Semester 2 Bab 1-Gejala Alam Yang Terjadi Di Indonesia Dan Negara Tetangga

BAB 1 GEJALA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA DAN NEGARA TETANGGA

Standar Kompetensi :

2. Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya.

Kompetensi Dasar :

2.1 Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga.

Indikator : Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

1. mengidentifikasi gejala alam yang terjpdi di Indonesia; dan

2. menjelaskan penyebab terjadinya peristiwaperistiwa yang terjadi di Indonesia

3. Membandingkan ciri-ciri gejala alam di Indonesia dan negara-negara tetangga

4. Menjelaskan perubahan terjadinya peristiwa-peristiwa alam

 

PEMAHAMAN MATERI

Peristiwa alam adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan. Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan. Peristiwa alam disebut juga gejala alam.

Berbagai gejala alam yang merugikan manusia sering kita lihat melalui televisi maupun media cetak. Bencana alam seperti banjir, kekeringan, gempa, gunung meletus, tanah longsor, tsunami, badai,dan kebakaran hutan seolah terjadi silih berganti. Fenomena tersebut tidak hanyaterjadi di Indonesia, tetapi juga di negaranegara tetangga Indonesia.

Pada akhir bulan September 2009, Filipina di hantam badai Ketsana. Setelah lebih dari sepekan didera badai Ketsana, selanjutnya penduduk di wilayah utara Filipina disengsarakan akibat banjir bandang setelah diterjang badai Parma. Selain mengakibatkan banjir bandang, badai ini juga memicu terjadinya tanah longsor terburuk di Filipina. Badai Ketsana dan Parma juga menerjang negara Vietnam, Kampuchea, dan Laos. Selain peristiwa alam tersebut, masih banyak peristiwa alam yang terjadi di negara tetangga.

I. Gejala Alam di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia dan negara sekitarnya sering terjadi peristiwa atau gejala alam yang hampir sama. Peristiwa atau gejala alam adalah suatu keadaan yang ditimbulkan oleh alam. Selain itu, ada pula peristiwa alam yang ditimbulkan oleh manusia.

Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan. Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan. Contoh peristiwa alam yang membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi, angin topan,dan tanah longsor. Peristiwa alam yang tidak membahayakan misalnya pergantian musim, terbentuknya embun, dan pelangi.

Gambar : Gunung meletus 

A. Peristiwa Alam yang Tidak Merugikan Manusia

1. Iklim dan Perubahannya

Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang sangat luas dan dalam jangka waktu lama. Cuaca adalah keadaan rata-rata udara dalam wilayah yang sempit dan dalam waktu yang tidak lama. Keadaan iklim di suatu wilayah ditentukan berdasarkan letak lintangnya. Indonesia memiliki iklim tropis. Hal ini mengakibatkan wilayah Indonesia memiliki curah hujan tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun.

Pada bulan Oktober hingga Maret. Musim hujan di Indonesia disebabkan oleh pergerakan angin muson barat. Angin ini bergerak dari Benua Asia menuju Benua Australia melalui Samudra Pasifik. Angin ini bersifat lembap karena membawa banyak uap air dari Samudra Pasifik sehingga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Indonesia.

Sementara itu, musim kemarau di Indonesia umumnya berlangsung pada bulan April sampai September. Pada bulan ini kedudukan matahari lebih banyak berada di belahan bumi utara (Benua Asia) sehingga kawasan Benua Asia mengalami pemanasan yang maksimal. Hal ini menyebabkan kawasan Benua Asia memiliki tekanan udara minimum. Sementara belahan bumi selatan (Benua Australia) yang mendapat panas matahari sedikit memiliki tekanan udara maksimum. Akibatnya, angin bertiup dari BenuaAustralia menuju Benua Asia. Angin ini disebut angin muson tenggara. Angin ini hanya melewati perairan yang sempit sehingga bersifat kering karena hanya membawa sedikit uap air. Akibatnya, wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

b. Terbentuknya Embun

Terbentuknya embun merupakan bagian dari peristiwa alam. Embun terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin. Kelebihan uap air berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah. Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembapan tinggi.

c. Terbentuknya Pelangi

Fenomena alam ini biasanya muncul setelah terjadi hujan. Apabila dilihat dari segi ilmu, pembentukan pelangi sangat sederhana. Pelangi hanya merupakan pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan cahaya akan berubah arah. Tetesan air hujan dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya sehingga terbentuk pelangi.

