Semester 2 Bab 2-Keputusan Bersama

BAB 2 KEPUTUSAN BERSAMA

Standar Kompetensi :

4. Menghargai keputusan bersama

Kompetensi Dasar :

4.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama

4.2 Mematuhi keputusan bersama

Indikator : Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

1. Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama.

2. Mematuhi keputusan bersama yang telah diambil

 

RINGKASAN MATERI

1. Arti keputusan

Keputusan berasal dari kata putusan yang berarti hasil memutuskan dari suatu pembicaraan. Jadi, yang dimaksud dengan keputusan bersama adalah putusan dari sekelompok orang yang telah disepakati bersama. Dapat pula diartikan hasil pembicaraan yang telah disepakati oleh sekelompok orang mengenai suatu persoalan atau masalah yang dihadapi bersama.

Sebelum dicapai keputusan bersama, terlebih dahulu dilakukan pembicaraan, diskusi, atau musyawarah dari sekumpulan orang-orang yang terlibat persoalan. Ketika pembicaraan dilakukan, orang-orang yang melakukan pembicaraan saling memberikan ide, gagasan, pendapat, atau saran-saran tentang suatu masalah atau persoalan yang dihadapi. Masalah atau persoalan tersebut milik bersama bukan milik seseorang. Dengan demikian, perlu dibicarakan, dirapatkan atau dimusyawarahkan secara bersama pula.

Keputusan yang diambil dari musyawarah harus dapat mewadahi semua ide, gagasan, pendapat, atau saran-saran dari semua orang yang ikut bermusyawarah. Keputusan bersama harus mewakili kepentingan bersama karena keputusan bersama melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, ada beberapa hat yang perlu diperhatikan agar keputusan bersama dapat membuahkan hasil tanpa menimbulkan permasalahan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengambil sebuah keputusan bersama.

Berikut beberapa contohnya.

a. Musyawarah Mufakat

Pentingnya meng ambil keputusan secara musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari akan diuraikan berikut ini.

1) Agar persoalan dapat dipecahkan secara cepat dan bermanfaat bagi semua pihak. Sudah pasti setiap orang menginginkan semua persoalan cepat selesai dan bermanfaat.

2) Mampu menciptakan kerukunan hidup. Melalui musyawarah, berbagai persoalan dapat diputuskan secara kekeluargaan.

3) Menggalang kerja sama yang harmonis. Setelah keputusan ditetapkan bersama, setiap anggota harus mampu bekerja sama dalam melaksanakan keputusan musyawarah. Dengan demikian, tujuan yang dicitacitakan dapat tercapai.

4) Menghindari adanya pertikaian fisik. Setiap peserta musyawarah tidak boleh bertindak semena-mena dalam musyawarah. Setiap peserta berhak menyampaikan pendapatnya. Akan tetapi, harus bersikap lapang dada jika pendapatnya tidak disetujui oleh peserta lain. Perbedaan, persetujuan, dan pertidaksetujuan pendapat dalam musyawarah adalah wajar. Tidak perlu ada kemarahan, apalagi pertentangan yang mengarah pada kekerasan fisik. Musyawarah mufakat adalah inti dari Demokrasi Pancasila. Tata cara pelaksanaannya dapat dilihat dalam nilai moral berikut.

1) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

2) Musyawarah untuk mencapai mufakat dilandasi oleh semangat kekeluargaan.

3) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

4) Dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab bersedia menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

5) Musyawarah harus lebih mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

7) Keputusan yang diambil harus dapat diper tanggung -jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keputusan pun harus menjunjung tinggi derajat, harkat, dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan ke adilan, serta mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

Manfaat yang diperoleh jika menyelesaikan masalah secara musyawarah yaitu:

a. Masalah dapat cepat terpecahkan.

b. Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan.

c. Hasil keputusan menguntungkan semua pihak.

d. Dapat menyatukan pendapat yang saling berbeda.

e. Adanya kebersamaan, dan sebagainya.

 

 

b. Pemungutan Suara

Misalnya kita melakukan pemilihan pengurus kelas dilakukan dengan cara voting. Siapa calon yang mendapat suara terbanyak, itulah yang menjadi ketua kelas. Voting dilakukan apabila dalam sebuah musyawarah tidak dapat diambil kesepakatan, akhirnya suara terbanyak yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Hal ini disebabkan oleh keadaan-keadaan berikut.

