Semester 2 Bab 2-Menghadapi Bencana Alam

BAB 2 MENGHADAPI BENCANA ALAM

Standar Kompetensi :

2. Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya.

Kompetensi Dasar :

2.2 Mengenal cara-cara menghadapi bencana alam.

Indikator : Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

1. mengidentifikasi gejala alam dari berbagai media

2. Menjelaskan letak pada peta/atlas/globe tentang gejala alam mutakhir

3. Menjelaskan tindakan pencegahan yang dilakukan untuk menghadapi peristiwa alam

4. Menjelaskan tindakan penanggulangan yang dilakukan untuk menghadapi peristiwa alam

 

PEMAHAMAN MATERI

Bencana alam adalah sesuatu yang tidak kita harapkan kehadirannya. Namun peristiwa ini sering terjadi. Bermacam-macam bencana alam seperti: banjir, tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan (yang tidak dilakukan manusia), gunung meletus, gempa bumi,sering melanda bumi ini.

Secara garis besar, terjadinya bencana alam dapat disebabkan oleh faktor-faktor alam dan perbuatan manusia. Bencana alam murni penyebab utamanya adalah alam itu sendiri. Contoh bencana alam murni adalah gempa bumi, tsunami, badai atau letusan gunung berapi. Bencana-bencana tersebut bukan disebabkan oleh ulah negatif manusia.

Bencana alam yang terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti bencana ini dibuat oleh manusia tetapi akibat dari ulah manusia atau dipicu dari perbuatan manusia, seperti penebangan hutan secara liar, penambangan liar, pengambilan air tanah secara berlebihan dan lain-lain. Perbuatanperbuatan tersebut lambat laun akan menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau erosi tanah.

Kita semua perlu menyadari bahwa alam Indonesia rawan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Langkah ini disesuaikan dengan karakter bencana.

1. Banjir

Beberapa langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengantisipasi bencana banjir sebagai berikut.

a. Pemerintah telah membuat peta daerah-daerah yang rawan bencana banjir. Diharapkan masyarakat mengetahui dan memahaminya agar waspada.

b. Pemerintah mengadakan sosialisasi tentang segala hal mengenai bencana banjir. Dengan cara melalui penyuluhan, pelatihan penanggulangan, atau menyebar selebaran.

c. Pemerintah menggalakkan program penghijauan di wilayah hulu atau pegunungan. Hal ini untuk mengurangi terjadinya bencana banjir bandang.

d. Pemerintah telah menyiapkan posko bencana banjir dari pusat hingga tingkat RT/RW. Kekompakan seluruh warga juga memudahkan penanganan apabila terjadi bencana.

 

Langkah dari pemerintah tidak ada artinya bila tidak diimbangi tindakan antisipasi dari

masyarakat. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh masyarakat:

a. Membiasakan hidup bersih dan sehat. Buanglah sampah pada tempatnya. Perilaku membuang sampah di sungai harus dihentikan karena bisa menyebabkan banjir.

b. Tidak membangun rumah di bantaran sungai. Masyarakat justru harus membersihkan sungai secara teratur.

c. Meletakkan dokumen penting secara benar. Sewaktu-waktu terjadi banjir harus diselamatkan.

Gambar : Pemerintah selalu mensosialisasikan antisipasi bencana banjir melalui berbagai cara. Salah satunya melalui pamflet

 

2. Tanah Longsor

Tanah longsor adalah gerakan tanah dan bebatuan pada lereng sebuah gunung. . Tanah longsor sendiri merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor. Secara garis besar faktor penyebab tanah longsor sebagai berikut.

a. Faktor Alam

1) Kondisi geologi antara lain batuan lapuk, kemiringan lapisan tanah, gempa, dan letusan gunungapi.

2) Iklim, yaitu pada saat curah hujan tinggi.

3) Keadaan topografi, yaltu lereng yang curam.

b. Faktor Manusia

1) Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.

2) Penimbunan tanah di daerah lereng.

3) Penebangan hutan secara liar di daerah lereng.

4) Budi daya kolam ikan di daerah lereng.

5) Sistem drainaaon pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah.

Upaya untuk menekan bahaya tanah longsor dapat dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap preventif, tahap bencana, dan tahap pasca bencana.

a. Tahap Awal atau Preventif

Tahap preventif dilakukan sebelum terjadi peristiwa tanah longsor. Tahap ini merupakan tahap awal untuk mengantisipasi bencana tanah longsor. Hal-hal yang dilakukan pada tahap preventif antara lain sebagai berikut.