Gambar : Pelangi

 

B. Peristiwa Alam yang Merugikan Manusia

1. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu artinya pelabuhan, nami artinya gelombang. Tsunami secara harfiah adalah gelombang besar di pelabuhan. Adapun makna luasnya adalah gelombang besar yang menghempaskan seluruh benda yang berada di pinggir pantai.

Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa yang terjadi di dasar laut. Pada umumnya tsunami disebabkan oleh gempa dangkal pada kedalaman kurang dari 6 km dengan kekuatan di atas 6 skala Richter. Tsunami yang terbesar terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya. Tsunami ini mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal dunia dan kehilangan harta benda yang tiada terkira.

Tsunami berbentuk gelombang air sangat besar yang dipicu oleh macammacam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, tetapi begitu mencapai wilayah dangkal, gelombang yang bergerak cepat ini akan semakin membesar. Oleh karena terletak di jalur pertemuan lempeng tektonik, wilayah Indonesia rowan terjadi tsunami. Wilayah yang sering dilanda tsunami terutama wilayah di pesisiryang dekat dengan perbatasan lempeng tektonik. Melihat kenyataan tersebut, kita yang berada di Indonesia patut selalu waspada. Berdasarkan katalog gempa (1629-2006) di Indonesia pernah terjadi sebanyak 111 kali tsunami yang cukup besar, yaitu 1 kali akibat longsoran, 9 kali akibat gunungapi, dan 100 kali akibat gempa tektonik.

Untuk mendeteksi dini adanya tsunami para ahli membuat alat yang disebut tsunameter. Alat ini mengirimkan sinyal ke pelampung di atas permukaan samudera. Pelampung akan mengubah sinyal menjadi gelombang radio dan mengirimkannya ke satelit di orbit bumi. Setelah mendapat sinyal dari satelit, alarm di stasiun peringatan akan berbunyi.

Gambar : Kerusakan akibat tsunami

Berikut ini data tsunami besar yang pernah melanda wilayah Indonesia.

 

Bila ada tanda-tanda akan terjadi tsunami, kita harus secepat mungkin menjauhi pantai. Jika ada, carilah daratan yang paling tinggi. Perlu diingat, gelombang tsunami datang beberapa kali, dengan selang waktu 5 s.d. 40 menit. Setelah situasi benar-benar aman, barulah kita boleh kembali ke tempat tinggal kita.

 

2. Gempa

Gempa adalah getaran atau guncongan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan karena terletak pada lingkaran api. Lingkaran api merupakan sebuah zona di sepanjang tepian Samudra Pasifik. Pada zona tersebut terdapat banyak gunungapi dan sering terjadi gempa.

Titik potensial gempa di Indonesia terdapat di bagian barat Sumatra, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, sebagian Maluku, utara Papua, dan Sulawesi bagian utara. Untuk gempa yang terjadi di wilayah barat Sumatra, selatan Jawa, hingga selatan Nusa Tenggara banyak disebabkan oleh pergerakan lempeng IndoAustralia ke utara yang menumbuk lempeng Eurasia. Sementara itu, gempa di sebagian Maluku, utara Papua, dan Sulawesi bagian utara disebabkan oleh pertemuan lempeng IndoAustralia dan lempeng Pasifik.

Getaran yang diakibatkan oleh gempa berbeda-beda. Semakin besar kekuatan gempa maka semakin besar getarannya sehingga kerusakan yang ditimbulkannya juga semakin besar. Alat yang digunakan untuk mengukur besar kekuatan gempa disebut seismograf. Skala kekuatan gempa yang sering digunakan adalah skala Richter dengan radius angka 1 hingga 9. Semakin besar angka menunjukkan semakin besar kekuatan gempa.

Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:

1) Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi.

2) Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api.

3) Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah

Berdasarkan catatan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, ada beberapa wilayah Indonesia yang rawan gempa.

Berikut ini Tabel Daftar Gempa Bumi Besar di Indonesia.

 

 

 Berikut ini adalah istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa:

1. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa

2. Seismograf adalah alat pencatat kekuatan gempa

3. Seismogram adalah gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf dalam bentuk garis patah-patah.

4. Episentral adalah daerah yang terletak di dalam pleistoseista

5. Isoseista adalah garis yang menghubungkan daerah yang memiliki intensitas getaran yang sama

6. Episentrum adalah daerah permukaan bumi yang menjadi pusat getaran gempa.

7. Hiposentrum adalah daerah di dalam bumi yang menjadi sumber gempa

3. Letusan Gunung Api

Gunung berapi dibentuk oleh akumulasi magma yang keluar melalui celah kerak bumi. Ada gunung berapi yang berlereng curam, ada juga yang landai, atau bahkan datar, baik dataran tinggi maupun dataran rendah.

Magma adalah batuan cair yang terbentuk di bawah permukaan bumi. Magma berbentuk cair karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi di kedalaman 80-100 km. Magma dapat keluar melalui celah yang menuju ke permukaan bumi. Magma yang keluar itulah, apabila tertimbun terus menerus akhirnya menjadi gunung.

Letusan gunungapi menyebabkan beberapa kerusakan seperti hujan abu yang mengubur permukiman dan lahan pertanian, awan panas, banjir lahan, serta kebakaran hutan di lereng gunung. Berikut ini beberapa gunungapi aktif di Indonesia.

4. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan sering terjadi di Indonesia. Penyebabnya faktor alami dan sebagian besar karena ulah manusia. Penyebab alami kebakaran hutan yaitu kandungan batu bara di lapisan tanah yang menyulut api terutama pada musim kering. Selain itu, gesekan dahan pohon yang mengering pada musim kemarau dapat menyulut api. Sementara itu, ulah manusia yang memicu kebakaran hutan adalah pembukaan lahan dengan membakar lahan.

Kebakaran hutan menimbulkan banyak kerugian. Aneka flora dan fauna musnah. Asap yang ditimbulkan menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Kabut asap mengakibatkan gangguan pernapasan pada penduduk di sekitarnya. Asap yang pekat mengakibatkan jarak pandang sangat pendek sehingga mengganggu jalur transportasi darat maupun udara.

Gambar : Kebakaran hutan

5. Banjir dan kekeringan

Banjir bisa terjadi di wilayah pantai akibat terjangan badai. Banjir bisa juga dipicu oleh tsunami. Ada juga banjir karena rob, luapan air laut ketika gelombang pasang. Namun yang paling banyak terjadi adalah banjir luapan air karena curah hujan yang sangat tinggi.

Banjir merupakan bencana yang sudah menjadi ”langganan” bagi beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, di ibu kota Jakarta setiap tahun terjadi bencana ini. Selain disebabkan oleh faktor alam, banjir juga disebabkan ulah manusia. Pembangunan gedung, penebangan pohon, dan penyempitan sungai merupakan contoh ulah manusia yang menjadi penyebab banjir.

Kekeringan adalah kondisi ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, dan lingkungan. Kekeringan ditandai dengan musim panas yang berkepanjangan, berkurangnya pasokan air permukaan dan air tanah, serta gagal panen karena lahan pertanian mengering. Kekeringan terjadi karena tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim. Kekeringan dipicu juga oleh perusakan lingkungan yang dilakukan manusia. Misalnya, penggundulan hutan sehingga tidak ada pohon yang menyimpan cadangan air.

 

6. Angin Topan

Angin topan adalah angin yang bergerak dengan sangat kencang yang mampu memporak porandakan benda-benda yang dilewatinya. Kecepatannya dapat mencapai 120 km/jam atau lebih. Angin topan terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara yang sangat besar. Besarnya kecepatan angin bergantung pada perbedaah tekanan antara dua daerah dan jarak antara kedua daerah tersebut. Semakin besar perbedaan tekanan maka semakin kencang angin berembus. Semakin dekat daerah dengan tekanan udara yang berbeda maka semakin cepat angin yang bertiup di daerah tersebut.

