Semester 2 Bab 2-Peran Indonesia di Kawasan Asia Tenggara

BAB 2 PERAN INDONESIA DI KAWASAN ASIA TENGGARA

Standar Kompetensi : 3. Memahami peran di Indonesia dalam lingkungan Negaranegara di Asia Tenggara.

Kompetensi Dasar : 3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan

negara-negara Asia Tenggara

Indikator : Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

1. Menjelaskan peranan Indonesia di negara Asia Tenggara

2. Menyebutkan struktur organisasi sekretariat ASEAN

3. Menyebutkan bentuk-bentuk kerja sama Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara

 

RINGKASAN MATERI

Tujuan negara sesuai pembukaan UUD 1945 adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia berperan aktif dalam berbagai organisasi internasional terutama di kawasan Asia Tenggara. Berikut ini beberapa peranan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.Indonesia mempunyai peranan penting di lingkungan negara-negara ASEAN. Peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara ASEAN, seperti berikut ini.

A. Peran Indonesia di Dunia Internasional

Bangsa Indonesia menyadari pentingnya hubungan kerja sama dengan negaranegara lain di berbagai belahan dunia. Hal ini seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “ ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Indonesia banyak berperan aktif dalam berbagai organisasi internasional, salah satunya yang berada di kawasan Asia Tenggara. Untuk menjalin kerja sama internasional, bangsa Indonesia menggunakan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Bebas, artinya bangsa Indonesia bebas menentukan sikap yang berkaitan dengan dunia internasional. Aktif, artinya Indonesia berperan serta secara aktif dalam memperjuangkan terciptanya perdamaian dunia dan berpartisipasi dalam mengatasi ketegangan internasional. Hingga saat ini bangsa Indonesia aktif dalam berbagai organisasi internasional, seperti berikut.

1. ASEAN;

2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

3. Gerakan Nonblok (GNB)

4. Organisasi Konferensi Islam (OKI)

 

 

B. Peran Indonesia dalam Organisasi ASEAN

Banyak sekali peran yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam lingkungan wilayah Asia tenggara, khususnya dalam organisasi ASEAN.

Adapun peran-perannya antara lain :

1. Sebagai Penyelenggara KTT I dan IX ASEAN di Bali

KTT I ASEAN yang diselenggarakan di Bali menghasilkan kesepakatan yang dikenal sebagai Bali Concord /dan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Soma di Asia Tenggara. KTT IX ASEAN juga diselenggarakan di Bali yang menghasilkan Bali Concord Il yang berisi tekad negara-negara ASEAN untuk membentuk masyarakat ASEAN yang berdasarkan pilar-pilar kerja sama politik keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Tujuannya untuk meningkatkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di wilayah Asia Tenggara. Indonesia memimpin perumusan pilar komunitas ASEAN di bidang sosial budaya.

2. Sebagai Penengah dalam Pertikaian di Kampuchea dan Laut Cina Selatan

Pada tahun 1970 di Kampuchea terjadi kudeta. Keponakan Pangeran Narodom Sihanouk yang bernama Pangeran Sisowath Sirik Matak bersama Lo Nol melakukan kudeta atau perebutan kekuasaan. Sejak peristiwa tersebut terjadi perang saudara yang berlangsung lama dan berlarut-larut. Keadaan Kampuchea menjadi porak-poranda dan rakyatnya menderita.

Melihat kejadian itu Indonesia berusaha mendamaikan pihak-pihak yang bertikai atau berperang dengan cara mempertemukan mereka dalam satu perundingan. Akhirnya, dibentuklah Jakarta Informal Meeting (J1M). Artinya pertemuan tidak resmi yang diadakan di Jakarta tahun 1988. Pertemuan di Jakarta dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas sebagai penengah diantara pihak-pihak yang bertikai.

Dengan adanya pertemuan tersebut pihak-pihak yang bertikai bersepakat untuk melakukan perdamaian. Pertemuan perdamaian tersebut ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya perundingan perdamaian di Paris, Prancis pada tahun 1989.

3. Sebagai Tempat Kedudukan Sekretariat Tetap ASEAN

Pada sidang KTT I ASEAN di Bali tahun 1976, ASEAN menetapkan kedudukan sekretariat tetapnya di Jakarta. Sekretariat ASEAN menjadi jalur komunikasi antara ASEAN dengan organisasi atau negara di luar ASEAN.

