Semester 1 Bab 3-Keamanan dan Keselamatan Kerja

BAB 3

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA

Standar Kompetensi  :

  1. Memahami  penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan
  2. Mengungkapkan pikiran, pendapat, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara.
  3. Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit dan membaca puisi.
  4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan dan dialog tertulis.

 

Kompetensi Dasar  :

  1. Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya.
  2. Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani, nelayan, karyawan, dan lain-lain dengan memerhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
  3. Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata per menit.
  4. Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memerhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.

 

 

PEMAHAMAN MATERI

 

  1. A.   Mendengarkan

Mengidentifikasi Unsur Cerita

Cerita rakyat merupakan cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut secara turun-temurun di suatu daerah. Cerita rakyat belum tentu kebenarannya. Namun, diyakini pernah terjadi di daerah yang bersangkutan dengan bukti-bukti yang mendukung, misalnya peninggalan sejarah dan keadaan alam yang sesuai dengan isi cerita.

Salah satu unsur cerita adalah perwatakan. Perwatakan atau karakter adalah sifat dan sikap para tokoh dalam cerita.

 

 Dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut ini!

 

Si Pitung

Si Pitung adalah seorang pemuda yang soleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji pada Haji Naipin. Selesai belajar mengaji ia pun dilatih silat. Setelah bertahun- tahun kemampuannya menguasai ilmu agama dan bela diri makin meningkat.

Pada waktu itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa iba menyaksikan penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk Belanda), sekelompok Tauke dan para Tuan tanah hidup bergelimang kemewahan. Rumah dan ladang mereka dijaga oleh para centeng yang galak.

Dengan dibantu oleh teman-temannya si Rais dan Jii, Si Pitung mulai merencanakan perampokan terhadap rumah Tauke dan Tuan tanah kaya. Hasil rampokannya dibagi-bagikan pada rakyat miskin. Di depan rumah keluarga yang kelaparan diletakkannya sepikul beras. Keluarga yang dibelit hutang rentenir diberikannya santunan. Dan anak yatim piatu dikiriminya bingkisan baju dan hadiah lainnya.

Kesuksesan si Pitung dan kawan-kawannya dikarenakan dua hal. Pertama, ia memiliki ilmu silat yang tinggi serta dikhabarkan tubuhnya kebal akan peluru. Kedua, orang-orang tidak mau menceritakan dimana si Pitung kini berada. Namun demikian orang kaya korban perampokan Si Pitung bersama kumpeni selalu berusaha membujuk orang-orang untuk membuka mulut.

Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa penduduk memberi keterangan. Pada suatu hari, kumpeni dan tuan-tuan tanah kaya berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Maka merekapun menyandera kedua orang tuanya dan si Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat akhirnya mereka mendapatkan informasi tentang dimana Si Pitung berada dan rahasia kekebalan tubuhnya.
              Berbekal semua informasi itu, polisi kumpeni pun menyergap Si Pitung. Tentu saja Si Pitung dan kawan-kawannya melawan. Namun malangnya, informasi tentang rahasia kekebalan tubuh Si Pitung sudah terbuka. Ia dilempari telur-telur busuk dan ditembak. Ia pun tewas seketika.Meskipun demikian untuk Jakarta, Si Pitung tetap dianggap sebagai pembela rakyat kecil.

 

 

 

  1. B.   Berbicara

Berwawancara sederhana dengan narasumber

Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang (pejabat dsb) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Untuk melakukan wawancara, pewawancara harus memperhatikan hal-hal berikut ,

  1.  Menyusun pertanyaan
    1. Meminta izin kepada orang yang akan diwawancarai
    2. Mengadakan kunjungan kepada narasumber.
    3. Mencatat hasil wawancara

Untuk memperlancar wawancara, sebaiknya kamu menyusun daftar pertanyaan/inti pertanyaan. Catatlah keterangan atau jawaban dari sumber yang kamu wawancara tersebut, kemudian susunlah ke dalam sebuah laporan

 

Format Laporan Hasil Wawancara

  1. Topik                             : ……………………………………………..
  2. Tujuan                          : ……………………………………………..
  3. Waktu                           : ……………………………………………..
  4. Tempat                         : ……………………………………………..
  5. Pewawancara             : ……………………………………………..
  6. Hasil wawancara       : ……………………………………………..

 

 

  1. C.   Membaca

Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca

Setiap paragraf pasti memiliki pikiran utama atau gagasan utama. Kamu dapat menemukan gagasan utama di awal paragraf, akhir paragraf atau di awal dan di akhir paragraf. Paragraf­-paragraf tersebut adalah

a)    Paragraf deduktif, di mana gagasan utamanya terletak di awal paragraf.

b)    Paragraf induktif, di mana gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.

c)    Paragraf deduktif-induktif, di mana gagasan utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf.

Perhatikan bacaan di bawah ini!