Selain angin topan ada juga yang disebut angin jatuh atau angin fohn. Angin jatuh adalah angin yang berembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang kemudian berembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu kembali naik dengan kelembapan yang rendah. Dengan demikian, angin yang turun bersifat panas dan kering yang disebut angin jatuh. Angin jatuh tersebut bersifat merugikan karena umumnya dapat merusak tanaman.

7. Tanah Longsor

Pemicu longsor yang terjadi di Indonesia pada umumnya adalah curah hujan yang tinggi, relief yang bergunung atau berbukit, jenis tanah, dan kerusakan akibat ulah manusia. Jenis tanah di Indonesia yang berasal dari letusan gunungapi mengandung banyak lempung dan sedikit pasir. Jenis tanah ini mampu menyimpan air yang cukup banyak saat musim hujan. Di wilayah yang bergunung atau berbukit, tanah ini dapat longsor apabila tidak ada tanaman keras yang berakar kuat. Kondisi seperti inilah yang memicu terjadinya longsor.

Di Indonesia setidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor. Lokasi tersebut tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan.

Gambar : Bencana tanah longsor

 

II. Gejala Alam di Negara Tetangga

Negara-negara di sekitar Indonesia ini disebut negara tetangga. Pada umumnya negara tetangga Indonesia memiliki kondisi alam yang mirip dengan Indonesia. Berikut ini peristiwaperistiwa alam yang terjadi di negaranegara tetangga Indonesia.

 

1. Badai dan Topan

Badai dan topan merupakan kondisi cuaca yang buruk ditandai dengan tiupan angin yang kencang. Biasanya, badai disertai hujan deras dan sambaran petir. Tiupan angin ini biasanya disertai dengan material tertentu bergantung pada kondisi geografisnya. Material itu bisa berupa debu, pasir, salju, atau bahkan butiran es. Badai pasir biasa terjadi di wilayah gurun pasir.

Badai atau siklon tropis sering melanda negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Di tiap negara terdapat penamaan yang berbeda.

Wilayah Australia sering dilanda topan tropis dengan angin yang bertiup sangat keras. Angin topan tropis dapat merusakkan bangunan, satwa, dan mengancam hidup manusia. Pada tahun 1975 angin topan Olivia merusakkan sebagian besar Kota Darwin dan menyebabkan 49 orang meninggal serta 16 orang hilang di laut.

Di Myanmar disebut siklon Nargis, sedangkan di Vietnam disebut badai tropis Lekima. Sementara itu, di Filipina terkenal dengan sebutan taifun, misalnyd taifun Bagyo dan Nina. Pada tahun 2006 Filipina diterjang badai durian yang menyebabkan kerusakan besar. Badai tropis yang menerjang Australia disebut badai tropis Willy. Pada tahun 2009 Badai tropis Etau don topan Morakot telah menghantam wilayah Filipina, Taiwan, Cina, dan Jepang.

Pada tanggal 11 Agustus 2006 negara Cina tepatnya di Provinsi Fujian diterjang badai Saomai dengan kecepatan 216 km per jam dan mampu menenggelamkan 1.000 kapal nelayan.

Pada akhir September 2009, Filipina dihantam badai Ketsana yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Setelah itu, datang badai Parma yang menerjang bagian utara Filipino. Kedua badai ini mengakibatkan kerusakan yang parah dan menyebabkan ratusan penduduk tewas.

Ratusan orang meninggal di Vietnam pada tahun 2006 akibat terjadinya badai tropis. Badai tropis chancu, lekima, pabuk, dan toraji adalah jenis badai yang sering melanda daerah utara Vietnam. Pada bulan Oktober 2007 pemerintah Vietnam bahkan mengungsikan 500 ribu warganya dari wilayah pesisir.