4. Sebagai Tempat Peresmian ASEAN Forum 2007

Pada tahun 2007 diresmikan ASEAN Forum 2007 di Jakarta. Forum ini diselenggarakan untuk mendukung terwujudnya komunitas ASEAN 2015. ASEAN Forum 2007 diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi ke-40 ASEAN.

5. Membantu Penyelesaian Masalah Muslim Moro di Filipina

Atas permintaan dari pemerintah Filipina, Indonesia membantu usaha perdamaian antara pemerintah Filipina dengan gerakan pembebasan muslim Moro. Beberapa pertemuan di antara keduanya berlangsung pada tahun 1974. Pertemuan antara Moro NationalLiberation Front (MNLF) dan wakil pemerintah Filipina berlangsung di Cipanas pada bulan Juli dan di Jakarta pada bulan November 1993. Pemerintah Indonesia menginginkan agar pemerintah Filipina dapat menjamin kebebasan beragama bagi umat muslim dan dapat hidup berdampingan secara damai di Filipina.

7. Sebagai Pemimpin ASEAN dan Negara Terbesar di Asia Tenggara

Pada tahun 2004 Indonesia menjadi negara yang memimpin ASEAN. Selama memimpin, Indonesia menyelenggarakan serangkaian pertemuan. Di antara pertemuan itu adalah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting), Forum Kawasan ASEAN (ASEAN Regional Forum), Pertemuan Kementrian Kawasan mengenai penanggulangan terorisme

 

C. Sekretariat ASEAN

Sekretariat ASEAN berfungsi sebagai badan administratif yang bertugas menyelaraskan, memperlancar dan memonitor segala kegiatan ASEAN. Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Indonesia. Letak sekretariat ASEAN tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Semula sekretaris jenderal diangkat oleh para menteri luar negeri anggota ASEAN atas dasar pencalonan dari satu negara ASEAN secara bergilir. Pejabat ini bertanggung jawab kepada Sidang Menteri ASEAN ketika sedang bersidang. Akan tetapi, ketika peranan sekretariat ASEAN ditingkatkan sejalan dengan perkembangan organisasi ASEAN, maka Sekretaris Jenderal ASEAN tidak lagi diangkat oleh menteri luar negeri. Sekjen ASEAN selanjutnya diangkat oleh para kepala pemerintahan ASEAN berdasarkan kemampuan setelah memperoleh rekomendasi dari para menteri luar negeri. Dalam struktur organisasi ASEAN, sekretaris jenderal menduduki posisi tertinggi.

Berikut ini beberapa orang yang pernah menduduki jabatan Sekjen ASEAN sebagai berikut:

Selain mempunyai sekretariat pusat, ASEAN juga mempunyai sekretariat nasional. Sekretariat nasional ini ada di setiap negara anggota ASEAN. Tugas pokok sekretariat nasional sebagai berikut.

a. Memberikan rekomendasi kepada menteri luar negeri mengenai kerja soma ASEAN dalam bidang ekonomi dan nonekonomi.

b. Mengadakan hubungan dan melaksanakan koordinasi dengan instansi-instansi pemerintah dan organisasi nonpemerintah. Koordinasi tersebut mencakup perencanaan dan pelaksanaan kerja sama antar-ASEAN dan antara ASEAN dengan organisasi -organisasi regional lainnya atau dengan negara-negara ketiga.

c. Melaksanakan dan membantu penyelenggaraan sidang-sidang ASEAN.

d. Menyusun rencana kerja nasional dan melaksanakan kegiatan program-program kerja sama ASEAN.

e. Memprakarsai penelitian dan pengkajian pelaksanaan kerja sama ASEAN.

f. Melaksanakan koordinator antar instansi pemerintah dalam rangka pelaksanaan kegiatan ASEAN dan mengadakan penilaian tentang hasil-hasilnya.

g. Melaksanakan koordinasi dan mengikuti serta menunjukkan kegiatan-kegiatan komite ASEAN yang berada di Indonesia.

h. Mengadakan kerja sama ASEAN di masingmasing negara anggota lainnya, serta dengan komite-komite ASEAN di negara ketiga. 

Soal