1) Adanya perbedaaan pendapat dari sebagian peserta musyawarah. Perbedaan itu tidak dapat dipersatukan karena waktu yang mendesak.

2) Adanya perbedaan perilaku peserta musyawarah dalam menyampaikan pendapat.

3) Ada sebagian peserta musyawarah yang hanya mendengarkan pendapat dari orang lain.

Namun, tidak mau berpendapat dalam musyawarah. Keadaan ini merupakan sikap yang kurang baik karena seharusnya setiap orang menyampaikan pendapatnya.

4) Ada peserta musyawarah yang tidak mau menerima pendapat orang lain. Menurutnya, pendapatnya adalah yang paling baik. Semua itu merupakan sikap yang harus dihindari karena akan menimbulkan rasa sombong dalam diri kita.

Pengambilan suara berdasarkan votting dibagi menjadi dua macam, vaitu:

a. Votting terbuka, yaitu setiap anggota rapat memberikan suara dengan mengatakan setuju, menolak, atau abstain (tidak memberikan suara). Votting secara terbuka biasanya dilaksanakan secara lisan. Caranya dengan mengangkat tangan atau berdiri. Kemudian petugas, menghitungnya secara langsung, dan saat itu juga dapat diketahui hasilnya. Votting terbuka dilakukan terhadap hal yang menyangkut masalah keputusan atau kebijakan.

b. Votting tertutup, yaitu setiap anggota rapat memberikan suara dengan cara menuliskan nama atau pilihannya di kertas yang telah disediakan lalu dikumpulkan dan dihitung. Keputusan dianggap sah apabila diambil dalam rapat yang dihadiri dua pertiga tambah satu anggota kuorum dan disetujui lebih dari setengah dari jumlah yang hadir

Dalam pemilihan pengurus kelas biasanya dilakukan dengan cara voting. Siapa yang mendapat suara terbanyak, itulah yang menjadi ketua kelas. Voting juga bisa dilakukan apabila dalam sebuah keputusan sulit diambil kesepakatan, akhirnya suara terbanyak itulah yang bisa dijadikan pedoman pengambilan keputusan.

c. Aklamasi

Ada kalanya keputusan bersama tidak diambil dengan cara mufakat atau voting, tetapi dengan cara aklamasi. Aklamasi adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh anggota kelompok. Pernyataan setuju ini dilakukan untuk melahirkan keputusan bersama. Pernyataan setuju dilakukan tanpa melalui pemungutan suara. Aklamasi terjadi karena adanya pendapat yang dikehendaki oleh semua anggota kelompok. Keputusan bersama yang disetujui dengan cara aklamasi ini harus dilaksanakan oleh seluruh anggota.

B. Berbagai Macam Keputusan Bersama

Berbagai macam keputusan bersama dapat kamu temukan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan di tingkat pemerintahan baik daerah maupun pemerintahan pusat.

1) Keputusan bersama di lingkungan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dengan kita. Pada saat-saat  tertentu, tidak jarang terdapat persoalan di lingkungan keluarga yang perlu diselesaikan bersama oleh anggota keluarga. Dalam menyelesaikan persoalan keluarga para anggota keluarga berusaha mendapatkar kesepakatan bersama untuk menyelesaikan persoalan itu. Kesepakatan itu pada akhirnya menjadi keputusan bersama yang harus ditaati dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Berikut ini beberapa contoh aktivitas di lingkungan keluarga yang memerlukan keputusan bersama di antara anggota keluarga.

1) Pembagian tugas rumah di antara anggota keluarga. Tugas adikmu tentu akan berbeda dengan tugasmu.

2) Kegiatan kerja bakti bersama keluarga.

3) Pembagian uang saku untuk setiap anggota keluarga.

Daftar menu makanan sehari-hari.

Dengan membiasakan diri membuat keputusan bersama, maka:

a. Antarkeluarga akan saling terbuka dalam berpendapat

b. Saling menghargai pendapat.

c. Melatih keberanian, kecerdasan, dan kreativitas.

d. Menjadikan masalah lebih mudah diselesaikan

e. Menjadi lebih ikhlas untuk melaksanakan keputusan.

f. Membuat suasana harmonis dalam keluarga.