1) Melakukan pemetaan daerah-daerah rowan longsor.

2) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan bencana alam.

3) Pemantauan daerah rowan longsor.

4) Melakukan penghijauan pada daerah yang memiliki kemiringan lereng curam.

5) Menyebarkan informasi melalui berbagai media tentang bencana gerakan tanah.

 

b Tahap Bencana

Pada saat terjadi bencana tanah longsor ada beberapa hal yang harus dilakukan. Upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut.

1) Membantu menyelamatkan warga yang tertimpa musibah dan memberikan bantuan.

2) Melakukan evakuasi korban ke tempat yang lebih aman.

3) Mendirikan dapur umum, pos-pos kesehatan, dan penyediaan air bersih untuk melayani para korban bencana.

4) Pembentukan pusat pengendalian atau crisis center untuk mengkoordinasikan berbagai tindakan yang diperlukan.

5) Melakukan evaluasi, konsultasi, dan penyuluhan.

c. Tahap Pascabencana

Setelah terjadi bencana, banyak hal yang harus dilakukan. Beberapa hal yang dilakukan setelah terjadi bencana tanah longsor sebagai berikut.

1) Menjaga hutan lindung don mengembalikan fungsinya seperti semula.

2) Menyediakan lahan yang aman untuk merelokasi penduduk yang tinggal di daerah bencana.

3) Melakukan normalisasi daerah penyebab bencana.

4) Memperbaiki sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat yang terkena bencana secara permanen.

5) Melakukan kerja sama dengan daerah lain dalam penanggulangan bencana.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan.

a. Menjaga kelestarian lingkungan pegunungan. Misalnya dengan membuat terasering, menghijaukan bukit, dan memelihara saluran drainase.

b. Masyarakat harus sadar untuk tidak membangun rumah secara sembarangan di perbukitan. Pembangunan rumah akan menyebabkan bukit kelebihan beban.

c. Masyarakat harus menghentikan penambangan liar di kaki bukit. Penambangan akan berakibat fatal bagi masyarakat umum.

3. Letusan Gunung

Meletusnya sebuah gunung sebetulnya hal yang biasa terjadi. Namun, dampak letusannya tetap membahayakan masyarakat di sekitar gunung berapi. Kita harus mewaspadainya.

a. Tanda Tanda Gunung akan Meletus

Berikut ini tanda-tanda gunungapi akan meletus.

1) Temperatur sekitar kawah naik

Naiknya temperatur di sekitar kawah terjadi karena naiknya berbagai jenis material gunungapi ke puncak gunung dan siap keluar apabila terjadi letusan. Material-material tersebut mempunyai suhu yang panas sehingga naiknya suhu di sekitar kawah dapat menjadi tanda gunungapi akan meletus.

2) Banyak sumber air mengering

Mengeringnya sumber air sebagai tanda gunungapi akan meletus, disebabkan naiknya suhu di sekitar gunung tersebut. Suhu yang tinggi menyebabkan sumber-sumber air mengalami penguapan berlebih sehingga mengering.

3) Sering terjadi gempa

Gempa sering menandai akan terjadinya letusan gunungapi. Gempa ini terjadi karena meningkatnya aktivitas di dalam gunung. Aktivitas tersebut seperti naiknya magma dalam perut bumi, hingga terkadang magma pijar keluar dari kawah gunungapi.

 

 

4) Sering terjadi suara gemuruh di puncak gunung

Proses naiknya magma ke permukaan bumi akan menimbulkan suara bergemuruh yang disertai dengan letusan atau erupsi gunungapi.

5) Banyak binatang yang turun gunung atau berpindah

Hal ini terjadi karena kenaikan temperatur di sekitar kawah menimbulkan banyak sumber air yang mengering. Keadaan ini mendorong banyak binatang turun gunung mencari kebutuhannya untuk bertahan hidup.

b. Sebelum Letusan

Letusan gunung api dapat terjadi sewaktu-waktu. Kamu telah mengetahui tandatanda gunungapi yang akan meletus.

Tindakan yang dapat dilakukan sebelum gunungapi meletus sebagai berikut.

1) Mengumpulkan informasi tentang bahaya yang menyertai letusan gunungapi. Bahaya yang menyertai letusan gunungapi adalah lahar don banjir bandang, longsor dan hujan batu, gempa, hujan abu, serta hujan asam. Letusan gunungapi di dasar samudra dapat memicu terjadinya tsunami.

