Semester 2 Bab 1-Evolusi

BAB I

EVOLUSI

 

 

Standar Kompetensi:

Memahami teori evolusi serta implikasinya pada salingtemas.

Kompetensi Dasar:

  1. menjelaskan teori, prinsip, dan mekanisme evolusi,
  2. mengkomunikasikan hasil studi evolusi biologi,
  3. mendeskripsikan kecenderungan baru tentang teori evolusi.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa dapat mendefenisikan pengertian evolusi
  2. Siswa dapat menjelaskan berbagai teori evolusi
  3. Siswa dapat menjelaskan pokok-pokok pikiran teori evolusi Darwin
  4. Siswa dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan pandangan para ahli tentang evolusi
  5. Siswa dapat merefleksi diri akan teori evolusi
  6. Siswa dapat menjelaskan bukti-bukti evolusi berdasarkan pendapat seorang ahli yang menemukan factor dan petunjuk adanya evolusi
  7. Siswa dapat menjelaskan berbagai petunjuk evolusi fosil, homologi, embriologi perbandingan
  8. Siswa dapat menfenisikan penegrtian mutasi
  9. Siswa dapat mendeskripsikan keterkaitan antara mutasi dan evolusi
  10. Siswa dapat menjelaskan argumentasi keterkaitan antara mutasi dan evolusi
  11. Siswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar hardy-Weinberg
  12. Siswa dapat menerapkan hukum hardy-Weinberg secara teoritis melalui contoh perhitungan matematis
  13. Siswa dapat menjelaskan proses spesialisasi
  14. Siswa dapat mempresentasikan hasil studi yang telah dilakukan tentang fosil

 

Nilai Karakter Bangsa

Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa memiliki sikap teliti, jujur, disiplin, tanggung jawab, mandiri dan kraetif.

 

 Evolusi menjelaskan perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu  lama dari bentuk yang sederhana menuju bentuk yang kompleks. Tokoh evolusi pertama yang pendapatnya diterima oleh dunia ilmu pengetahuan adalah Charles Darwin, ajarannya dituangkan dalam buku yang berjudul “On the Origin of the Species by Means of Natural Selection”. Isi buku tersebut memuat pokok-pokok evolusi. Untuk lebih jelasnya marilah kita pelajari bab evolusi berikut.


A.      Teori, Prinsip, dan Mekanisme Evolusi Biologi

    Evolusi adalah perubahan secara bertahap dalam waktu yang lama akibat seleksi alam pada variasi gen dalam suatu individu atau spesies yang menghasilkan perkembangan spesies baru. Darwin mengatakan bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari bentuk kehidupan sebelumnya dan spesies berubah dengan berjalannya waktu.

Berikut adalah ilmuwan  abad ke-6 sebelum Masehi.

  1. Anaximander (500 SM)

Anaximander adalah seorang filusuf Yunani yang mengemukakan bahwa kehidupan berawal di dalam air dan bentuk kehidupan yang kompleks berasal dari kehidupan yang lebih sederhana.

      2. Aristoteles

Aristoteles adalah seorang filusuf Yunani yang mengemukakan bahwa spesies tetap atau tidak berubah, dan tidak mengalami evolusi. Ide Aristoteles selama 6000 tahun mendominasi kaum intelektual Barat.

      3. Georges Buffon (pertengahan abad 17)

Berdasarkan studi fosil, naturalis berkebangsaan Perancis ini mengemukakan bahwa umur bumi kemungkinan lebih tua dari 6000 tahun.  Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemungkinan fosil merupakan bentuk purba dari spesies yang ada sekarang.

      4. Sir Charles Lyell (1797-1875)

Sir Charles Lyell dalam bukunya Principle of Geologi, yang intinya menyatakan bahwa bumi mengalami perubahan terus-menerus yang menghilhami adanya variasii karena pengaruh alam.

 

  1. Pencetus teori  evolusi

a. J.B. Lamarck

Jean Baptiste Lamarck (1744-1829) seorang ahli Biologi Perancis. Menurut Lamarck pada mulanya semua jerapah berleher pendek, namun karena sering digunakan untuk menjangkau  daun-daun muda di pohon yang tinggi, lama-kelamaan leher jerapah memanjang. Pemanjangan leher jerapah kemudian diturunkan pada keturunannya. Berdasarkan hal ini Lamarck menyimpulkan bahwa evolusi spesies merupakan hasil interaksi dengan lingkungan.