 

 

 

 

2. Keputusan Bersama di Lingkungan Sekolah

Pernahkah kamu bertengkar dengan temanmu di sekolah karena persoalan kecil di antara kalian? Misalnya, kalian saling berebut kertas atau mainan. Kalian bertengkar tentu karena tidak dicapai

kesepakatan bersama terhadap mainan yang kalian perebutkan. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai keputusan bersama di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah adalah lingkungan yang di dalamnya terdiri atas kepala sekolah, guru, karyawan, dan para siswa. Keberagaman ini tidak jarang menimbulkan berbagai persoalan di lingkungan sekolah, seperti pertengkaran di atas. Oleh karena itu, di lingkungan sekolah perlu dibiasakan mengambil keputusan bersama agar setiap persoalan di sekolah dapat diselesaikan bersama-sama.

Warga sekolah memiliki hak berpendapat, menyampaikan ide dan gagasannya masing-masing. Oleh karena itu, pengambilan keputusan bersama wajib dilakukan agar setiap perbedaan pendapat di antara warga sekolah dapat dicari kesepakatan untuk mencapai keputusan bersama. Berikut ini beoerapa contoh kegiatan di sekolah yang harus melaksanakan berdasarkan keputusan bersama antar anggota (warga) di sekolah.

1) Kepengurusan kelas. Pemilihan pengurus kelas harus dimusyawarahkan bersama dengan seluruh anggota kelas.

2) Kepengurusan OSIS sekolah. Pengurus OSIS berasal dari siswa sekolah, tetapi harus berdasarkan pilihar seluruh anggota di sekolah yang bersangkutan.

3) Pembagian tugas kebersihan kelas. Kebersihan kelas menjadi tangguing jawab seluruh anggota kelas, jadwal piket yang dibuat harus berdasarkan kesepakan bersama

4) Besaran uang gedung sekolah. Uang gedung sekolah harus dimusyawarahkan antara pihak sekolah dengan orang tua murid.

3. Keputusan Bersama di Lingkungan Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat permasalahan yang terjadi tentu lebih banyak dari pada permasalahan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Berbagai  permasalahan tersebut membutuhkan penyelesaian atau cara-cara mengatasinya. Oleh karena itu, permasalahan lingkungan masyarakat pada dasarnya adalah permasalahan bersama yang membutuhkan penyelesaian bersama pula.

Contoh keputusan bersama di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut.

a. Keputusan bersama tentang kerja bakti lingkungan.

b. Keputusan bersama tentang besaran iuran warga.

c. Keputusan bersama mengenai sumbangan untuk warga yang membutuhkan.

d. Keputusan bersama tentang pembagian jaga malam.

4. Keputusan Bersama di Lingkungan Pemerintahan

Pada lingkungan pemerintahan dan kenegaraan, banyak sekali persoalan dan permasalahan yang dihadapi. Persoalan itu harus segera diputuskan dan diselesaikan. Terlebih lagi persoalan yang menyangkut hajat hidup warga negara dan kepentingan umum. Jadi, persoalan yang dihadapi di tingkat pemerintahan lebih banyak dan kompleks. Negara kita adalah negara demokrasi di mana kekuasaan berada di tangan rakyat.

Di negara demokrasi, keputusan bersama yang diambil hendaknya secara demokratis yaitu mengikutsertakan rakyat serta dilakukan dengan cara yang demokratis. Pengambilan keputusan dilakukan secara demokratis, sebab cara yang demokratis itu lebih menghargai persamaan dan kebebasan. Cara yang demokratis merupakan cara masyarakat menghargai manusia dibandingkan cara-cara yang tidak demokratis.

Beberapa contoh keputusan bersama di lingkungan pemerintahan adalah sebagai berikut.

a. Keputusan bersama mengenai hari libur nasional.

b. Keputusan bersama besaran tarif angkutan.

c. Keputusan bersama harga dasar pupuk dan beras.

d. Keputusan pemerintah daerah tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Lembaga-lembaga negara yang sering terlibat dalam pengambilan keputusan bersama adalah lembaga MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Lembaga negara tersebut merupakan lembaga perwakilan rakyat. Apa yang diputuskan pada umumnya berkenaan dengan kepentingan rakyat banyak.