 

Perjuangan Seorang Nelayan

Jasa nelayan hampir setiap hari kita rasakan. Berkat jasa nelayan, kita dapat menikmati ikan laut. Mungkin suatu ketika kita berkata, "Wah, sedap sekali ikan ini!" Akan tetapi, jarang sekali kita membayangkan bagaimana para nelayan berjuang menangkap ikan.

Nelayan berada di rumah bersama keluarga pada siang hari. Sore hari mereka menuju laut dengan perahu layar. Kail dan jala tidak pernah ketinggalan. Itulah senjata mereka.

Malam hari, mereka menangkap ikan. Ganasnya gelombang dan terpaan angin malam, serta sunyi dan sepinya malam di tengah lautan tidak mereka hiraukan. Pikiran mereka hanya tertuju pada ikan-ikan di dalam laut saja.

Pagi hari, mereka kembali ke daratan. Di sana telah menunggu anak dan istri. Kalau ikan hasil tangkapan hari itu terlihat banyak, mata sang anak dan istri berbinar­-binar karena gembira. Para pedagang pun telah bersiap-siap untuk membeli dan menjualnya kembali ke pasar hingga akhirnya sampai di meja makan kita.

Bagaimana kalau tak ada ikan yang tertangkap? Sang anak dan istri tetap menanti dengan setia. Nelayan pun akan berkata kepada anak dan istrinya, "Wah, hari ini tidak ada rezeki. Gelombang laut terlalu besar. Angin bertiup terlalu kencang. Perahu sulit dikendalikan!"

"Syukur, Pak! Bapak selamat dari keganasan angin dan gelombang," sambung sang istri.

"Ya, Bu. Kita harus selalu bersyukur. Laut dan isinya untuk kita, Bu. Kita harus sabar dan tabah. Tuhan menyayangi orang-orang yang sabar," kata sang nelayan pasrah.

 

 

 

 

  1. D.   Menulis
    1. 1.    Menulis karangan berdasarkan pengalaman

Mengarang adalah mengungkapakan ide/gagasan ataupun pendapat melalui bahasa tulis. Bagi pemula sebelum mengarang menyusun kerangka karangan terlebih dahulu. Setelah kerangka karangan tersusun, dilanjutkan pengembangan kerangka karangan dalam bentuk paragraf selanjutnya menjadi sebuah cerita yang utuh.

                        Kerangka karangan adalah rancangan karangan yang merupakan pengembangan judul atau tema.

Syarat-syarat kerangka karangan antara lain sebagai berikut.

  1. Merupakan garis besar karangan yang akan dibuat;
  2. Mencakup hal-hal yang berkaitan dengan judul atau tema;
  3. Terdiri atas topik-topik yang disusun sedemikian rupa;
  4. Mampu menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, mengapa, bagaimana, dan sebagainya.

Setelah kerangka karangan dibuat, kemudiaan dikembangkan menjadi karangan.

      Kemudian kita dapat menentukan  judul.

 

Perhatikan contoh kerangka karangan berikut!

 

Judul : …………………………

Kerangka karangan:

1.   Bepergian naik motor

a.    periksa kondisi kendaraan

b.    pasankan mesin sebelum berangkat

2.   Waktu mengendarai

a.    Pakailah helm

b.    Pakai jaket,

3.   Saat di jalan

  1. Perhatikan kecepatannya
  2. Ingat rambu-rambu lalulintas

 

  1. 2.    Awalan ber-

Awalan atau imbuhan ber- memiliki beberapa arti berikut.

1. 'Mengenakan' atau 'memakai'

Contoh:

Supaya tidak kepanasan, Ucak bertopi dan berkacamata.

Bertopi artinya memakai topi, sedangkan berkacamata artinya memakai kacamata.

2. 'Memiliki'

Contoh:

Saskia bercita-cita menjadi fotomodel. 'Bercita-cita artinya memiliki cita-cita.

  1. 3.   'Bersifat' atau'dalam keadaan'

     Contoh:

     Andi bersemangat melakukan pekerjaan itu.

     Bersemangat artinya dalam keadaan semangat.

4. 'Menyatakan perbuatan berbalasan'

     Contoh:

    Sebagai tanda saling memaafkan, Binu dan Suni bersalaman.

     Bersalaman artinya saling berjabat tangan.

5. 'Melakukan sesuatu'

     Contoh:

     Bimo berlari mengitari lapangan.

     Berlari artinya melakukan lari.

6. 'Menyatakan himpunan atau kelompok'

     Contoh:

     Kami bertiga mendapat tugas mengamati pertumbuhan kacang hijau.

     Bertiga menunjukkan himpunan atau kelompok.

7.' 'Menyatakan memperoleh atau mendapat'

     Contoh:

     Mara merasa beruntung menjadi anak kepala sekolah.

            Beruntung artinya mendapat untung

Soal