Pendapat Lamarck berbeda dengan Darwin. Menurut Darwin, pada mulanya memang terdapat jerapah berleher pendek dan panjang. Jerapah yang berleher pendek tidak mampu bertahan hidup karena tidak bisa menjangkau daun di pohon yang tinggi, sedangkan yang panjang mampu bertahan hidup dan menurunkan sifat tersebut pada keturunannya.

b. August Weismann

Weismann (1834-1914) berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Ia membuktikan pendapatnya dengan mengawinkan 2 tikus yang dipotong ekornya. Sampai generasi ke-21, semua anak tikus yang dilahirkan dari keturunan 2 tikus tadi berekor panjang.

c. Darwin (1809-1882)

Darwin mengamati 14 spesies burung Finch di Kepulauan Galapagos,. Keempat belas spesies burung tersebut berbeda sedikit dalam ukuran, bentuk tubuh, dan bentuk paruh. Perbedaan bentuk paruh disebabkan karena jenis makanannya yang berbeda. Selain spesies burung Finch, Darwin mengamati kura-kura raksasa. Kedua kura ini memiliki perbedaan morfologi disebabkan karena perbedaan habitat.

Teori Darwin mengenai evolusi didasarkan atas pokok-pokok pikiran antara lain sebagai berikut.

a)      Tidak ada dua individu yang sama.

b)      Setiap populasi kecenderungan bertambah banyak, karena setiap makhluk

       hidup berkemampuan untuk berkembangbiak.

c)       Berkembangbiak membuuhkan makanan yang cukup.

d)      Pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.

Pokok-pokok pikiran dalam teori Darwin tersebut dari hasil pengamatan sehari-hari yang kita jumpai, yaitu:

a)      Adanya variasi individu di dalam satu keturunan.

b)      Bertambah banyaknya populasi.

c)       Adanya perjangan suatu spesies untuk bertahan hidup.

d)      Adanya peristiwa seleksi alam.

  1. Pro dan kontra tentang berbagai pendapat tentang masalah evolusi

a. Lamarck vs Weismann :

Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.

Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.

b. Lamarck vs Darwin :

Mereka berbeda pendapat mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.

Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.

Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.

  1. Mekanisme Evolusi Biologi

Terdapat dua mekanisme utama yang mendorong evolusi meliputi:

      Seleksi Alam

      Hanyutan Genetika 

Di alam terjadi 3 macam seleksi, yaitu:

a. Seleksi terarah

        Seleksi terarah terjadi jika kondisi lingkungan berubah. Sehingga terjadi tekanan seleksi pada spesies tersebut dan menyebabkan spesies beradaptasi pada kondisi baru.

b. Seleksi stabilisasi

        Seleksi stabilisasi terjadi pada semua populasi dan cenderung memperkecil penonjolan di dalam kelompok. Sehingga, mengurangi kemampuan menghasilkan variasi dalam suatu populasi dan mengurangi kesempatan mengalami perubahan evolusi.

c. Seleksi distruktif

        Seleksi distrukif terjadi jika faktor-faktor lingkungan mengambil sejumlah bentuk yang terpisah.

  

 B.      Sejarah Evolusi Kehidupan

1.   Asal-usul kehidupan

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:

a. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghaib) pada saat istimewa (teori kreasi khas).

b. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generation spontanea).

Pelopor teori generation spontanea seorang ahli filsafat zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai abad ke 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis) memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman jerarni).

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur.

Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.

Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu walaupun labu tersumbat udara sebagai “sumber gaya hidup” dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil menumbangkan teori generatio spontanea

c. Kehidupan  tidak berasal-usul (keadaan mantap)

d. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan).

e. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)

  • Evolusi Kimia

Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.

Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai “halilintar” agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

  • Evolusi Biologi

Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan “soppurba” tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai “selaput sel primitif” yang memberi stabilitas pada koaservat.

Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan “organisme heterotrofik” yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari “sop purba” yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia.

 2.  Petunjuk-petunjuk adanya evolusi

a. Anatomi   Perbandingan

Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada pelbagai  binatang            dapat                dibedakan       mejadi          dua,   yaitu:

   a.Homologi

Alat tubuh yang mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsinya berbeda namun mempunyai       bentuk            dasar sama.

   b.Analogi 

Alat-alat tubuh yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda namun karena perkembangan evolusi yang konvergen alat-alat tersebut mempunyai fungsi yang sama.

b. Embriologi   Perbandingan

Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio berawal dari zygote,blastula, gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh.

Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi.

Contoh: adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.

 

c. Perbandingan    Fisiologi

• kemiripan dalam kegiatan pernafasan.

• pembentukan ATP dan penggunaannya dalam pelbagai proses kehidupan adalah serupa pada hampir semua organisme.