C. Mematuhi Keputusan Bersama

Setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan bersama selalu diwarnai oleh pihak yang setuju atau tidak setuju. Pihak yang tidak setuju dalam upaya mematuhi keputusan bersama menimbulkan beberapa akibat, antara lain:

a. merasa bersalah,

b. dikucilkan dari kelompok,

c. tidak percaya orang lain,

d. sanksi atau teguran dari kelompok lainnya,

e. pemecatan dari keanggotaan kelompok tertentu,

f. dipidana penjara atau harus mengganti kerugian, dan sebagainya.

Musyawarah merupakan tempat mengajukan ide, gagasan, pendapat, dan saran demi terciptanya keputusan yang sesuai dengan kesepakatan bersama. Dalam musyawarah tentu ada perbedaan pendapat di antara para pesertanya.Akan tetapi, perbedaan itu dapat dipersatukan dengan mufakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap saling pengertian di antara peserta musyawarah agar musyawarah tersebut sampai pada keputusan bersama. Dalam pelaksanaan musyawarah untuk kepentingan bersama, setiap orang harus menanamkan sikap yang balk dan tidak akan membuat permusuhan di antara peserta musyawarah. Berikut ini sikap-sikap yang harus diperhatikan ketika bermusyawarah.

a. Ikhlas

Ikhlas merupakan sikap menerima sesuatu dengan hati yang bersih dan tidak mengharapkan imbalan. Sebagai contoh, pendapat kita tidak diterima, tetapi pendapat teman kita yang diterima sebagai keputusan bersama. Keputusan yang telah disepakati bersama tersebut harus kita terima dengan ikhlas. Dalam musyawarah, setiap pendapat yang diajukan akan dipikirkan bersama, dinilai balk atau buruknya, lalu diputuskan secara bersama pula. Jadi, sikap ikhlas dalam menerima keputusan yang telah dibuat sangat dianjurkan agar tidak muncul rasa permusuhan di antara ‘ peserta musyawarah.

b. Sabar

Sabar sangat diperlukan dalam bermusyawarah. Sikap sabar merupakan sikap kehati-hatian untuk menerima segala sesuatu dengan mempertimbangkan baik buruknya terlebih dahulu. Dalam menjalankan keputusan bersama, kita harus bersikap sabar agar keputusan terasa menyenangkan. Meskipun kita tidak setuju dengan sebuah keputusan, kita harus berusaha memahaminya, meyakinkan diri kita sendiri bahwa itulah yang terbaik,dan menyikapinya dengan penuh kesabaran.

c. Tenggang Rasa

Tenggang rasa diartikan sebagai suatu sikap merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sebagai contoh, kamu tentu akan kecewa ketika temanmu tidak melaksanakan keputusan yang dibuat secara bersama. Sebaliknya, jika kamu tidak melaksanakan keputusan itu, teman kamu tentu akan merasa kecewa juga. Selain kekecewaan, tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan keputusan musyawarah akan menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, setiap orang harus saling merasakan dan saling pengertian. Sikap tenggang rasa harus diciptakan dalam suatu pengambilan keputusan.

d. Rela Berkorban

Dalam musyawarah, rela berkorban diartikan sebagai suatu sikap rela menjalankan hasil keputusan bersama baik, waktu, tenaga, maupun pikiran. Meskipun dalam pelaksanaannya menuntut banyak pengorbanan, keputusan yang telah disetujui bersama merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan

e. Bertanggung Jawab

keputusan yang telah disepakati dalam keputusan bersama hendaknya harus dapat dipertanggungjawabkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, orang lain, dan diri sendiri.Artinya, pelaksanaan keputusan bersama tersebut tidak merugikan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Apabila keputusan bersama tidak dipatuhi maka tujuan dari keputusan tersebut tidak akan tercapai. Di samping itu, akan muncul banyak permasalahan yang lain bila kita melanggar keputusan tersebut. Berikut ini diuraikan bentuk-bentuk sikap dan perilaku yang tidak mematuhi keputusan bersama, antara lain:

a. Melanggar keputusan dengan cara tidak mau melaksanakan isi keputusan.

b. Lari dari tanggung jawab yang harus dipikulnya.

c. Tidak mau menghargai pendapat orang lain dan maunya menang sendiri.

d. Memprovokasi orang lain untuk tidak melaksanakan hasil keputusan.

e. Mensabotase hasil keputusan dengan cara yang licik dan sebagainya.

