankan. Jadikan usaha sebagai sahabat sejati yang sudah pasti harus loyal terhadap usaha yang dijalankan.

f.     Devotion
Jika pekerjaan sebagai hobi, sudah tentu tidak akan pernah lelah untuk menjalaninya karena menjalankan pekerjaan tersebut dengan senang hati. Devotion disini bisa juga diartikan sebagai gila kerja.

g.    Details
Wirausahawan harus dapat memperhatikan hal-hal kecil terhadap usaha. Jangan sampai karena sebuah hal yang sepele menyebabkan pasar sudah tidak percaya lagi bahkan menyebabkan usaha gulung tikar.

h.    Destiny
Wirausaha harus dapat bertanggung jawab terhadap tujuan usaha, bebas dan tidak bergantung pada orang lain.

i.      Dollars
Dollars yang dimaksud disini adalah uang. Dalam suatu wirausaha uang dijadikan sebagai pengukur kesuksessan sebuah usaha, karena tujuan dari suatu usaha adalah keuntungan.

j.     Distribusi
Wirausaha harus bisa memperhatikan setiap karakteristik orang-orang yang ada disekitarnya, yang pada akhirnya nanti anda dapat menyalurkan kepemilikkan bisnis kepada orang yang dipercaya (orang yang berdedikasi).

 

5.    Bidang usaha

Untuk memilih bidang usaha, terlebih dahulu harus melihat pemetaan usaha. Adapun pemetaan jenis-jenis usaha sebagai berikut.

a.    Bidang usaha: Industri dan kerajinan

                Jenis usaha : Industri besar, industri menengah, industri kecil dan pengrajin.

b.    Bidang usaha: pertambangan dan energi (eksplorasi dan eksploitasi)

        Jenis usaha: minyak bumi, batu bara, pasir, emas, perak, timah, marmer, dan lain-lain.

c.     Bidang usaha: bidang pemberian jasa

        Jenis usaha: bank (umum, syariah, dan Bank Perkreditan Rakyat/ BPR), asuransi (jiwa, kerugian, kesehatan, dan kebakaran), hotel (berbintang, melati, wisma, dan lain-lain), restoran (rumah makan, warung, kafe, dan lain-lain), pariwisata (agen tiket, agen perjalanan wisata, pemandu wisata, dan lain-lain), persewaan (perlengkapan pesta, mobil, buku, warnet, wartel, play station, dan lain-lain), perantara (broker/ makelar, jual beli saham/tanah/kendaraan, dan lain-lain).

d.    Bidang usaha: bidang perdagangan

        Jenis usaha: Perdagangan besar, menengah, kecil (kelontong, bahan bangunan, elektronik, dan lain-lain).

e.    Bidang usaha: Bidang agraris

                Jenis usaha: pertanian (tanaman pokok, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain), perkebunan (tanaman keras dan tanaman obat), tanaman hias atau bunga-bungaan, perikanan (laut, air tawar, dan air payau), peternakan (sapi, unggas, kambing, walet, jenis unggas, dan lain-lain). 

 

Soal