 

d. Petunjuk-petunjuk Secara Biokimia

Digunakan uji presipitin yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi. Banyaknya endapan yang terjadi sebagai akibat reaksi tersebut digunakan untuk menentukan jauh-dekatnya hubungan antara organisme yang satu dengan yang lainnya.

e. Petunjuk-petunjuk peristiwa domestikasi

Mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi. Contoh: penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda.

f. Petunjuk-petunjuk dari alat tubuh yang tersisa

        Alat-alat yang tersisa dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi, alat-alat ini sudah tidak berguna namun ternyata masih dijumpai.Contoh:

Pada  manusia:
• selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
• tulang ekor
• gigi taring yang runcing

g.   Petunjuk-petunjuk paleontology

 

Telah diketahui bahwa fosil dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi.

Contoh : Urutan fosil kuda: dari Eohippus (kuda zaman Eosin) - Mesohippus -  Merychippus - Pliohippus - Equas  (kuda zaman sekarang).

 

3.    Proses Evolusi

                Proses evolusi menurut Teilhard de Chardin dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu:

a. Tahap Geosfer

Tahap ini adalah tahap pra-hidup, tahap perubahan yang terutama
menyangkut perubahan tata surya.

b. Tahap biosfer

Tahap biosfer yang dimasalahkan adalah “loncatan” munculnya manusia.

c. Tahap nesosfer

Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk, hidup dalam hal ini
manusia adalah terjadinya evolusi mengenai kesadaran batinnya yang
semakin       mantap.

   

4.      Penetapan Umur Fosil
• Cara tidak langsung:dilakukan dengan mengukur umur lapisan bumi tempat fosil ditemukan. 

• Cara langsung    dengan    mengukur umur fosil itu sendiri.

Beberapa contoh penetapan umur fosil:
a.Berdasarkan   peristiwa laju     erosi
b.Berdasarkan   peristiwa laju     sedimentasi
c.Kandungan  garam
d.Penentuan umur dengan zat radioaktif


C.      Studi Evolusi Manusia

  1. Spesiasi

Spesiasi adalah proses pembentukan spesies baru. Spesies adalah sekelompok individu dalam suatu populasi yang jika mengadakan perkawinan akan menghasilkan keturunan yang fertile (subur).

Mekanisme isolasi merupakan suatu proses terbentuknya individu baru dengan penghalang-penghalang yang berupa pegunungan tinggi, habitat yang berbeda, atau pemasakan sel kelamin yang tidak sama. Penghalang tersebut sering disebut sawar.

            Macam-macam mekanisme isolasi meliputi:

a. Isolasi menengah terjadinya perkawinan

Isolasi ini terdiri atas isolasi ekogeografi, isolasi habitat, isolasi iklim/musim, isolasi perilaku, dan isolasi mekanik.

b. Isolasi menengah terbentuknya hibrida

Isolasi ini terdiri atas isolasi gamet, isolasi perkembangan, dan ketidakmampuan hidup suatu hibrida.

c. Isolasi yang mencegah terbentuknya hibrida

Isolasi ini terdiri atas kemandulan hibrida dan eliminasi hibrida karena seleksi.

Faktor yang mempengaruhi terbentuknya species baru disebabkan oleh 3 hal utama yaitu:

a. Isolasi Geografis

Terjadinya species baru disebabkan karena karena dua populasi yang berasal dari satu species yang sama terisolir oleh faktor-faktor geografis (samudra, gunung) sehingga menghambat terjadinya interhibridisasi antara individu-individu dalam satu populasi. Hal ini lebih dikenal dengan istilah isolasi reproduksi.

b. Isolasi reproduksi

Dua populasi yang berbeda menghuni tempat yang sama dinamakan populasi simpatrik. Faktor yang menghambat atau menghalangi terjadinya interhibridisasi antara populasi simpatriks disebut sebagai isolasi reproduksi.

Isolasi reproduksi disebabkan karena faktor-faktor berikut:

1)      Isolasi ekologi

Terjadi apabila dua species simpatrik (habitat sama) tidak dapat melakukan interhibridisasi karena kondisi habitat yang berbeda.

2)      Isolasi musim

Terjadi apabila dua species simpatrik tidak dapat melakukan interhibridisasi karena masing-masing species mempunyai masa pemakasan kelamin yang berbeda.

Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya terdapat di beberapa tempat di California dan tergolong simpatrik. Kedua jenis Pinus tersebut dapat disilangkan tetapi perkawinan silang ini boleh dikatakan tidak pernah terjadi di alam. Hal ini disebabkan karena perbedaan masa berbunga Pinus radiata terjadi pada awal Februari sedang Pinus muricata pada bulan April. Berikut ini adalah contoh empat jenis katak yang tergolong pada genus Rana. Meskipun hidup di daerah yang sama tetapi tidak terjadi persilangan, karena perbedaan masa aktif perkawinan.

3)      Isolasi tingkah laku

Terjadi apabila dua species simpatrik tidak dapat melakukan interhibridisasi karena pola tingkah kawinnya berbeda.

4)      Isolasi mekanik

Terjadi apabila dua species simpatrik tidak dapat melakukan interhibridisasi karena bentuk morfologi alat kelamin yang berlainan.

Yang dimaksud dengan isolasi mekanik adalah hal yang menyangkut  struktur  yang berkaitan dengan peristiwa perkawinan itu sendiri. Misal bila hewan jantan dari suatu spesies jauh lebih besar ukurannya daripada jenis betina.

Atau jika alat kelamin yang jantan mempunyai bentuk yang sedemikian rupa sehingga tidak dapat cocok dengan alat kelamin yang betina. Pada beberapa makhluk bentuk alat kelamin itu sedemikian rupa hingga dalam hal ini berlaku apa yang disebut sistem "lock and key" (kunci dan gembok), tetapi pada kebanyakan makhluk tidaklah demikian.

Pada hewan kaki sejuta yang termasuk genus Brochoria dijumpai bahwa bentuk alat kelamin pada yang jantan berbeda-beda hingga sering digunakan sebagai titik tolak untuk klasifikasi, tetapi pada yang betina bentuknya serupa.

Isolasi mekanik semacam ini pada tumbuhan ternyata lebih berpengaruh dibanding dengan pada hewan, terutama yang berkaitan dengan hewan penyebar serbuk sari. Seperti disinggung di muka tentang adaptasi maka ada kekhususan bentuk bunga dalam hubungannya dengan hewan penyebar serbuk sari.

5)      Isolasi gamet

Terjadi apabila dua species simpatrik tidak dapat melakukan interhibridisasi karena sel-sel kelamin jantannya tidak mempunyai viabilitas dalam saluran reproduksi betina

Sebagaimana diketahui peristiwa penyerbukan tidak tentu mengakibatkan peristiwa fertilisasi. Pada percobaan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana, dengan inseminasi buatan maka sperma dari jenis jantan tidak dapat mencapai sel telur karena tidak dapat bergerak sebagai akibai adanya cairan penghambat dalarn saluran reproduksi. Pada spesies Drosophila lain mekanismenya berbeda; pada waktu sperma masuk dalam saluran reproduksi, saluran tersebut membengkak hingga sperma-sperma tersebut mati. Peristiwa isolasi garnet juga dijumpai pada tanaman tembakau dalam hal ini meskipun serbuk sari sudah diletakkan pada stigma tetapi tidak terjadi fertilisasi karena inti dari serbuk sari tersebut tidak dapat mencapai inti telur dalam ovula.

6)      Terbentuknya bastar mandul

Terbentuknya bastar mandul apabila dua species simpatrik menghasilkan keturunan (bastar) yang mandul atau dapat menghasilkan keturunan.

Hasil perkawinan antara kambing dan biri-biri, berupa keturunan yang steril (mandul). Peristiwa lebih lanjut lagi dapat terjadi, bahwa hibrida yang terbentuk dapat hidup dengan normal ternyata steril. Contoh lain kita jumpai pada perkawinan silangan kuda dan keledai. Keturunannya selalu steril karena sesungguh tidak terjadi pertukaran gen

7)      Terbentuknya bastar mati bujang

Terjadi apabila dua species simpatrik menghasilkan bastar yang mati secara prematur

  1. Evolusi manusia

Proses evolusi dapat berlangsung karena adanya kemampuan mengarahkan dan menguasai beberapa faktor alam. Proses evolusi manusia terdiri atas radiasi primata, radiasi hominoid, garis sebelum manusia (pra-manusia), dan garis manusia masa kini (manusia modern).

  1. Kecenderungan baru teori evolusi

Bukti-bukti yang menunjukkan kelemahan teori evolusi Darwin meliputi:

a. Organ peninggalan

Menurut S.R. Scadding dan R.W. Wiedersheim organ peninggalan tidak memberikan bukti khusus bagi teori evolusi.

b. Variasi dan spesies

Para ahli menyatakan bahwa variasi bukan bukti evolusi tetapi variasi merupakan hasil aneka kombinasi informasi genetik yang sudah ada dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetika. Variasi selalu terjadi dalam batasan informasi genetic yang ada yang disebut palung gen (gene pool).

c. Fosil

Carl O. Dunbar menumbangkan teori yang menyatakan bahwa Archaeopteryx keturunan dari reptil yang berdarah dingin (poikiloterm). Archaeopteryx keturunan dari bangsa burung yang berdarah panas (homoioterm).