Upaya mematuhi keputusan bersama memilikit hambatan atau kendala. Hambatan dalam upaya mematuhi keputusan bersama datang dari dalam dan luar:

a. Hambatan dari dalam, yaitu hambatan yang berasal dari peserta musyawarah itu sendiri,seperti:

1) Tidak tertampungnya keinginan atau pendapat peserta.

2) Peserta musyawarah merasa ingin menang sendiri.

3) Peserta musyawarah mementingkan kepentingan kelompoknya tanpa menghiraukan kepentingan bersama.

4) Peserta musyawarah bersikap tidak mau tahu dalam setiap pembahasan masalah.

5) Peserta musyawarah yang tidak mau menerima kritik dan saran dari orang lain.

b. Hambatan dari luar, yaitu hambatan yang berasal dari luar kelompok musyawarah, seperti:

1) Menghasut dan memengaruhi hasil keputusan yang telah diambil.

2) Meniru dan mencontoh hasil keputusan kelompok lain tanpa izin.

3) Memengaruhi pihak-pihak lain dalam pengambilan keputusan.

 

4. Sikap Mematuhi Keputusan Bersama

Keputusan bersama yang sudah dibuat dan disepakati bersama harus dipatuhi oleh anggota musyawarah agar tidak ada kesenjangan antaranggota. Dalam pelaksanaannya, setiap keputusan yang telah disepakati bersama selalu diikuti dengan peraturan. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota dapat mematuhi dan melaksanakan keputusan bersama sebaik-baiknya.

 

Jika para anggota musyawarah tidak dapat melaksanakan keputusan bersama tersebut dengan sebaik-baiknya, akan dikenakan sanksi. Berikut ini penjelasan mengenai sikap mematuhi keputusan bersama dan sanksi yang akan diberikan jika tidak dapat melaksanakan peraturan yang telah disepakati sebaikbaiknya.

a. Peraturan yang Harus Ditaati

Berikut ini beberapa peraturan di lingkungan keluarga. sekolah, dan masyarakat yang harus ditaati dan sanksi yang dikenakan apabila melanggarnya.

1). Peraturan dalam Keluarga

Peraturan dalam keluarga merupakan , peraturan yang dibuat dan disepakati oleh seluruh anggota keluarga. Peraturan tersebut memuat hal-hal yang seharusnya dilakukan dan yang seharusnya tidak dilakukan di rumah. Peraturan dalam keluarga dibuat melalui rapat keluarga. Peraturan dalam keluarga bertujuan agar tercipta ,suasana keluarga yang harmonis. Berikut ini contoh-contoh peraturan dalam keluarga.

a) Menghormati orang tua

Menghormati orang tua adalah kewajiban seorang anak dalam lingkungan keluarga. Kamu sebagai seorang anak yang berbakti, tidak boleh melawan perintah orang tua yang telah membesarkanmu. Menghormati orang tua tidak hanya kepada ayah dan ibu saja, tetapi juga orang yang lebih tua darimu. Apabila melanggar peraturan itu, kamu akan dikenai sanksi berupa teguran atau dikucilkan dari keluarga.

b) Membantu ibu membersihkan rumah

Tugas seorang anak adalah membantu ibu untuk membersihkan rumah. Jika kamu tidak membantunya maka biasanya ibumu akan menegurmu. Oleh karena itu, sanksi yang akan dikenakan jika kamu tidak membantu ibumu adalah berupa teguran.

c) Memadamkan lampu dan menghemat air

Dalam sebuah keluarga, sering ada peraturan untuk memadamkan lampu jika tidak digunakan dan menghemat air. Peraturan ini dibuat agar kita dapat menghemat pengeluaran dan menghemat energi. Sanksi yang dikenakan bila melanggar adalah teguran. Tentu peraturan di setiap keluarga akan berbeda-beda. Sudah adakah peraturan di dalam keluargamu?