Gambar : Badai lekima yang menyerang Vietnam

2. Tanah Longsor

Tanah longsor terjadi di Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya. Hal, ini dipengaruhi oleh tingkat kemiringan lereng, curah hujan, dan tutupan vegetasi.

Tanah longsor pernah terjadi di negara Filipina tepatnya di desa Guinsaigon, Saint Bernard, sebelah selatan Pulau Leyte Filipina Tengah.

Hutan yang gundul tidak bisa lagi memberi manfaat bagi kehidupan. Justru hutan yang rusak ini bisa mendatangkan bencana. Bencana yang ditimbulkan antara lain : Banjir dan tanah longsor yang terjadi pada musim penghujan. Bencana lain adalah: kekeringan dan punahnya hewan dan tanaman di musim kemarau.

Gambar : Hutan yang gundul dapat mengakibatkan tanah longsor

3. Letusan Gunung Api

Negara Filipina menjadi salah satu negara tetangga kita yang sering mengalami bencana letusan gunungapi. Gunung Mayon dan Parker merupakan gunung yang paling sering meletus di Filipina. Gunung Mayon terakhir meletus pada tanggal 17 Juli 2006. Itulah beberapa peristiwa alam merugikan yang terjadi di beberapa negara tetangga Indonesia.

 

4. Banjir

Banjir merupakan salah satu peristiwa alam yang sering melanda kawasan Asia Tenggara. Hal ini karena kawasan Asia Tenggara mempunyai iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Negara Malaysia tepatnya di Kuala Lumpur akhir tahun 2006 dilanda bencana alam banjir sehingga lebih dari 30.000 orang mengungsi.

Banjir terdahsyat sepanjang sejarah terjadi di daerah aliran Sungai Kuning, China. Sungai ini seringkali banjir dengan korban jiwa yang besar, antara lain tahun 1887, 1931, dan 1938. Korban jiwa paling banyak terjadi saat banjir tahun 1931, diperkirakan 1 s.d. 3,7 juta orang tewas.

 

5. La Nina dan El Nino

El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti sang bayi kristus. Dinamakan El Nino karena sering muncul ketika perayaan Natal di akhir tahun.

El Nino adalah gejala menghangatnya temperatur permukaan air lout di atas rata-rata pada kawasan Pasifik Timur don Tengah. Daerah yang dilanda El Nino biasanya ditandai dengan panas tidak normal yang mengganggu pola curah hujan don angin. Gejala El Nino menyebabkan beberapa kawasan dilanda kekeringan. Cuaca panas El Nino pernah terjadi pada tahun 1997 yang mengakibatkan kekeringan dan gagal panen di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

La Nina adalah proses mendinginnya suhu permukaan lout di bawah rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah di sekitar khatulistiwa. Oleh karena itu, gejala alam ini membawa pengaruh cuaca basah. Gejala La Nina ditandai dengan tetap tingginya curah hujan pada tempat tertentu. pada saat seharusnya curah hujan sudah mulai menurun. Gejala La Nina dapat menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir.

 

 

6. Gempa dan Tsunami

Jalur lempeng tektonik yang melewati kawasan Asia Tenggara ternyata tidak hanya berdampak bagi Indonesia. Kondisi ini juga menyebabkan negara tetangga kita juga rowan terjadi gempa. Contohnya peristiwa gempa tanggal 26 Desember 2004 yang disusul dengan terjadinya tsunami. Gempa tersebut juga dirasakan oleh negara-negara seperti Malaysia, Thailand, don Myanmar. Selain itu,tsunami yang terjadi kemudian mencapai wilayah negara-negara diAsia danAsia dan Afrika seperti Sri Lanka, India, dan Somalia.

Pada tanggal 27 Desember 2006 negara Taiwan diguncang gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter. Gempa bumi dahsyat yang datang pada musim dingin bulan Januari 1995 menghancurkan kota Kobe sekitar 500 km sebelah barat Tokyo. Negara Jepang merupakan wilayah yang berisiko tinggi terhadap bahaya gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Gambar : Gempa bumi yang menghancurkan bangunan

Soal