2) Melakukan rencana evakuasi.

Apabila kamu tinggal di daerah rawan bencana, kamu harus mengetahui rute mana yang aman dilalui. Mengusahakan agar semua anggota berkumpul menjadi satu. Melakukan kontak dengan anggota keluarga lain yang berada di daerah lain.

3) Mempersiapkan perlengkapan darurat.

Perlengkapan darurat yang dibutuhkan antara lain batere, obatobatan, makanan, minuman, sepatu, kacamata, dan masker. Persediaan tersebut diperlukan apabila setiap saat terjadi letusan.

c. Pada Saat Letusan

Pada saat terjadi letusan gunungapi biasanya kita akan panik. Kita tidak boleh panik. Beberapa hal yang dapat dilakukan saat terjadi letusan gunung. api sebagai berikut.

1) Mengikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh pihak berwenang.

2) Apabila terjebak dalam ruangan atau rumah yang kamu lakukan sebagai berikut.

a) Menutup seluruh jendela, pintu, dan lubang keran.

b) Memasukkan seluruh mesin ke dalam garasi atau ruang tertutup.

c) Menyelamatkan binatang ternak ke dalam ruang yang terlindung.

3) Apabila berada pada ruang terbuka yang kamu lakukan sebagai berikut.

a) Mencari ruang untuk perlindungan.

b) Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola.

c) Menghindari daerah-daerah dekat aliran lahar. Mencari tempat yang lebih tinggi.

d) Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang.

e) Gunakan kacamata untuk melindungi mata.

f) Gunakan masker atau sapu tangan untuk melindungi pernapasan.

d. Pascaletusan

1) Menghindari daerah-daerah zona hujan abu.

2) Tinggal dalam rumah.

3) Memberikan pertolongan pada orang lain.

Tingkat Isyarat Gunungapi di Indonesia

a. Normal

Ciri-cirinya:

-Tidak ada gejala aktivitas magma.

-Level aktivitas datar.

b. Waspada

Ciri-cirinya:

-Ada aktivitas walaupun sangat kecil bentuknya.

-Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal.

-Peningkatan aktivitas seisme don vulkanis lainnya.

-Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal.

c. Siaga

Ciri-cirinya:

-Menandakan gunung api yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana.

-Peningkatan intensif kegiatan seismik.

-Semua data menunjukkan bahwa aktivitas data segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang menimbulkan bencana.

-Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu dua minggu.

d. Awas

Ciri-cirinya:

-Menandakan gunungapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana.

-Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap.

-Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam.

4. Gempa Bumi

Untuk mengantisipasi bencana gempa ada beberapa langkah yang harus diketahui dan dilakukan masyarakat:

a. Membuat rumah atau bangunan yang sesuai dengan standar. Bangunan harus dibuat tahan terhadap getaran atau tahan gempa.

b. Mengikuti penyuluhan tentang bencana alam yang diadakan pemerintah atau lembaga terkait. Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kita.

c. Mempersiapkan anggota keluarga untuk menghadapi keadaan darurat. Caranya dengan mencoba beberapa cara penyelamatan. Siapkan perbekalan pengungsian, kenali tanda-tanda peristiwa, patuhi setiap ketentuan saat terjadi gempa, dan pastikan keberadaan anggota keluarga.

Gambar : Masyarakat berlari keluar saat terjadi gempa bumi

d. Membentuk kelompok-kelompok siaga di masyarakat. Antar kelompok harus selalu terjalin komunikasi.

Untuk mengantisipasi bencana gempa, pemerintah telah melakukan beberapa langkah sebagai berikut.

1) Pemerintah telah membuat peta rawan bencana gempa. Apabila kamu berada di daerah rawan gempa, kamu harus mempelajarinya.

2) Pemerintah mengadakan pendidikan, penyuluhan, clan pelatihan tentang bencana alam. Hal ini penting untuk menyiapkan kewaspadaan masyarakat di daerah rawan bencana.

3) Pemerintah telah membuat sebuah lembaga yang khusus menangani bencana. Lembaga tersebut adalah Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam. Informasi tentang bencana bisa didapatkan dari lembaga ini.

4) Pemerintah telah membuat posko, membangun beragam fasilitas, dan menyiapkan sukarelawan. Masyarakat harus mengetahuinya secara pasti letak dan fungsinya.