2). Peraturan dalam Masyarakat

Peraturan dalam masyarakat adalah peraturan yang ada di lingkungan masyarakat. Peraturan masyarakat merupakan hasil dari kesepakatan bersama di antara warga masyarakat. Peraturan masyarakat bertujuan untuk mengatur kehidupan warga masyarakat agar tertib dan teratur. Peraturan dalam masyarakat biasanya dibuat dalam rapat RT, RW, desa, atau kelurahan. Berikut contoh peraturan di lingkungan masyarakat.

a) Larangan membuang sampah sembarangan di sungai

Membuang sampah sembarangan di sungai dapat merusak lingkungan. Peraturan untuk tidak membuang sampah sembarangan biasanya dibuat masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sanksi yang dikenakan apabila melanggar adalah teguran, pidana, atau denda.

b) Peraturan berlalu lintas dengan benar, misalnya, memakai helm ketika berkendara, membawa SIM dan STNK, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Apabila melanggar peraturan tersebut dapat dikenai sanksi denda atau sidang. Petugas yang bertanggung jawab mengatur lalu lintas adalah polisi lalu lintas. Polisi lalu lintas akan menilang setiap pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi ramburambu lalu lintas sesuai dengan pasal yang dilanggar.

c) Membayar pajak tepat waktu

Pajak merupakan salah satu penghasilan negara. Peraturan membayar pajak tepat waktu diterapkan oleh pemerintah agar pembangunan dapat dilaksanakan tepat waktu juga. Setiap wajib pajak yang melanggarnya akan dikenakan sanksi berupa denda. Masih banyak lagi contoh peraturan dalam masyarakat. Kamu dapat menanyakannya kepada orang tuamu.

3). Peraturan dalam Sekolah

Peraturan sekolah adalah peraturan yang dibuat oleh warga sekolah. Peraturan sekolah dibuat di sekolah untuk mengatur kehidupan sekolah agar tertib dan teratur. Semua warga sekolah harus menaatinya, baik itu guru maupun siswa. Peraturan itu harus ditaati karena sudah disepakati bersama. Jika melanggar peraturan itu, akan dikenai sanksi sesuai dengan kesalahannya. Berikut contoh peraturan di sekolah.

a) Datang tepat waktu ke sekolah

Datang tepat waktu ke sekolah merupakan salah satu peraturan yang diterapkan di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa dapat disiplin dan tertib. Siswa yang datang terlambat biasanya tidak’diperkenankan untuk masuk ke kelas atau tidak diperkenankan mengikuti pelajaran. Sanksi yang diberikan bagi siswa yang datang terlambat ke sekolah berupa teguran.

b) Tidak boleh membuat gaduh di perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat yang khusus disediakan sekolah sebagai ruang membaca dan belajar. Oleh karena itu, setiap pengunjung perpustakaan diwajibkan menjaga ketenangan. Jika membuat keributan di perpustakaan. akan mengganggu pengunjung perpustakaan lainnya. Petugas perpustakaan akan memberikan teguran bagi yang melanggarnya. Dengan demikian, sanksinya adalah teguran atau bahkan diminta keluar dan perpustakaan.

c) Mengikuti upacara bendera

Upacara bendera biasanya dilaksanakan setiap hari Senin atau hari-hari nasional. Mengikuti upacara bendera merupakan keputusan yang tetah disepakati bersama. Sanksi jika tidak mengikuti upacara bendera adalah teguran atau hukuman. Hukuman ini diberikan karena siswa tidak mengikuti upacara bendera.

d) Piket di kelas

Piket di kelas merupakan hasil kesepakatan bersama. Jika ada salah satu siswa di kelas yang melanggar. siswa yang lain akan memberikan teguran. Apabila tidak piket di kelas, teman-teman yang lain biasanya akan memberikan peringatan.

e) Disiplin dalam berpakaian

Sebagai siswa yang baik, cara berpakaian harus diperhatikan. Jika berangkat ke sekolah harus memakai seragam yang telah ditetapkan. Jika hal tersebut tidak dlaksanakan, akan mendapatkan sanksi, yaitu berupa teguran.

f) Buang sampah pada tempatnya.

Peraturan membuang sampah pada tempatnya wajib ditaati oleh seluruh warga sekolah. Dengan membuang sampah pada tempatnya, kebersihan dan kerapian kelas akan terjaga. Sanksi yang diberikan jika melanggarnya, yaitu teguran dan hukuman untuk memunguti sampah itu. Peraturan yang diterapkan sekolah satu dengan sekolah lainnya berbeda-beda. Adakah peraturan di sekolahmu?

b. Mengamalkan Nilai-Nilai dalam Pancasila

Dengan menerima, melaksanakan, dan menaati keputusan bersama, kita telah mengamalkan Pancasila, yaitu sila keempat Pancasila. Sila keempat tersebut berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan”. 

Soal