  1. Mutasi

Mutasi adalah perubahan gen dari bentuk aslinya ——> individu yang mengalami mutasi disebut mutan.

a.   Jenis-Jenis Mutasi

  • Mutasi Kromosom

Yaitu perubahan susunan atau jumlah dari kromosom yang menyebabkan perubahan sifat individu atau disebut aberasi.

  • Mutasi Gen

Yaitu perubahan gen dalam kromosom (letak dan sifat) yang menyebab-kan perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya.

Sarjana yang mempelajari mutasi adalah Herman Muller (murid Morgan).
Mutasi pada tumbuhan dipelajari oleh Hugo De Vries.

b.   Sebab-Sebab Mutasi

  • Mutasi Alam

Misalnya disebabkan sinar kosmis, radioaktif alam yang umumnya bersifat resesif dan merugikan.

  • Mutasi Buatan

Misalnya dengan sinar X.

Seperti diketahui kromosom ada dua jenis yaitu autosom dan gonosom, jadi penyakit genetik pada manusia juga ada dua sebab yaitu :

- Disebabkan oleh kelainan autosom.

- Disebabkan oleh kelainan gonosom.

Determinasi seks pada manusia juga ditentukan oleh kromosom X dan Y. Karena jumlah kromosom manusia adalah khas yaitu 46 buah (23 pasang) yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang gonosom, maka formula kromosom manusia adalah

- Untuk laki-laki adalah 46, XY atau dapat ditulis juga 44 + XY.

- Untuk wanita adalah 46, XX atau dapat ditulis juga 44 + XX.

Rasio untuk dapat memperoleh anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama yaitu 50% atau (0,5).

Penyakit genetik yang disebabkan autosom pada manusia biasanya "bersifat resesif" artinya dalam keadaan homozigot resesif baru menampakkan penyakit misalnya :

- Albinisma,

- Polidaktili,

- Gangguan mental,

- Diabetes mellitus,

- dsb.

Ada pula penyakit yang disebabkan karena mutasi autosom, misalnya:

- sindroma down (mongolid syndrome = trisomi 21) -.——> + autosom no.21

- sindroma paatau (trisomi 13) ——> + autosom no.13

- sindroma edwards (trisomi18) ——> +autosom no.18

- sindroma "cri-du-chat" ——> delesi no. 5

Penyakit genetik yang disebatkan gonosom :

-             Kelainan formula kromosom (disebabkan peristiwa non-disjunction). misalnya: ,

a. SINDROMA TURNER (45,XO).

b. SINDROMA KLINEFELTER (47,XXY; 48,XXXY).

c. SINDROMA SUPERFEMALE/TRIPPLE-X atau TRISOMI X (47,XXX)

d. SUPERMALE (47,XYY).

- Karena pautan seks (Sex linkage)

a. TERPAUT KROMOSOM X (resesif) yaitu buta warna (hijau dan merah) dan Hemofilia ——> pada laki-laki bersifat "ALL OR NONE".

b. TERPAUT KROMOSOM Y (resesif hanya pada laki-laki) misalnya "Hairy-Pina" (hipertrikosis).

 

 

Refleksi diri

Dengan mempelajari dan mengerjakan soal-soal mengenai evolusi, pengethauan kamu tentu akan bertambah. Untuk lebih memperkaya pengetahuan, cobalah kamu cari referensi dari sumber lain yang dapat menambah informasi mengenai evolusi. Apabila masih ada yang belum jelas, diskusikanlah dengan teman atau gurumu.

 

Pernak-Pernik

SRAGEN, KOMPAS.comEnam fragmen gading Stegodon trigonocephalus atau gajah purba ditemukan di lereng tebing di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (15/1/2010). Panjang gading itu 2,5 meter dan diperkirakan berumur 700.000 tahun. Gading itu diperkirakan dari gajah yang panjang tubuhnya sekitar 11 meter dan tingginya 6 meter. Gading ini ditemukan di lapisan Kabuh pukul 06.00 oleh seorang warga bernama Asmorejo yang langsung melaporkan temuannya kepada kepala dusun setempat.

Sumber: kompas.com Senin, 18 Januari 2010 | 07:42 WIB

 

Soal