 

Saat bencana gempa berlangsung, carilah posisi yang bisa menyelamatkan diri dimanapun kita berada.

1) Di dalam Rumah

Saat gempa, akan terjadi guncangan beberapa saat. Selama jangka waktu itu, kamu harus mengupayakan keselamatan dirimu dan keluargamu. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda. Jika tidak ada meja, lindungi kepalamu dengan bantal. Jika sedang menyalakan kompor, matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

2) Di Luar Rumah

Lindungi kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas, atau apa pun yang kamu bawa.

3) Di Mall Bioskop dan Lantai Dasar Mal

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.

4) Dalam Lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa atau kebakaran. Jika kamu merasakan getaran gempa saat berada di dalam lift, tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika kamu terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

5) Dalam Kereta Api

Berpeganglah erat pada tiang sehingga kamu tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

6) Di dalam Mobil

Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil ke kiri jalan dan berhentilah. Jika harus mengungsi, keluarlah dari mobil, biarkan mobil tidak terkunci. Hindari gedung bertingkat, menara, maupun tiang.

7) Di Gunung atau Pantai

Di pesisir pantai, bahaya bisa datang dari tsunami. Jika kamu merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

5. Kebakaran Hutan

Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kebakaran hutan:

a. Pemerintah bekerja sama dengan PBB dan negara lain untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Penyelamatan hutan memang menjadi agenda bersama negara-negara di dunia. Hal ini disebabkan meningkatnya pemanasan global (global warming).

b. Pemerintah melarang dan menerapkan sanksi yang keras bagi pelaku illegal logging. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat sadar terhadap bahaya yang akan muncul.

c. Pemerintah melarang pembukaan hutan secara membabi buta tanpa memerhatikan aspek kelestarian lingkungan.

d. Pemerintah memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap masyarakat di sekitar hutan tentang pentingnya kelestarian hutan. Hal ini penting mengingat penduduk di sekitar hutan sering membuka hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka biasa menerapkan ladang berpindah untuk mata pencahariannya.

6. Topan/Puting Beliung

Ciri khas angin ini adalah terjadinya pusaran angin secara mendadak dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Angin ini disebabkan adanya perbedaan tekanan cuaca. Bentuk angin ini seperti cerobong raksasa dengan daya hancur yang luar biasa.

Dampak angin puting beliung bisa merusakkan apa pun yang dilalui. Untuk mengantisipasi bencana angin puting beliung, pemerintah melakukan hal-hal berikut:

a. Pemerintah secara berkala telah membuat prakiraan cuaca. Di dalamnya diberitakan kemungkinan datangnya badai atau angin topan. Ini penting untuk diketahui dan disadari masyarakat.

b. Pemerintah menggunakan satelit atau radar untuk memantau arah angin. Hal ini selalu dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan.

c. Pemerintah mengadakan penyuluhan dan pelatihan untuk mengurangi dampak bencana angin topan atau puting beliung.

7. Tsunami

a. Saat Tsunami Datang

Berikut ini tips yang dapat membantumu menyelamatkan diri dari amukan tsunami.

1) Tetap tenang dan jangan panik.

2) Jangan sekali-kali menjadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang berbahaya. Segeralah menjauh dari laut.

3) Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi. Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang di sekitar turut serta. Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut.

4) Apabila kamu sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuatkuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat.

5) Apabila situasi memungkinkan, segeralah pergi ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan.

6) Apabila situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja, gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai III).

7) Jika situasi memungkinkan, kenakan jaket hujan atau pelampung. Pastikan tanganmu bebas dan tidak membawa apa-apa

b. Mengantisipasi Ancaman Tsunami

Berikut langkah yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi tsunami:

a. Pemerintah telah membangun Taman Edukasi Tsunami di Aceh pada tahun 2008. Di dalam taman edukasi ini terdapat simulator tsunami yang akan mendemonstrasikan tahapan terjadinya tsunami. Tujuan pembangunan taman ini adalah untuk sarana pembelajaran.

b. Pemerintah melakukan penyuluhan terhadap masyarakat di pesisir pantai.

c. Pemerintah membangun tembok penahan gelombang tsunami. Pemerintah juga menggalakkan penanaman mangrove untuk menjaga air pasang.

d. Pemerintah membangun tempat-tempat evakuasi, lengkap dengan sarana dan prasarananya.

Gambar : Kepanikan warga Aceh saat terjadi tsunami 

Soal